Andaikan Semua Dosen Seperti Ini…

Hoho, sebuah puisi yang sangat puitis dari pak Romi Satrio Wahono yang berjudul jangan todongkan sejata di kepalaku. Puisi yang mengungkapkan isi hati seorang dosen kepada mahasiswa nya, puisi ini sanggup membuat kami para mahasiswa pencari dosen ketawa ketiwi.  Silahkan di nikmati…

Wahai mahasiswaku …
Wahai pedjoeangku dan pengikut madzab penelitianku …

Aku tahu kelelahanmu dalam mengejar deadline tesismu
Aku pahami bagaimana penatnya dirimu …
Menatap masalah penelitianmu
Aku juga mengerti gelisahnya hatimu …
Melihat landasan teori dan data penelitianmu

Aku sadari bahwa tak banyak yang bisa aku lakukan untukmu

Tapi yakinlah, aku selalu berusaha mendukungmu
Mengarahkan topik penelitianmu dan memfokuskan pemikiran liarmu
Aku juga sediakan referensi dan literatur ilmiah terbaik untukmu
Termasuk langgankan digital library ACM dan IEEE untukmu

Tak ada yang harus kau balas dari semua dukunganku untukmu Continue reading

Advertisements

Inilah Perjuangan Kami, Para Saiyosakatoer’s…


Inilah kami Saiyosakato

Inilah kisah kami, 5 orang gadis minang yang  kuliah di UPI Bandung. Kami yang selalu menyebut kelompok kami dengan “SAIYOSAKATO”. Saiyosakato, ya..masih ada yang ingat? saya yakin, bagi blogger yang sudah tahu blog saya dari setahun yang lalu, mungkin sudah familiar dengan kata itu. Yups, dulu saya dan 2 orang teman saya ikut sebuah kontes dari Axioo, tepatnya Axioo Intel marketing award dan sempat masuk kategori 5 besar.  Beberapa kali postingan saya di blog ini, membahas tentang itu.

Yah, entah kenapa, saya selalu suka dengan kata itu. Saya pikir makna Saiyosakato bisa menjadi doa, untuk kami. Doa dan harapan agar bisa terus seiya dan sekata, agar kami bisa terus akur dan saling membantu. Makanya, sebelum kontes Axioo itupun, setiap tugas kelompok di kuliah kami pasti memberi nama kelompok kami dengan Saiyosakato.  Continue reading

Prioritas dari Sudut Pandang yang lain…

hmm…baru sadar…tampaknya benar juga bilang ada yang bilang dia dah cinta banget dengan kegiatan2 itu, ya…yang baru ia kenal ditempat ini…klo ucy pake istilah…” kegiatan baru mu mengalihkan duniamu kawan…”, dan ternyata bukan hanya aku yang merindukan mu di dunia lama…ada orang lain yang diam2 juga merindukan mu…(semoga kau pun bisa meluangkan sedikit waktu dan perhatian mu untuk nya…ia yang ada di dunia lama mu…)

Entahlah, satu pesan yang  nempel di wall saya ini sempat membuat saya uring – uringan juga. Uring- uringan ga jelas,

karena saya masih bertanya – tanya tentang siapa tuh orang. Penasaran, sekaligus merasa bersalah pada orang – orang yang merasakan hal itu. Bertanya, apakah selama ini langkah saya salah? Apakah saya terlalu cuek? Entahlah yang jelas itu yang mereka rasakan.

Dan akhirnya rasa penasaran itu, saya kalahkan dengan langsung bertanya pada orang yang mengirimkan wall itu. Langsung menembak, dan menebak orang  yang ia maksud. Tapi, dia ga memberikan jawaban konkrit seperti yang saya harapkan. Ucy teman yang mengirim wall itu, memberikan jawaban general yang intinya mah si sayah coba untuk seimbang, dengan dunia – dunia baru dan dunia lama.  Continue reading

[Foto]Pedagang Nasi Kuning pun ‘KREATIF’

 

Perhatikan Gambar diatas, Terlihat gerobak nasi kuning ini beda dengan gerobak lainnya

 

Bahkan ada plat nya juga

Inilah contoh kreatifitas. Bahkan gerobak nasi kuning sekalipun bisa dirubah sekeren ini. Foto ini saya ambil ketika berjalan dipasar Sagaranten SUKABUMI, ketika liburan beberapa hari yang lalu. Takjub dan salut, di Bandung yang katanya kota kreatifitas sekalipun, saya belum pernah menemukan gerobak nasi kuning yang sekreatif ini.

Ada yang terinspirasi untuk membuat hal yang sama?

Petualangan para Detektif mencari “SAGARANTEN”

 

Inilah kami para Detektif pencari "Segaranten" (bareng mama susan)

Ini adalah kisah detektif – detektifan saya dan 7 orang teman di Karisma. Sebut saja kami adalah Isil, Yuli, Pipih, Susan, Rino, Bambang, Kasmita, Frista (adalah nama sebenarnya) berencana pergi ke Sukabumi, bersilaturrahim kerumah salah satu staff Divisi Kreatif yaitu Susan. Di awal Susan memang sempat ragu dan terus bertanya, tentang kebenaran dan kesungguhan kami untuk pergi kerumahnya. Saya yang tidak tahu keadaan perjalanan menjawab dengan yakin “IYA Yakin”.

Bandung sampai Sukabumi bisa terlewati dengan lancar. Rino dengan tenang dan tanpa ragu mengendarai Bujojo (nama mobil hijau andalan Rino) sampai sukabumi. Ternyata oh ternyata, perjalanan mulai tersendat dan menemui jalan buntu, saat kami sampai di alun – alun kota sukabumi. Continue reading