[Project Peradaban 3] Ngaji (Menghafal) Alquran bersama Pasukan Bermain

Jpeg

Lagi ngaji bareng abang Shali, kakak Shalihah

Zahran punya beberapa teman bermain dirumah. Ada Kumi (meong), Abang Shali, Kakak Shaliha dan Robot. Sebenarnya boneka – boneka ini sudah ada sejak beberapa bulan yang lalu dapat dari Paket buku halo balita. Tapi baru beberapa minggu ini selama Ramadhan Zahran mulai asyik dengan boneka – boneka tangannya ini. Zahran memposisikan boneka – boneka tangan itu seperti temannya sendiri apalagi Kumi yang biasa dipanggi Meong oleh Zahran. Meong ini benar-benar paling disayang oleh Zahran bahkan diperlakukan seperti adik nya sendiri. Jika meong lapar, dia meminta umi untuk mimik in meong seperti dia mimik sama umi, Zahran suka bilang gini “mi, meong mimik mi, tutup mi”, akhirnya meong nya dimasukkan kedalam jilbab umi nya ga boleh keluar dari jilbab umi persis seperti ketika ia mimik sama umi. Dilain kesempatan meong diajak bobok bareng Zahran, dipakein selimut, dan ketika Zahran mandi meong juga diajak main air bareng.

Selama Ramadhan Zahran mulai kami perkenalkan secara intens dengan ibadah rutin. Seperti shalat, mengaji dan baca doa. Sebelum Ramadhan pun selalu juga diperkenalkan, tapi Zahran belum terlalu paham makna shalat, mengaji dan lainnya jadinya masih sering menangis ketika kami ajak shalat berjamaah dirumah. Bertepatan dengan Ramadhan, Zahran yang memasuki usia 22 bulan sedikit demi sedikit tahu dan bisa melafazkan sendiri kata “Shalat”, “Mengaji”. Walaupun yang dia tahu shalat itu, umi sama abi berdiri, rukuk sujud, duduk terus mulut komat kamit dan jari telunjuk bergerak. Dan dia sudah bisa ngikutin gerakan – gerakan shalat. Kalau ngaji itu yang Zahran tahu umi abi buka seperti buku terus suara nya dikeraskan, nah kalau ngaji dia sering coba ikuti gaya abi nya ngaji suara di iramakan terus sambil kening mengernyit dan kepala geleng-geleng, lucu kalau liat Zahran coba ngikutin abi nya ngaji.

Selama syawal, karena kami tidak mudik jadi punya banyak waktu bertiga dirumah. Momen ini kami manfaatkan untuk mengajak Zahran bermain sambil belajar. Momen yang menarik Zahran sekarang suka melibatkan pasukan bermainnya ketika Shalat, Mengaji dan berdoa. Berikut beberapa video yang sempat saya dokumentasikan ketika Zahran mengaji dengan meong, Abang Shali, Kakak Shali dan Robot.

Jpeg

Meong diajak ngaji

Dengan cara ini Zahran merasa belajar bersama, sehingga tidak membuat dia cepat bosan. Setelah video ini didokumentasikan, saya  putarkan  berulang – ulang video belajar menghafal ini kepada Zahran, tiap kali lihat video itu dia juga melafazkan ayat seperti divideo, sehingga secara tidak disadari 1 ayat di alfalaq jadi hafal sama Zahran.

Alhamdulillah sekarang Zahran kalau dipandu udah bisa ngikuti bacaan “Bismillahirrahmanirrahim”, satu ayat Alfalaq, dan doa sebelum tidur. Semoga seterusnya bisa sedikit demi sedikit bertambah hafalannya dan akhirnya bisa hafal 30 juz Alquran. Aamiin.

 

[Project Peradaban 2] Mendengarkan Alquran sedini Mungkin

Mari melanjutkan tulisan “Project Peradaban”. Mungkin ada yang ingat tulisan saya terdahulu yang berjudul “Impian untuk Zahran”.  Sebenarnya Project besar kami seperti yang tertulis di tulisan “Impian untuk Zahran” itu. Yaitu menghantarkannya jadi seorang penghafal Quran. Impian besar yang berat sekali rasanya bagi kami, tapi semoga Allah perkenankan impian kami itu jadi kenyataan. Aamiin

Sedikit banyak kami terinspirasi dengan setiap keluarga yang punya anak penghafal quran. Apalagi dalam satu keluarga ada 10 putra putri mereka yang hafal alquran. Sejak hamil saya beli buku kisah salah satu keluarga penghafal quran dan coba baca metode yang mereka gunakan.

Nah salah satu kesimpulan yang saya dapatkan dari keluarga – keluarga penghafal quran itu adalah mereka memperkenalkan anak – anak mereka sedini mungkin dengan Alquran. Yaps bahkan sejak dari kandungan Alquran sudah sering diperdengarkan pada janin yang ada diperut. Mengikuti metode tersebut, dari sejak dikandungan kami biasakan Zahran mendengarkan Alquran, baik saya yang baca langsung ataupun suami yang membacakan ke perut saya. Alhamdulillah setelah Zahran lahir kebiasaan itu kami coba teruskan. Berikut beberapa media yang kami gunakan untuk mendengarkan  Alquran pada Zahran :

1. Membacakan langsung

Saya dan suami membiasakan membacakan langsung ayat – ayat pendek di Alquran kepada Zahran. Zahran suka merespon bacaan itu dengan sebisanya. Saya sempat mendokumentasikan beberapa video saat Zahran kami bacakan langsung ayat Alquran.

2. Mendengarkan dari VCD

Saya sempat melupakan media ini, dulu sebelum melahirkan,kami sempat beli VCD juz 30 Al Juned. Saat menanti kelahiran sampai Zahran lahir saya  sering mendengarkan bacaan quran dari VCD Al-Juned tersebut. Saya suka bacaan beliau apalagi suaranya masih suara anak – anak jadi enak ngikutinnya.

3. Mendengarkan dari Laptop

Selain membacakan langsung, setelah Zahran lahir sampai usia 3 bulan saya biasakan memutar murotal Alquran dari laptop. Sampai – sampai laptop tidak mati seharian karena dibiarkan berputar terus sampai sore. Selain alasan diatas juga  agar tidak terasa sepi karena kondisi nya waktu itu siang hari saya dan Zahran cuma berdua dirumah. Abi Zahran di Depok, nenek dan kakek nya kerja. Alhamdulillah Zahran anteng dengernya.

 4. Mendengarkan dari Speaker Mini

 Nah ini media ini yang sampai sekarang juga masih kami manfaatkan. Ketika usia Zahran sudah 3 bulan keatas, akhirnya Zahran dibawa ke depok. Ketika di depok tiap pagi Zahran sering kami ajak keliling komplek dengan stroller nya, rasanya jalan kurang lengkap – muter dengan stroller tanpa ada murotalnya. Nah karena laptop tidak compatible untuk dibawa – bawa, sedangkan hp khawatir radiasi nya akhirnya kami menemukanlah speaker mini ini. Jadilah tiap pagi Zahran berkeliling komplek dengan speaker murotalnya Al Juned yang berisi surat Annas, Al Falaq dan Al-Ikhlas yang diputar berulang – ulang. Mungkin karena tiap pagi sering liat Zahran bersepeda dengan murotal dari speakernya, ketika pindah banyak tetangga yang merindukan Zahran dengan lantunan murotal dari speakernya.

Itu beberapa media yang kami gunakan dalam rangka membiasakan Zahran mendengar Alquran sedini mungkin. Di usia yang menjelang 2 tahun ini semakin asyik lagi ngajak Zahran belajar Alquran, tidak hanya mendengarkan tapi ia mulai bisa melafazkan..Ingin tahu?? Saya lanjutkan di postingan “Project Peradaban” Selanjutnya ya..

[Project Peradaban 1] Start from now

PicsArt_1437350610488Bulan syawal saatnya memulai hal baik. Setelah lama blog ini dibiarkan tinggal berdebu dan tak bertuan. Sekarang saatnya mulai memanfaatkan media bagus ini untuk mendokumentasikan yang sekarang saya sebut “Project Peradaban”.

Yaps, ini sebenarnya impian saya dulu ketika masih aktif ngeblog, jika punya anak nanti ingin menorehkan catatan tumbuh kembangnya di blog ini. Sehingga ketika memori saya tentang masa kecil nya terhapus oleh kerasnya zaman (eaaaa) blog ini bisa bercerita langsung buat dia, jujur apa adanya tanpa ada yang ditambah dan dikurangi.

Nah sekarang, saya sebenarnya hampir lost lebih kurang 2 tahun, karena putra saya sebentar lagi berusia 2 tahun. Tapi tidak ada kata terlambat, usia menjelang 2 tahun ini akan saya tulis sekecil apapun proses pendidikan yang kami lakukan buat dia “Anugrah Zahran Elfata”.

Saya beri nama “Project Peradaban” karena ini adalah Project Besar untuk masa depan. Sebagaimana kita tahu bahwa anak adalah investasi nyata orang tua.  Mau seperti apa anak kita 10 – 20 tahun mendatang, tergantung seperti apa kita mendidik nya dari sekarang.

Baik nantikan postingan “Project Peradaban”  selanjutnya ya. Doakan saya istiqomah menulis dan mendokumentasikannya. Semoga nantinya tulisan – tulisan ini bisa jadi tambahan masukan buat ibu – ibu yang membacanya juga.

Batas Mungkin dan Mustahil

Menjadi berbeda dengan lingkungan itu, unik. Unik karena kita tidak bisa berpatok dengan apa yang mereka, mayoritas lingkungan kita, lakukan. Kita tidak bisa berpedoman sepenuhnya pada mayoritas yang ada. Unik karena kita harus cari jalan lain dimana nanti berharap tetap bertemu pada 1 titik akhir yang sama bahkan lebih. Disini tantangannya menurut saya.

Menjadi berbeda dengan lingkungan dan berharap mendapatkan hasil yang sama itu yang terkadang mustahil tapi mungkin. Mungkin jika usaha yang kita lakukan lebih dari mayoritas yang lain. Mungkin jika disiplin dikedepankan. Mungkin jika kita selalu berada pada api semangat yang berkobar-kobar. Mungkin jika doa dan sujud kita pun lebih dari mayoritas yang lain. Tapi menjaga disiplin dan semangat agar bisa berbuat lebih itu lebih sulit dari kemustahilan itu.

Continue reading

Happy Birthday “Pangeran Kecil” Umi Abi

C360_2014-04-20-10-07-36-597Tanpa terasa sekarang sudah 1 tahun berlalu dari hari yang bersejarah itu. 27 September 2013 hari Jumat pukul 00.05 menit dengan melalui berbagai proses perjuangan, dari pembukaan lengkap, induksi dan berakhir dengan cesar akhirnya Allah beri kami kesempatan untuk bisa menatap pangeran kecil kami itu. Beribu syukur, beribu doa rasanya tidak cukup untuk mengungkapkan rasa syukur kami pada Nya. Pangeran kecil itu kami beri nama”Anugrah Zahran Elfata”. Yups, Dia adalah Anugrah terindah yang Allah berikan pada kami pada waktu yang tepat dan cara yang indah pastinya.

Hari ini, Zahran, begitu kami memanggilnya genap sudah 1 tahun usianya. Ia tumbuh dan berkembang dengan baik seperti teman – temannya yang lain. Berat badannya naik dari bulan ke bulan hingga ia selalu berada di garis teratas pada grafik pertumbuhan. Zahran yang dari hari ke hari selalu memberikan angin kesegaran pada kami, Ia tumbuh aktif, sehat, kuat, suka menyapa, suka berteman dengan siapa saja, suka mengikuti azan di mushala, suka mengikuti muratal quran dari speaker mini nya, suka makan buah dan sayur, selalu mengoceh-ngoceh dan mengajak ngomong semua orang, selalu semangat buat latihan berdiri dan berjalan dan banyak tingkah lucu nya yang lain yang selalu membuat kami terkagum-kagum dengan setiap perkembangannya dari hari ke hari.

Di usianya ke 6 bulan, Zahran lulus S1, Asi Ekslusif dari 0-6 bulan walaupun umi sudah harus kuliah dan bekerja disaat usianya 3 bulan. Untuk minum ASIP (Asi Perah) ia tahu yang terbaik untuk dirinya, Zahran memilih media yang di rekomendasikan AIMI yaitu cupfeeder. Zahran tidak suka minum melalui dot. Dari usia 6 bulan sampai sekarang ia mulai makan MPASI (Makanan Pendamping ASI) homemade dengan tanpa gula dan garam. Alhamdulillah tepat saat ulang tahunnya  hari ini Zahran juga berhasil lulus S2 (ASI sampai 1 tahun). Alhamdulillah akhirnya kami bisa berjuang sampai pada titik ini. Semoga bisa terus melanjutkan sampai S3 (ASI sampai 2 tahun).

 Untuk Pangeran Kecil Umi Abi, selamat ulang tahun yang pertama ya Nak.

Jadi anak pintar, sholeh, patuh sama umi abi, berbakti dan semoga jadi salah satu penjaga kalamullah.

Peluk Cium :*

Umi Abi

This slideshow requires JavaScript.

Happy 3 Months, Zahran

Camera 3603 bulan yang lalu, dihari yang sama, di Jumat yang barokah,  kita baru saja selesai berjuang. Berjuang antara hidup dan mati, agar kita bisa saling menatap. Alhamdulillah, akhirnya kita berhasil, walaupun dengan cara yang sebenarnya tidak pernah kita inginkan. Tapi pastinya itulah cara terbaik yang Allah pilihkan.

3 bulan yang lalu, dihari yang sama, di Jumat yang barokah, kau hadir setelah 9 bulan aku menantikanmu. Bisa memeluk erat tubuh mungil mu, mencium harumnya tubuhmu, mendengar tangis kecil mu. Rasanya semua sakit saat berjuang itu hilang begitu saja.

3 bulan yang lau, di hari yang sama, di Jumat yang barokah, hujan syukur membanjiri hatiku. Syukur atas kesempurnaan yang dberikan Allah padamu, syukur atas kesempurnaan yang Allah berikan padaku, Syukur karena saat itu rasanya aku jadi wanita yang sempurna. Karena saat itu aku dapat gelar yang paling mulia yaitu menjadi seorang “IBU”. Continue reading

Impian untuk Zahran

Kau tahu impian terbesar umi dan abi, nak? menghantarkanmu jadi penghafal Quran. Jauh sebelum kau hadir di rahim umi, umi dan abi sudah menancapkan cita – cita besar itu untukmu nak. Kenapa mesti penghafal Quran? Bukan menjadi dokter dan lainnya? mungkin engkau akan bertanya itu sayang. Umi dan abi tidak akan melarang dan mengekangmu nanti sayang, silahkan kau bercita-cita besar setinggi langit..mau jadi dokter, profesor, ataupun programmer itu terserahmu nak..tapi satu pinta umi dan abi, jadilah dokter..dokter yang hafal quran, jadilah profesor, profesor yang hafal quran, jadilah programmer, programmer yang hafal quran dan jadilah sesuatu..tapi sesuatu yang hafal quran.

Kau tahu nak, sekarang begitu banyak dokter berserakan dimana – mana, tapi sedikit sekali dokter yang hafal Quran, sedikit sekali dokter yang menjaga nilai – nilai Quran dalam menjalankan profesinya. Sehingga dalam mengobati pasien standarnya hanya duniawi semata. Kau tahu nak, sekarang juga banyak tersebar profesor dimana – mana. Bahkan, banyak sekali yang di usia muda sudah menyandang gelar profesor. Tapi sedikit sekali profesor yang hafal quran.  Yang bekerja atas dasar Quran. Kau tahu nak, programmer pun sudah sangat banyak bertebaran dimana-mana. Tapi sedikit sekali programmer yang hafal quran, sehingga program – program yang dibuatnya pun hanya orientasi dunia saja. Continue reading