Metamorfosis panggilan

Ini tentang saya, aku, gue, abdi, awak dan apapun itu panggilan untuk diri ini. Tentang panggilan saya yang mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya jenjang pendidikan. Seperti ini prosesnya

 Di akte Kelahiran nama lengkap saya “Elfa Sifiana Amir”, jangan tanyakan artinya karena sampai sekarang saya juga tidak tahu arti nama ini. Yang jelas nama saya ini adalah pemberian dari “Etek” (sebutan untuk adik perempuan dari ibu di Minang) saya. Dan Amir dibelakang nama ini adalah diambil dari nama Papa saya “Amiruddin”. Tapi, terkadang saya selalu lupa menambahkannya belakang nama saya, dan sering menuliskan “Elfa Silfiana” saja. Akibatnya jika Papa tahu itu, dia akan dengan ngotot bertanya pada saya, kok Amir nya ga ditulis? Dengan bermacam alasan dan argumentasi (nanti ga sesuai akte lah, ntar ribet ngurus-ngurus lagi lah) akan dikeluarkan hingga saya menyerah dan menuliskan “Amir” dibelakang nama saya. Yah, begitulah Papa, belakangan ini saya mengetahui dia seperti itu hanya agar semua orang tahu kalau Elfa Silfiana adalah anaknya. Mungkin itulah kebanggan seorang Ayah, ada namanya tertulis di belakang nama anaknya. Padahal bagi anaknya, itu adalah beban tersendiri, karena dia belum bisa buat bangga nama yang terpatri dibelakang namanya itu.

Continue reading

Saya Terpesona

Mereka tengah asyik menikmati sore dengan bermain bola dilapangang sebelah kampus

Sampai sekarang saya masih terpesona dengan anak – anak ini. Mereka yang sederhana dan apa adanya, menyimpan banyak cerita. Dibalik kepolosannya, tersimpan berjuta potensi. Dibalik raut wajahnya yang garang, tersimpan keramahan yang mengagumkan. Dibalik ketidakatahuannya, tersimpan keingintahuan yang luar biasa. Pagi saya disini tidak pernah alpa dari sapaan “Selamat pagi, bu” dari mereka. Siang saya, tidak pernah absen mendengar pekikan dan lari-larian mereka yang asyik memanfaatkan waktu istirahat. Sore saya selalu tersenyum melihat asyiknya mereka main bola di lapangan sebelah kampus.

Ini tentang mereka anak-anak papua yang duduk di bangku SD. Karena disini, bukan hanya untuk mereka yang duduk diperguruan tinggi saja, tapi juga untuk anak SD, SMP, dan SMA. Saya pernah berfikir, tidakkah mereka rindu pada orang tua nya nun jauh disana? Mereka masih sangat-sangat kecil. Bisakah mereka mengurusi dirinya sendiri? Tapi mereka tetap ceria disini. Mereka tetap belajar disini. Dan mereka masih bisa bermain. Continue reading

Semoga yang Kalian Cita – Citakan Tercapai..

Pasukan Pengibar Bendera

Ada sesuatu hal yang beda yang saya rasakan, ketika mengikuti upacara bendera disini. Di bandingkan dengan upacara bendera ketika masih SMA dulu, upacara bendera dalam rangka pembukaan masa orientasi mahasiswa di STKIP Surya ini sangat berbeda. Saya sangat menghayati tiap kegiatan yang berlangsung, dari pengibaran bendera, saat mendengar  lagu Indonesia raya di nyanyikan oleh tim paduan suara, saat mengheningkan cipta, saat semua peserta upacara menyanyikan garuda pancasila dan sampai saat mendengar amanat dari inspektur upacara. Yang saya rasakan tiap kegiatan demi kegiatan itu sangat kental suasana nasionalisnya. Disana saya melihat api kecintaan anak – anak papua itu pada negara ini yaitu ‘Indonesia’. Melihat mereka, anak-anak papua itu, yang tergabung sebagai pasukan pengibar bendera merah putih, melihat mereka, anak – anak papua itu, yang dengan semangat menyanyikan lagu – lagu nasionalis dalam tim paduan suara mereka, hati ini terenyuh dengan perasaan bangga dan haru. Continue reading

Syukur dan Sabar

Kupikir, mensyukuri setiap apapun yang kita terima dan kita jalani adalah cara yang paling bijak untuk menikmati hidup ini.

Yang kutahu, dengan bersyukur nikmat itu akan semakin bertambah.

Yang kutahu dengan bersyukur kesulitan yang dihadapi pun akan dibukakan jalan oleh Nya.

Jadi  masih ada alasankah untuk kita tidak bersyukur? Atau untuk yang sedang mengalami kesulitan hidup, syukur bisa berubah jadi sosok ‘ Sabar’. Dua kata kunci itu, mungkin perlu kita pelajari untuk bisa jadi orang yang bahagia dalam hidup.

Karena menurut saya mengumpat dan mengeluh tidak akan mendatangkan suatu kebaikan apapun.

Karena menyesali apa yang telah terjadi pun tidak akan merubah keadaan

Tapi permasalahannya, melaksanakan 2 kata itu tidak semudah menuliskannya.

Saya pun menyadari itu. Tapi yang pasti, 2 kata itu sangat indah. Yakin bisa membuat hidup ini indah dan menyenangkan.

[STKIP SURYA] Mereka Unik

SUMBER : METANEWS.COM

Waaaah, hari ini adalah hari ke-2 saya berada di lingkungan baru ini. Lingkungan baru apa? Dimana? Kok ga pernah kasih kabar sih sil? Hehe, baiklah saya akan mulai sedikit berbagi cerita disini.

Alhamdulillah, setelah lulus kuliah saya diterima bekerja di Surya Institute for Science, Computer and Math Education atau STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Surya. Ada yang tahu Bapak Yohanes Surya, ya beliaulah yang punya Sekolah Tinggi ini. Sebenarnya ada banyak alasan yang membuat saya tertarik dengan sekolah ini. Salah satu nya dari ke unikan sekolah ini yang mengajar anak – anak dari pedalaman papua. Mahasiswa disini bukanlah seperti mahasiswa di kebanyakan kampus yang beragam dengan kemampuan diatas rata-rata, melainkan anak – anak dari daerah papua yang dianggap paling bodoh. Continue reading