Ada apa dengan kelas A?????

“Ilkom A 07 “…….
selintas ketika mendengar atau membaca kata itu, mungkin anda merasa biasa – biasa saja, tidak ada yang istimewa dari kata tersebut. Dan itu juga yang kurasakan ketika pertama kali mengetahui aku masuk ke kelas A di Ilmu Komputer 2007 lebih kurang setahun yang lalu. Aku menganggap itu hanya sebuah kelas yang akan menjadi kelas ku selama di ilmu komputer ini. Dan seperti kebanyakan perkuliahan, aku yakin kelas itu hanyalah sebuah sarana yang diberikan pihak kampus agar perkuliahan bisa berjalan dengan baik. Ya hanya sekedar itu, karena mendengar pendapat – pendapat mahasiswa – mahasiswa di angkatan atas, kelas itu juga akan berlangsung sebentar. Karena pada akhirnya kita akan focus ke bidang kita masing – masing.

Semester satu, aku masih sering kuliah umum dimana semua mahasiswa ilkom 07, satu angkatan dikumpulkan dalam satu kelas besar. Seperti kuliah Kimia, Fisika, Biologi dan matematika dasar. Bisa dibayangkan dalam satu kelas ada lebih kurang 150 mahasiswa didalamnya, pastilah perkuliahan itu kurang efektif dan akan sulit buat mengenal semuanya.

Tapi ketika masuk semester II, kuliah umum itu sudah tidak ada, kita jadi sering kuliah satu kelas. Dan aku mulai merasakan banyak keragaman dikelas itu. Masing – masing punya ciri – ciri yang ngebedain satu sama lain. Ada yang selalu sibuk di organisasi, ada yang suka jodoh – jodohin satu dan lainnya, Ada yang suka ikut ngetawain yang lain, ada yang selalu jadi objek tertawaan, ada ada yang medok banget, dan ada yang padang banget, … Menurutku itulah yang membuat kelas A kaya.

Ya, kita itu emang komplit dan kalau boleh aku kasih istilah kita itu beragam dari sumatera hingga jawa. Ada irfan dari medan, ada aku, el, edo dan tika yang dari padang, ada lovi dengan bengkulunya, ada ririn dari Palembang, fajar dari lampung yang asli jawa, ada dinda yang dari rangkas Belitung, dini dari tangerangnya, wiwin dari indramayu, ica dari kuningan, aris dan didi dari Cirebon, wulan, dian dan Tebe dari Bogor, gina dari tasik, wanda dengan sukabuminya, arly yang dari banten,weni yang dari subang, dade dan Sheila yang asgar (asli garut), rindi dari cimahi, dan beberapa yang asli bandung seperti tari, sanggra, irfan Erika, deni, aci,enu-izah dan sidik.

Dan saking beragamnya, secara tidak sadar kelas kita menjadi terkotak – kotak, kita terbagi menjadi beberapa kelompok. Ya, aku paham kelompok – kelompok itu terbentuk karena ada persamaan dan perbedaan diantara kita baik itu persamaan budaya, cara pandang, kosan, pergaulan, bahasa, dan prinsip. Dan walaupun kita sempat dibilang tidak kompak karena paling susah buat diajak foto kelas tapi kita bisa membuktikan kalau kita tetap bisa kompak. Contohnya, dalam mengontrak matakuliah, sampai semester 3 ini, kita selalu mengontrak mata kuliah yang sama. Dimana kelas lain sudah berpencar dengan keinginannya masing –masing, dimana kelas lain telah sibuk dengan kegiatan nya masing2 tapi kita tetap bersama. Bersama dalam segala hal dan tidak jarang bersama dalam menyelesaikan tugas…(He..he..)

Selama tiga semester kebersamaan kita, cukup bagiku untuk bisa mengenal sifat dan watak masing- masing. Aku pernah merasa bahagia, aku merasakan sebuah kekompakkan dan aku pernah merasa kecewa dan sedih dikelas ini. Terkadang aku merasa kembali ke masa SMP kalau berada di kelas ini, karena
tingkah teman-teman yang seperti anak ABG yang suka menjodoh-jodohkan, menertawakan satu dan yang lainnya.

Over all, Apapun itu, bagaimanapun kita, dan apapun yang dibilang orang tentang kita, satu yang pasti, aku bangga bisa menjadi bagian dari kalian, aku bangga bisa kenal orang – orang hebat seperti kalian, teman –teman yang beragam yang mampu buat ku tersenyum dan bahkan tertawa hingga susah berhenti karena selalu saja ada objek yang bisa diketawaiin. Aku bersyukur pernah kenal kalian, teman -teman yang membuatku merasa punya keluarga baru disini. Ya keluarga yang apabila satu diantara kita punya masalah kita selesaikan bersama.

Aku berharap rasa itu akan terus ada sampai kita lulus dari P.Ilkom UPI ini, dan sampai nanti kita telah berhasil dan pulang ke asal masing – masing.

Teman –teman yang baca tulisan ini, aku berharap kita bisa tetap menjaga persahabatan dan persatuan itu, walaupun kita punya pergaulan dan pola pikir yang beda dan mungkin disemester akhir nanti kita akan terpencar tapi jangan jadikan itu bumerang melainkan perbedaan itulah yang membuat kita semakin kaya. Okay teman… kita harus tetap bersatu dan kompak sebagai keluarga besar ilkom A 07. Aku yakin kita BISA…..

G.A.N.B.A.T.E………..

Advertisements

Hari HIV AIDS sedunia

Mumpung dalam rangka Hari HIV AIDS sedunia yang di peringati setiap tanggal 1 Desember,
saya ingin mengulas sedikit tentang tema tersebut..

kalau kita dengar kata HIV atau AIDS, kita sering berfikiran penderitanya pasti orang yang nggak bener kalau nggak pengguna narkoba atau pekerja seks komersial atau sejenisnya lah..

Tapi jangan salah, tidak semua penderita HIV AIDS tersebut yang seperti itu, tidak sedikit dari mereka yang tertular dari orang2 yang nggak bener tersebut, padahal mereka tidak melakukan apa-apa.

Menurut Departemen Kesehatan bahwa penderita HIV AIDS di indonesia sampai maret 2008 mencapai 12 ribu penderita. Dan yang lebih parah lagi jawa barat menduduki peringkat kedua setelah kalimantan barat.

Nah saya ingin minta sedikit pendapat anda semua yang membaca tulisan ini, sebenarnya siapa sih yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini??
Apakah pemerintah, orang tua, atau diri kita sendiri??

Silahkan anda buat komentar anda dan kalau bisa apa upaya yang harus kita lakukan agar angka itu bisa berkurang…