[Nostalgia] Kita Bukan Bocah Lagi ^^

Isil, Yana, Resi

Ini cerita nostalgia. Nostalgia saya dan 2 orang teman saat masih SMP. Sebut saja kami adalah Isil (Saya), Resi dan Yana (Adalah nama yang sebenarnya).

Resi

Resi, dia adalah teman terlama yang sampai  sekarang dekat dengan saya. Kenapa? Karena kami selalu bareng dari SD, SMP, SMA bahkan kuliah pun masih di kota yang sama, yaitu Bandung. Resi di UNPAD dan saya di UPI. Jika ingin tahu cerita lengkap tentang resi, saya pernah tulis disini. Pokoknya ada banyak kemiripan saya dan resi yang membuat kita masih dekat sampai sekarang, salah satu nya dalam hal berat badan.hahaha (ini yang sampai sekarang tidak pernah kami lupa). Continue reading

My Graduation

Hadiah - Hadiah Wisuda

Toga, ijazah, plakat, bunga dan ucapan selamat barang – barang yang paling banyak ditemui di hari itu. Dimana – mana terlihat orang – orang yang menggunakan toga. Dimana – mana banyak orang yang memegang ijzah dan plakat, dan begitu banyak teman – teman dan saudara yang datang membawa bunga serta mengucapkan selamat. Ternyata seperti itulah hari istimewa itu. Yap, hari di resmikannya status sarjana itu.

Seketika UPI berubah menjadi lautan manusia, ada ribuan mahasiswa UPI yang diwisuda hari itu (15/8/11). Mulai dari yang bergelar doktor, master, sarjana, dan sarjana muda. Setelah acara wisuda di Gymnasium selesai, satu persatu teman – teman  datang menyambut dengan yang membawa bunga, buku sampai surat. Continue reading

Semakin Bangga Jadi “Guru”

Saya bangga menjadi seorang “Guru”. Guru yang bukan hanya berperan sebagai pengajar tapi juga pendidik. Rasa itu semakin bertambah sejak saya mengambil judul skripsi berhubungan dengan “Pendidikan Karakter”. Ada nilai lain yang bisa di berikan ke siswa – siswa, selain materi pelajaran. Ya, nilai – nilai luhur yang seharusnya mereka miliki untuk menjadi orang yang baik. Ditambah lagi, dengan masalah negeri ini yang tak kunjung selesai, yang ternyata akar dari semua permasalahan itu adalah merosotnya “Karakter” bangsa. Dan itu semua adalah buah dari pendidikan.

Ada saja hal – hal yang saya temui, yang semakin membuat saya ingin bilang “Hello World, I’m a Teacher and I’m proud to be a teacher”. Melihat berita di TV, melihat teman – teman yang dari jurusan nonpendidikan banyak yang ingin jadi pendidik, melihat siswa – siswa SMA, dan ketika mendengar ceramah tentang ibadah yang amalnya tidak pernah putus semuanya semakin menambah rasa itu. Bahkan ketika ada tawaran untuk bekerja di kantoran yang kerjaannya tidak mengajar, saya akan jadikan pilihan terakhir untuk dipertimbangkan. Karena saya ingin “mengajar” dan “mendidik” itu yang sering yang saya kasih tahu pada ‘Ibu’ ketika menawarkan ada kerjaan di kantornya.

Continue reading