Liburan ke Pulau Tidung Part 2

Baiklah, sekarang kita lanjutkan cerita liburan ke Pulau Tidung Part 2 nya. Kemaren sampai snorkling dan foto – foto dari bawah laut ya. Setelah puas snorkling dan berenang dilaut, sekarang  saatnya melanjutkan perjalanan ke jembatan cinta. Jarak jembatan cinta dari tempat snorkling harus ditempuh dengan perahu lebih kurang seperempat jam.

Seperti inilah Penampakan si "Jembatan Cinta"

Continue reading

Liburan ke Pulau Tidung Part 1

Saya dan 7 orang teman yang ikut ke pulau tidung

Akhirnya, tercapai juga cita – cita liburan ke pulau tidung. Rasanya kurang pas, kalau reportase perjalanan ke pulau yang indah ini, tidak di abadikan di blog ini. Semoga bisa jadi rekomendasi juga buat teman- teman blogger yang ingin berlibur kesini. Baiklah inilah kisah perjalanan kami ke pulau tidung.

Kami (saya dan 7 orang teman minang) berangkat hari sabtu pukul 02.00 dini hari dari Bandung menuju Muara Angke. Bandung – Muara angke ditempuh dalam waktu lebih kurang 3 jam, pukul 05.00 kami sampai di pom bensin dekat Muara Angke. Sebelum mengarungi lautan menuju pulau tidung, kami shalat, dan istirahat dulu sampai pukul 06.00.Yang tak terlupakan disini adalah antrinya yang sangat panjang untuk sekedar ke kamar mandi dan wudhu. Awalnya saya pikir, yang berangkat ke pulau tidung hanya kami ber-8 saja, ternyata gilaaa…ada ratusan orang yang sudah berkumpul di pom bensin ini.

Selesai memenuhi hajat (shalat dan istirahat), kami bertemu dengan tour guide yang akan memandu perjalanan kami di pulau tidung. Kami dipertemukan dengan rombongan yang lain, ada yang dari sukabumi, jakarta dll. Pokoknya kami 1 rombongan ada 15 orang, kami 8 orang dan ada 7 orang dari asal yang berbeda – beda. Setelah itu, kami capcus ke Muara angke, tempat kapal yang akan kami tumpangi ke Pulau tidung berlabuh. Perjalanan pom bensin ke Muara angke nya kami tempuh dengan berjalan kaki di jalan yang becek dengan bau amis yang menyengat (karena disini sekalian pasar ikan juga). Berjalan disini harus ekstra hati – hati deh pokoknya, kalau ga bisa kepeleset dan kotor deh dengan lumpur yang berbau ikan. Continue reading

[Sharing] Untuk di Ingat

Postingan ini hanya sebagai catatan pengingat buat saya. Kebetulan lagi baca buku “Mencari Mutiara di Dasar Hati” yang ditulis oleh Muhammad Nursani.

Buku ini berisikan nasehat – nasehat yang bisa buat tenang hati. Makanya tidak ada istilah tamat bagi saya buat baca buku yang satu ini, karena setiap saya butuh nasehat, buka buku ini dan pasti saya temukan nasehat itu. Kata-kata bagus yang saya temukan ingin saya tuliskan disini.

Berusaha sekuat tenaga menekan hawa nafsu itu adalah kelezatan. Kelezatan di atas kelezatan.” (Ahli Hikmah)

Rasulullah berdoa :

Ya Allah, sesungguhnya aku adalah manusia. Aku marah sebagaimana manusia marah. Maka siapa saja dari kaum muslimin yang merasa telah aku sakiti, aku caci, aku laknat dan aku cambuk, jadikanlah hal itu sebagai doa dan pembersih yang mendekatkannya kepada-Mu pada hari kiamat.

(HR.Bukhari dan Muslim)

Menurut Ibnul Qayyim rahimullah, Jika syaitan melihat seseorang memiliki kemauan yang lemah, cita – cita yang rendah, condong mengikuti hawa nafsu, maka syetan sangat menginginkannya, membantingnya dan mengekangnya dengan kekangan hawa nafsu dan kemudian mengendalikannya ke arah mana yang ia kehendaki.

Ada empat momen kebaikan tertentu, yang paling berat dilakukan. Yakni memaafkan ketika marah, berderma ketika pailit menjaga diri dari dosa(iffah) ketika sendirian, dan menyampaikan kebenaran pada orang yang ditakuti atau diharapkan.

Continue reading

Kehilangan Semangat Berbagi

Saya pikir judul itu yang tepat untuk dibubuhkan di postingan kali ini. Tulisan ini hanya  curcol belaka tentang saya yang off ngeblog hampir 1 bulan belakangan. Jika ada yang tiba – tiba terdampar disini, dan ternyata lagi punya banyak urusan yang lebih penting, saya sarankan segera selesaikan dulu urusan anda. Karena saya jamin, ini hanya sebuah curhatan seorang blogger gagal.

Kalau mau beralasan dengan kesibukan, saya rasa untuk saat ini, itu bukan alasan yang tepat. Karena memang, aktifitas pun sudah tidak sepadat bulan – bulan sebelumnya. Jadi apa dong????Mungkin lebih tepatnya kehilangan semangat berbagi, seperti judul postingan ini. Dan saya baru menyadari, ternyata kesibukan bukanlah alasan utama untuk tidak ngeblog atau berbagi. Karena jika dibandingkan dengan postingan pada bulan – bulan sibuk sebelumya,ini adalah waktu cukup panjang untuk  tidak update blog. Saat sibuk skripsi pun masih ada cerita yang bisa saya share disini, malah ketika skripsi selesai saya jadi stop update blog. (Hufftt..) Continue reading