[Film] Serdadu Kumbang : Pendidikan, Persahabatan, Kekeluargaan, Religius

“Serdadu Kumbang” Film yang perdana ditayangkan tanggal 16 Juni 2011 ini, sanggup mengaduk – ngaduk emosi penonton yang menontonnya. Kisah Amek (Muhammad) seorang anak asal NTB yang memiliki bibir sumbing dengan segala lika – liku hidup serta permasalahannya. Amek yang setiap harinya selalu di temani oleh dua orang temannya Acan dan Umbe, mampu menampilkan nilai – nilai persahabatan yang tulus. Acan dan Umbe yang tidak pernah minder berteman dengan Amek yang memilki bibir sumbing, dan begitu juga dengan Amek yang mau berkorban mengaku berbuat salah pada Pak Alim (guru yang sering menghukum mereka) agar teman – temannya bisa mengikuti ulangan.

Tidak hanya nilai persahabatan, pendidikan karakternya juga sangat kental ditampilkan, nilai – nilai kejujuran yang harus di junjung tinggi, nilai kerja keras, termasuk cara mengajar yang baik bagi guru, bukan dengan kekerasan semata. Kisah seorang guru wanita yang menentang sistem kedisiplinan disekolah yang selalu dilakukan dengan kekerasan, bahkan ia rela keluar dari sekolah jika cara itu masih diterapkan. Selain itu, dampak negatif Ujian Nasional juga sedikit diperlihatkan di film ini, ketika kakak perempuan Amek ,(Minun), yang sangat pintar dan selalu juara kelas, dengan semua temannya tidak lulus UN. Minun dengan perasaan sedih berlari menuju sebuah pohon besar, tempat ia dan teman-temannya menggantungkan harapan, untuk menurunkan kembali botol yang berisi kertas harapan itu. Saat akan mengambil, ternyata Minun jatuh dari pohon dan akhirnya meninggal dunia. Continue reading

[CERPEN] Sepucuk Surat Untuk Akhirat

Entah kenapa ayah membeli sebuah rumah dekat pemakaman. Saat ditanya, beliau hanya menjawab, “biar kita selalu inget mati”. Ya, emang bener, tapi resikonya tiap malem serasa ditemenin orang mati, apalagi waktu harus pergi ke kamar mandi sendiri.. hhhiiii, merinding disko deh bro..

Tiap sore, melepas lelah setelah kuliah. Aku duduk diserambi rumah, memandangi deretan kuburan, dan beberapa bunga kemboja yang khas wanginya. Awalnya merasa takut, tapi setelah enam bulan berlalu, jadi terbiasa, bahkan sesekali memberanikan diri keluar malam hari, tau aja ketemu kuntilanak cantik,, heu,, jangan sampe deh.

Dua minggu yang lalu, ada seorang ibu yang meninggal. Ia dimakamkan tepat dibawah pohon kamboja tua. Mulai dari hari itu, makam itu menjadi favoritku. Bukan makamnya, tapi bocah kecil yang selalu datang tiap jam 5 sore, dengan membawa selembar kertas. Continue reading

Penulis Tamu

Suatu hari seorang teman sekelas saya yang juga blogger, Dinda Agus Triana, buat status di Facebooknya seperti ini

kepikiran, kapan-kapan mau numpang cerita di blog temen ahh.. tau aja, dapet banyak masukan.. Elfa Silfiana, Novita Wandasari, Dini Adistiani, Gina Rahayu, cuma satu post aja kok,, hehe.

Spontan saya menjawab, “boleh,..boleh, mulai dari sekarang juga bisa, kebetulan lagi males nulis hehehe“. Dasar si isil, tetep aja ya males update..hoho (semoga setelah lulus, punya banyak waktu buat update blog ini)

Dinda, yang memberi nama blognya dengan Celoteh ini biasa menulis cerpen – cerpen di blognya. Dan jangan kaget, kalau di blog saya nantinya akan ada beberapa cerpen – cerpen yang pastinya itu tulisan Dinda. Setelah postingan ini saya akan publish satu cerpen yang ditulis dinda yang berjudul “Sepucuk Surat Untuk Akhirat”. Selamat menikmati, oh ya Dinda berharap dapat masukan dari teman – teman semua, tentang cerpennya. Dan jika berkenan, jangan lupa tinggalkan komentar ya di cerpen – cerpennya Dinda.

Terimakasih untuk Semuanya ^_^

Foto dengan teman - teman seperjuangan

Semua beban, cemas, deg-degan, gelisah yang menumpuk di detik – detik pengeksekusian sidang skripsi, akhirnya bisa berakhir lega, plong ketika keluar dari ruang panas itu. Saat – saat penantian itu adalah saat yang paling tidak saya sukai, karena ada banyak gejala – gejala aneh yang dirasakan. Gejalanya seperti tidak selera makan, telapak tangan tiba2 menjadi dingin, badan menjadi panas, jantung berdegup kencang dan pikiran melayang kemana – mana. Hal itu selalu saya rasakan ketika berhadapan dengan situasi tertentu. Seperti ketika pertama kali mau ngajar di depan kelas saat PLP, saat menunggu presentasi PMW, saat akan penelitian, prasidang dan terakhir hari ini saat sidang skripsi. Continue reading

Bukan Pada Waktu Sisa, tapi Menyediakan Waktu Khusus

Sudah cukup lama juga, tidak menorehkan tulisan diblog ini. Bukanlah karena kesibukan dan sempitnya waktu luang, melainkan hanya karena mood dan keingina yang susah ditaklukkan.

Tulisan kali ini lebih spesifik sebagai pengingat buat diri saya pribadi, dan jika ada ilmu yang bisa di ambil oleh blogger yang berkunjung, saya lebih senang lagi.

Ini tentang interaksi kita dengan Alquran. Tentang Mukjizat dan warisan yang ditinggalkan oleh nabi Muhammad SAW. Saya teringatkan dengan kisah Ustdzah Yoyoh Yusroh yang beberapa hari lalu meninggalkan kita. Tentang beliau yang tidak lepas dengan Alquran. Bahkan ketika di mobil, dia punya tempat idaman yang beliau namai pojok tilawah. Tempat, ia lantunkan tilawah alqurannya ketika berada diperjalanan. Di pojok tilawahnya itulah beliau di ambil oleh yang maha kuasa dalam kecelakaan naas itu. Continue reading