Happy 3 Months, Zahran

Camera 3603 bulan yang lalu, dihari yang sama, di Jumat yang barokah,  kita baru saja selesai berjuang. Berjuang antara hidup dan mati, agar kita bisa saling menatap. Alhamdulillah, akhirnya kita berhasil, walaupun dengan cara yang sebenarnya tidak pernah kita inginkan. Tapi pastinya itulah cara terbaik yang Allah pilihkan.

3 bulan yang lalu, dihari yang sama, di Jumat yang barokah, kau hadir setelah 9 bulan aku menantikanmu. Bisa memeluk erat tubuh mungil mu, mencium harumnya tubuhmu, mendengar tangis kecil mu. Rasanya semua sakit saat berjuang itu hilang begitu saja.

3 bulan yang lau, di hari yang sama, di Jumat yang barokah, hujan syukur membanjiri hatiku. Syukur atas kesempurnaan yang dberikan Allah padamu, syukur atas kesempurnaan yang Allah berikan padaku, Syukur karena saat itu rasanya aku jadi wanita yang sempurna. Karena saat itu aku dapat gelar yang paling mulia yaitu menjadi seorang “IBU”. Continue reading

Impian untuk Zahran

Kau tahu impian terbesar umi dan abi, nak? menghantarkanmu jadi penghafal Quran. Jauh sebelum kau hadir di rahim umi, umi dan abi sudah menancapkan cita – cita besar itu untukmu nak. Kenapa mesti penghafal Quran? Bukan menjadi dokter dan lainnya? mungkin engkau akan bertanya itu sayang. Umi dan abi tidak akan melarang dan mengekangmu nanti sayang, silahkan kau bercita-cita besar setinggi langit..mau jadi dokter, profesor, ataupun programmer itu terserahmu nak..tapi satu pinta umi dan abi, jadilah dokter..dokter yang hafal quran, jadilah profesor, profesor yang hafal quran, jadilah programmer, programmer yang hafal quran dan jadilah sesuatu..tapi sesuatu yang hafal quran.

Kau tahu nak, sekarang begitu banyak dokter berserakan dimana – mana, tapi sedikit sekali dokter yang hafal Quran, sedikit sekali dokter yang menjaga nilai – nilai Quran dalam menjalankan profesinya. Sehingga dalam mengobati pasien standarnya hanya duniawi semata. Kau tahu nak, sekarang juga banyak tersebar profesor dimana – mana. Bahkan, banyak sekali yang di usia muda sudah menyandang gelar profesor. Tapi sedikit sekali profesor yang hafal quran.  Yang bekerja atas dasar Quran. Kau tahu nak, programmer pun sudah sangat banyak bertebaran dimana-mana. Tapi sedikit sekali programmer yang hafal quran, sehingga program – program yang dibuatnya pun hanya orientasi dunia saja. Continue reading