Allah Masih Sayang Kita, Teman

Aku fikir ini sesuatu yang patut untuk kita renungi.  Bukan sekedar untuk menyelesaikannya, dan membiarkannya berlalu begitu saja. Tidak . . Tidak ku yakin bukan itu tujuan Nya memberikan ini pada kita.

Ku yakin, ada banyak pelajaran yang bisa ambil dari keteledoran ini.

Bukan untuk yang pertama atau yang kedua, tapi ini sudah yang ketiga kalinya teman..

Dan ku yakin, ada pelajaran berharga yang hendak Ia berikan pada kita..

Pelajaran tentang ketelitian, tentang kehati – hatian, dan sebuah keyakinan. Keyakinan akan segala sesuatu yang ia tetapkan. Keyakinan tentang rezki yang sepenuhnya datang dari Nya, dan keyakinan akan keberserahan pada Nya.

Mungkin semangat kita untuk berserah pada Nya yang mulai mengendor, mungkin Dhuha kita yang sudah mulai berkurang atau mungkin sedekah kita yang tidak ada peningkatan. Entahlah dan apapun itu, semuanya patut kita jadikan pelajaran teman..

Beruntung Dia masih sangat sayang pada kita, selalu saja ada kejadian yang ia kirimkan untuk menyelematkan situasi yang genting itu. Dengan cara – caranya yang indah tentunya. Nah, nikmatnya mana lagi yang kita dustakan?

Dan kejadian pagi ini, semakin meyakinkanku bahwa ternyata Dia begitu sayang pada kita. Yang Ia inginkan hanya kita ingat, dan mengambil pelajaran dari itu semua.

Maafkan Aku yang Egois

Yah, selalu aku kalah. Kalah dengan sifatku sendiri. Kalah dengan setiap ego ku yang selalu ingin dimengerti. Terkadang aku benci dengan diri ini, dengan segala sifat negatif yang tidak pernah bisa berubah.

Entah sudah berapa banyak orang – orang yang tersakiti karena sifatku ini. Entah sudah berapa banyak orang yang kecewa dengan diri ini. Bahkan untuk hal – hal kecil yang seharusnya tidak menjadi masalah.

Maaf…maaf…maaf

Hanya ingin minta maaf pada semua orang – orang yang pernah terkecewakan..

Hanya ingin minta sedikit maaf dan kelapangan atas sifat – sifatku yang tidak baik pada semuanya..

Maaf atas perkataan ini yang tidak sesuai tempatnya..

Entahlah, terkadang ketika ego itu muncul aku seolah tidak peduli dengan semua nasehat yang datang..

Entahlah, ketika emosi itu berada di puncak tak ada satupun yang bisa meredamnya…

Hingga sesal saja lah yang tersisa di hati…

Maaf..Maaf ..dan Maaf

Maaf pada Mu ya Allah, atas kegagalanku mempertahankan komitmen ku pada Mu..

Maaf atas kekalahanku melawan ego yang sudah terlalu besar ini..

Maafkan Aku yang Egois ini…

= Untuk semua yang merasa pernah tersakiti oleh diri ini=