Akhirnya amanah pertama selesai juga..

Akhirnya amanah pertama di BEM KEMAKOM untuk periode 09/10 ini bisa berjalan dengan lancar. Walaupun sebelumnya banyak rintangan dan hambatan yang menghadang. Amanah yang kita beri nama dengan OVER CLOCKING BEM KEMAKOM FPMIPA itu menyisakan banyak pengalaman lucu dan mengharukan . Kenapa mesti over clocking?? Kenapa nggak seperti biasanya saja UPGRADING? Pertanyaan itu sempat dipertanyakan oleh Presiden KEMAKOM dan anggota lainnya, Ide nama itu awalnya muncul dari Yusuf(Ucup) salah anggota DPO yang dalam kegiatan ini diamanahi sebagai koordinator divisi logistik, alasannya sangat sederhana karena ingin punya nama baru yang tetap dalam bahasa computer. Sederhana sekali tapi ngena banget karena itu kita putuskan buat mengganti nya.

Mungkin banyak yang bertanya – tanya, kenapa segitu bahagianya sampai nulis segala, padahal kan ini cuma acara intern BEM saja. Benar sekali, Overclocking ini Cuma acara kecil yang ruang lingkupnya Cuma pengurus – pengurus BEM. Tapi bagi saya khususnya, dan teman – teman di DPO umumnya yang menyelenggarakan acara, ini bukan acara biasa yang bisa dilupakan begitu saja, karena dalam acara ini kita bisa merasakan arti kebersamaan, pengorbanan dan kekeluargaan itu. Selain itu ini adalah titik awal kita bekerja di sebuah organisasi yang kita sebut BEM KEMAKOM.

Yah seperti kebanyakan orang bilang, yang pertama itu sulit dilupakan, mungkin itu juga salah satu alasannya, dan yang terpenting kenapa saya menulis ini agar bisa selalu dikenang, bisa diambil ilmu dan hikmah khususnya buat saya dan yang lainnya.

Baiklah ini laporan saya tentang kegiatannya, Alhamdulillah dari 18 orang anggota DPO nggak ada satupun yang tidak hadir, semuanya datang dan ikut berpartisipasi. Itu nilai plus yang saya lihat dari anggota di DPO kali ini, walaupun jam kedatangannya beragam(hehe…ingat M o U ya).

kegiatan ini di ketuai oleh Nugraha Saeful Fajar yang biasa kita panggil dengan sebutan Nugi. Sekretaris oleh Ami dengan motto hidupnya “Duit..duit..duit..” (Heheh…Jadi tawa ndiri kalau ngingatnya), Bendahara ditangani Sofi yang masih rada – rada pendiam.

Kemudian di Divisi acara ada Arya yang dari aceh dengan gaya bicaranya yang khas, ada Edo dengan sejuta ide – ide yang cemerlang, ada Viki yang satu – satunya cowok tertua di DPO karena dari angkatan 2007 (Hehe piss viki) dan terakhir saya sendiri Elfa Silfiana(ho..ho..ho).

Lanjut ke Divisi Logistik, ada Yusuf atau yang biasa dipanggil Ucup dengan sikap cuek nya tapi tetap bertanggung jawab, trus Rendi yang mirip dengan kang Panji( kang Panji ternyata punya penerus…), ada Deni yang masih rada – rada diam, dan Dian yang dikira pendiam tenyata ketika bicara bikin orang ga berhenti tertawa…hahahha

Trus di PDD ada Gilang atau yang akrab dipanggil Kacang, ada Septiyadi yang ternyata berbakat jadi MC, ada El yang siap banget dengan plakatnya dan ternyata salah nulis bulan mei dengan april (hehe aya – aya wae)

Kita lanjut ke Konsumsi, di divisi konsumsi ada Trio Ibu – Ibu yang siap membuat kita – kita kenyang. Ada TIka , Ayu dan Wafda. Tapi sayangnya konsumsi Cuma buat pemateri..(uhh..jadi sedih..)Tapi ga apa – apa, tidak adanya konsumsi tidak sampai mengurangi semangat kita untuk berjuang. Yang penting acara kita sukses itu sudah cukup membuat kita kenyang, iya kan teman – teman???

Oh ya ada yang terlupakan , kira – kira siapa ya????Oh iya Pak Mentri DPO Muhammad Tri Ramdhani kalau saya bilang ada hal unik dalam hidup TRI ini…mau tahu???TRI Memiliki 3 (Three) kata TRI…

Yang pertama Namanya sendiri yang TRI, yang kedua Jabatannya yang sebagari menTRI DPO dan TRI yang ketiga adalah operator telepon cellular nya yang imTRI(im3)…bener kan?????(Heheh ga pa pa lah walau rada – rada maksa)..

Itu tadi selintas perkenalan dengan para panitia dari DPO..Selama kegiatan berlangsung alhamdulillah berjalan dengan lancar tidak ada masalah yang signifikan, pemateri datang tepat pada waktunya..

Pagi – pagi kita di semangati oleh Bang Mahmud Al- Hanafi dengan materi manajemen dirinya, seorang Trainer muda yang baru 2 bulan menikah dengan perempuan idamannya (buat akhwat- akhwat ga ada harapan lagi nih..). Beliau putra Bangka yang sekarang aktif di MASTER (Mata Air Surga Training Centre). Materi yang beliau sampaikan sangat luar biasa, bisa membuat peserta menangis dan tertawa. Terimakasih ya Bang atas ilmunya, mudah – mudahan bisa kami aplikasikan di kehidupan sehari –hari. Materi ini di moderator oleh Emilia Novianti dari Departemen Infokom, terimakasih atas partisipasinya..

Materi Kedua yaitu tentang Keormawaan yang disampaikan oleh mantan presiden Kemakom periode sebelumnya yaitu Kang Zulkifli yang sekarang menjabat sebagai wakil presiden BEM REMA UPI yang juga orang Minang (Hehehe..numpang eksis..). Dan yang bikin kita ketawa terus sampai ga bisa berenti adalah Dian sang moderator yang memoderatori acara dengan khas nya yang kocak (saya juga baru tahu …), Dian yang ketika rapat selalu diam dan jarang bicara ternyata ketika jadi moderator kocak abis… tetap semangat ya buat moderator di acara – ac ara selanjutnya (hahah…gue suka gay loe),dan buat Da zul,Terimakasih banyak da (sebutan akang buat orang padang, kan ga enak pakai akang segala) atas ilmunya mudah- mudahan kita bisa menjalankan amanah ini dengan baik.

Acara kita diakhiri oleh KH. Abdurrahman Yuri atau yang akrab dipanggil Aa Deda, Adik kandung aa Gym ini juga membuat kita tertawa ga berhenti ketika lelucon tentang WC nya (yang 90% gimana ekspresinya???Silahkan dicobakan sendiri..hahahha). Kewirausahaan itulah materi yang beliau sampaikan sesuai dengan cita – cita kemakom yang ingin lebih mandiri. Materi yang beliau sampaikan suskses membuat peserta ga bisa tidur yang juga dimoderatori dengan cantik oleh Merinda Sundari. Terimakasih aa atas sharing ilmu dan pengalamannya, mudah- mudahan kita bisa jadi pribadi – pribadi yang mampu berwirausaha dan mengaplikasikannya untuk memajukan kemakom. Begitu juga denga Ririn makasih atas partisipasinya…

Demikian laporan Kegiatan Over Clocking BEM KEMAKOM FPMIPA UPI, saya Elfa Silfiana melaporkan langsung dari kosan terimakasih (oii sadar…ini bukan pembacaan berita), eh maaf salah ya…

Yah, itu sepenggal kisah tentang kegiatan Over Clocking yang dilaksanakan Kamis, 21 Mei 09. Sebelum ditutup kisahnya saya ingin membuat sedikit kesimpulan atau pesan buat saya sendiri dan teman – teman di DPO

Saya sebagai salah satu staff DPO merasa senang banget bisa bekerja sama dengan teman – teman yang punya semangat dan kemampuan yang luar biasa. (termasuk kemampuan ngelawak…)

Over Clocking ini adalah kegiatan perdana kita, jangan puas dulu karena perjalanan kita masih sangat panjang, jangan sampai dengan berhasilnya acara kali ini kita merasa puas dan berhenti sampai disini. Jangan sampai ya…

Pertahankan terus semangat rela berkorban itu, karena kita bekerja di BEM tidak untuk mendapatkan gaji, kita hanya kerja sosial dan BEM ini memang diperuntukan bagi orang – orang yang punya jiwa sosial yang tinggi, dan saya sudah melihat itu di diri teman – teman semua. Dari acara pertama ini, semangat itu sudah ada dan sudah terbukti, mari kita pertahankan untuk kegiatan kita selanjutnya.

Dan terakhir, jangan lupa patuhi MOU yang telah kita buat demi kelancaran kegiatan selanjutnya…

(Mari kita teriakkan)

HIDUP MAHASISWA !!!!!

HIDUP MAHASISWA !!!!!

HIDUP MAHASISWA !!!!!

Advertisements

Berani untuk Hidup Berani bangkit dan terus berjuang

Sebuah tema yang datang ketika mendengar radio MQ disuatu malam. Tema yang bisa membangkitkan semangat ku untuk bangkit dan terus berjuang. Yah,salah satunya bangkit untuk kembali menulis di blog yang semakin berdebu ini. Karena beberapa alasan sehingga membuatku selalu merasa tidak punya cukup waktu untuk mengurusinya (halah…ngeles). Sebenarnya itu semua terjadi juga karena ketidak cerdasanku dalam mengatur waktu dan pikiran. Semoga kali ini aku bisa menulis sesuatu yang memberikan manfaat bagi diriku dan yang lainnya. Amin..

BISMILLAH..

Kehidupan adalah amanah yang diberikan Allah kepada setiap manusia, tidak selamanya senang, dan tidak selamanya sedih, keberanian untuk hidup berarti berani untuk menanggung setiap masalah – masalah yang hadir dalam hidup kita. Berani untuk hidup berarti bertanggung jawab penuh atas hidup yang telah dikaruniakan Allah pada kita.

Tapi kita sering khawatir dengan kelemahan – kelemahan yang kita miliki, kita gelisah dengan kekurangan diri sehingga tanpa di sadari sering keluar kata – kata menyerah, kata – kata negative, dan kata – kata tidak bersemangat yang pada akhirnya itulah yang semakin menjatuhkan . Yah tepat sekali, itu juga yang sering si aku alami.

Gimana sih, caranya agar kita senantiasa punya semangat untuk berani hidup berani bangkit dan terus berjuang. Dari perbincangan malam di Radio MQ . Ada beberapa point yang aku garis bawahi agar bisa mencapai nya :

  1. Awali segala urusan – urusan kita dengan bismillah..

Mari kita biasakan mengawali setiap kegiatan apapun yang kita lakukan sehari – hari dengan mengucapkan bismillah. Sebuah kata yang sangat sederhana tapi sering terlupakan dan berat untuk diucapkan. Dengan mengucapkan lafaz bismillah berarti kita telah mengikutsertakan Allah pada setiap langkah dalam hidup kita. Dan ketika kita dihadapkan dengan sebuah masalah, InsyaAllah kita akan tenang menghadapinya karena kita yakin akan keikutsertaaan Allah didalamnya.

  1. Mengganti segala kebiasan buruk dengan amal dan kegiatan yang bermanfaat.

Jika selama ini kita masih lalai dengan waktu – waktu yang dikaruaniakannya sekarang mari kita ganti kesia-siaan itu denga hal – hal yang bernilai ibadah. Misalnya, jika kita masih asyik nonton FILM sampai berjam – jam maka akan lebih baik kita ganti dengan mengulang pelajaran, membaca atau menghafal quran.

Mari sejenak kita berfikir, baik buruk atau orang ekonomi biasanya menyebut untung rugi yang akan kita dapati dari setiap kegiatan yang kita lakukan. Satu contoh tadi dari nonton FILM,kira – kira apa yang akan kita dapati? Kita mendapati, waktu kita yang habis dengan percuma, mata kita akan terbiasa dengan tontonan- tontonan yang banyak memperlihatkan kemaksiatan yang akan berefek pada pola pikir kita, ketagihan untuk menonton dan menonton terus yang berefek menurunnya budaya baca. Otak kita akan malas untuk berfikir dan menganalisa yang akan berdampak menurunnya prestasi belajar kita. Dan ini akan menjadi salah satu penyebab timbulnya keputus asaan dan malas untuk bangkit dan berjuang.

Makanya kita harus mengganti kebiasan bermalas- malasan itu dengan yang lebih bermanfaat. Ini cara yang bisa kita lakukan agar setiap langkah hidup kita bisa bernilai ibadah. Dengan begitu akan lahir lah semangat untuk bangkit dan terus berjuang.

  1. Yakinlah bahwa kita dilahirkan bukan untuk jadi orang yang berputus asa.

Kita tidak dilahirkan menjadi orang yang berputus asa melainkan menjadi orang seorang pemenang. Jika kita sudah yakin dengan hal tersebut, pikiran bawah sadar kita akan membawa kita untuk berani hidup dan bangkit dan terus berjuang menghadapi segala masalah hidup kita. Kita akan selalu berusaha mencari celah dan jalan untuk keluar dari kesempitan dan himpitan masalah itu. Semangat !!!!!

  1. Sabar dalam setiap ujian dan cobaan yang datang menghadang

Yah, sabar akan memberikan spirit baru dalam hidup kita ketika ujian itu datang. Sabar adalah cara paling bijak yang bisa kita lakukan ketika mulai lelah dengan beban hidup, karena dengan kesabaran Allah akan mengirimkan, Allah akan menunjukkan cara – cara yang tepat dan indah kepada kita untuk menyelesaikan semua masala itu. Yakinlah Allah tidak akan pernah menguji hambaNya melebihi dari kemampuan hambaNya. Allah telah mengukur segalanya, tidak ada yang kebetulan, tidak ada yang tertukar, Allah akan memberikan masalah itu tepat pada saat yang kita butuhkan. Karena ujian adalah cara Allah mengajarkan kita suatu ilmu dan ketika kita bisa sabar, kita akan merasakan begitu indahNya cinta Allah itu. Mudah – mudahan kita bisa menjadi orang- orang yang sabar ketika ditimpa ujian hidup. Amin…

  1. Dan akhiri lah segala nya dengan rasa syukur (Hamdallah)

Ketika telah berusaha maksimal dalam setiap langkah hidup jangan lupa bersyukur pada Allah SWT. Syukur merupakan wujud terimakasih kita pada yang maha pemilik segalaNya, karena telah mengiringi setiap langkah kita, menjaga kita dari kesia- siaan, mengkaruniakan kesabaran dalam kesulitan dan memberikan jawaban yang indah atas segalanya. Kepada manusia ketika kita diberi pertolongan kita akan berterimakasih, apalagi kepada Allah SWT, Tuhan yang telah memelihara dan melindungi kita.

Dan dengan syukur yang terucap dari mulut ini, maka kenikmatan dan kemudahan itu akan ditambah Allah kepada kita. Jadi tidak ada ruginya kita bersyukur kan???
Mari mulai sekarang kita biasakan mengucap hamdallah ketika mendapatkan kebaikan. Mudah – mudahan Allah akan selalu memberikan kemudahan dan jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi. Amin…ya rabbal alamin..

Itulah 5 point yang saya bisa saya simpulkan dari perbincangan malam di Radio MQ, mudah – mudahan kita bisa menjadi pribadi – pribadi yang senantiasa berani hidup, berani bangkit dan berjuang untuk menghadapi hidup ini. Karena hidup adalah sebuah nikmat yang tak ternilai harganya yang dikaruniakan Allah pada kita. Selagi nyawa masih dibadan jangan biarkan fikiran – fikiran negative merajai diri kita, lakukan yang terbaik untuk hidup yang cuma sebentar ini.

Oleh karena itu mari kita bangkit dan terus berjuang….

Allahu akbar….!!!!!!!