Sebuah Harapan di Penghujung Sya’ban


Yah, malam ini ramadhan sudah tiba,umat muslim akan menjalani ibadah shalat tarawih pertama
Sementara aku masih sibuk degan segala aktifitas kampusku..
Astaghfirullah…mudah-mudahan segala kesibukan yang kujalani itu, tidak membuatku lalai dari ibadah, apalagi ibadah dibulan yang sangat istimewa ini.

Itu hal yang sangat aku takuti, ketika sadar semakin hari ramadhan semakin dekat..
Aku takut tidak bisa maksimal menjalani ramadhan karena kesibukan ku itu, aku takut tidak bisa menjalani target- target ibadahku hanya karena mengurusi duniawi..
Tidak…
Mudah-mudahan tidak, aku tidak boleh menjadikan semua kesibukan dan amanah yang ku emban sebagai alasan untuk tidak bisa maksimal di Ramadhan kali ini
Dipenghujung Sya’ban ini aku bertekad dan berjanji padamu Ya Allah akan menjalani Ramadhan ini dengan sungguh -sungguh dan harus lebih baik dari tahun kemaren.
Aku harus lebih disiplin lagi dengan setiap detik waktu yang akan ku jalani..Tidak boleh lagi ada waktu yang habis untuk hal yang sia – sia. Jangan biarkan mulut ini lepas dari al-quran. Dan yang pasti target ku harus lebih tinggi dari tahun kemaren.

Dan terakhir aku ingin minta maaf pada semua atas kesalahan baik yang ku sengaja dan tidak. Mudah-mudahan Ramadhan kali ini bisa kita jalani dengan lebih baik dan mendapatkan kemenangan di di Idul Fitri..amin

Advertisements

Aku Merasa Tertampar dan Malu Melihat Mereka..

Ternyata apa yang kita lihat dari luar belum tentu persis seperti itu dalamnya. Seperti manggis yang ketika kita lihat dari luar tampak hitam dan kotor ternyata didalamnya begitu putih. Yah, kira – kira seperti itu pelajaran dan ilmu yang ingin diberikan Allah padaku.

Begitu banyak orang yang ketika kita lihat dari luar seolah –olah berkecukupan dan berada, tapi dilihat lebih dekat jauh dari perkiraan awal. Hal itu terjadi karena ketegaran dan sifat pantang mengeluh dari orang – orang seperti itu. Aku salut sekaligus merasa malu ketika mengetahui kondisi sebenarnya orang-orang yang ku kira serba berkecukupan itu, aku baru menyadari ternyata masih banyak orang disekelilingku yang harus menahan lapar ketika cacing diperutnya mulai memanggil, aku baru tahu ternyata masih ada orang yang harus menahan keinginan nya untuk makan ketika teman-temannya yang lain dengan enaknya menyantap makanannya. Dan hebatnya mereka tidak pernah sedikitpun memperlihatkan kesulitan dan masalahnya didepan teman-temannya, apalagi untuk sekedar mengeluh, mungkin itu tidak pernah masuk dalam kamus hidupnya.

Malu, dan sekaligus merasa tertampar ketika tahu keadaan mereka yang sebenarnya. Aku merasa sangat kecil dan tidak ada apa-apanya dibanding dengan mereka yang bisa tegar dan selalu terlihat ceria dengan kesulitan yang mereka hadapi. Sedangkan aku? masih saja selalu merasa kekurangan walaupun uang jajan yang dikirim ortu tiap bulannya jauh lebih besar dari uang jajan yang mereka terima. Bahkan tidak jarang dari mulut ini keluar kata-kata mengeluh dan kurang bersyukur. Astaghfirullah hal’adzim…

Dan sekarang aku baru menyadari, ternyata inilah hikmah yang hendak diberikan Allah padaku lewat mereka orang – orang yang menginspirasiku. Selalu saja ada cara terindah yang diberikan Allah ketika hendak mengingatkan hambaNya. Salah satu nya dengan menakdirkanku kenal dan bekerja sama dengan orang – orang hebat seperti mereka.

I proud to their friend…Thanks GOD

Selalu Saja Ada Cara Yang Indah Diberikan Allah Untuk Menegur HambaNya..

Itu yang kualami beberapa hari belakangan. Allah mendekatkanku dengan orang – orang yang punya masalah yang sama dengan ku, agar aku bisa belajar dan sadar akan kesalahanku dalam menyikapi suatu masalah.

Mungkin sebelumnya aku terlalu merasa benar dengan apa yang kulakukan, mungkin aku sudah merasa berbuat yang terbaik, tanpa ada instrospeksi lebih dalam pada diriku. Hingga di hari itu, Allah mendatangkan seorang teman yang ingin curhat padaku. Padahal sebelumnya kami tidak terlalau dekat, kami hanya kenal sebatas teman tidak lebih dari itu.

Singkat cerita teman itu curhat mengenai masalah yang ia alami, yang kebetulan hampir mirip dengan masalah yang kualami. Tapi yang membuat ku kagum, cara ia menyikapi masalahnya yang membuat ku berfikir ulang tentang sikap ku dalam menyikapi masalah ku…

Tidak hanya melalui teman yang mampu membuat ku berfikir panjang tentang masalah ku itu,masih ada beberapa cara yang indah yang Allah berikan pada ku. Ketika membaca alquran setelah shalat maghrib, kusempatkan membaca terjemahannya dan tanpa disengaja ayat yang sedang ku baca itu, adalah solusi – solusi dari semua permasalahan ku selama ini. Seolah – olah Allah menasehati ku langsung dari ayat –ayatnya. Dengan ayat itu semakin membuat ku menyadari bahwa ada sesuatu yang salah pada diriku dalam menyikapi masalah.

Dan Allah menyimpulkan semuanya dengan tema bincang malam di radio mq yang pas banget dengan masalahku pada malam harinya. Dan akhirnya aku menyadari, ternyata aku tidak ikhlas degan semuanya, karena dengan masalah itu tidak membuatku menjadi lebih baik, malah semakin rendah di hadapan Allah. Ternyata jarak antara ikhlas dan tidak ikhlas itu tipis banget, susah untuk menyadari kalau kita sedang tidak ikhlas.

Yah, selalu saja ada cara yang indah dikirimkan Allah untuk menegur hambaNya. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Engkau masih memberiku kesempatan untuk introspeksi diri. Engkau mengirimkan cara – cara terindah untuk menasehatiku. Tuntun aku ya Allah agar aku tidak salah jalan. Amin…