Tentang Segumpal Daging, Sumber Rasa Itu

Terkadang tanpa direncanakan, ada begitu banyak hal yang ingin kuceritakan disini. Bahkan dari hal yang sangat kecil seperti semut pun punya cerita unik yang bisa ditulis. Dan ada saatnya juga, aku diam dan tidak bisa menulis apa – apa walaupun hanya satu kalimat. Persis seperti aku di 2 minggu terakhir ini. Bukan tidak ada waktu, bukan pula tidak ada akses internet, hanya karena aku tidak menemukan rasa. Entahlah, sulit untuk menjelaskan seperti apakah rasa itu, yang jelas rasa itu sangat berpengaruh pada tulisanku, pada semangat menulisku, dan pada gaya bahasaku.

Aku tidak tahu, apakah fenomena ini juga terjadi pada teman-teman narablog yang lain atau hanya aku saja yang mengalaminya. Tentang rasa itu, sekarang ia berwujud seperti tulisan ini. Yah itulah rasa yang kusebut itu. Ketika rasa itu datang, aku bisa tidak kenal waktu, tidak peduli tengah malam, pagi buta, siang bolong, ataupun sore hari, ada atau tidak ada internet, rasa itu akan kutuliskan dimana saja, walaupun hanya di ms.word ataupun notepad. Ajaib memang rasa itu. Tapi, aku jadi orang yang ketergantungan akan rasa itu. Ketika hatiku tak mampu menangkap rasa itu, yah akupun jadi orang yang datar dan tak mampu menuliskan apa – apa. Continue reading

Advertisements

Di Penghujung 22

Tinggal hitungan jam, angka 22 akan berubah bentuk menjadi 23.

Tidak mudah rasanya, beralih dari angka 22 menjadi 23.

Bagaimanapun juga

Angka itu yang menghantarkanku menyelesaikan jenjang pendidikan S1

Angka itu jua yang menemaniku, berjuang membangun usaha (Prima Riau Holiday Gerlong) dengan teman – teman

Angka itupun yang menyaksikanku, ketika wawancara kerja hingga masuk kerja pertama.

Dan sekarang dipenghujung usia 22 tahun ini, ku ingin berucap syukur pada Mu ya Allah terimakasih untuk  iman dan islam, untuk kesetianMu mencintaiku, untuk teguran-teguran Mu, kenikmatan yang Engkau hadirkan di setiap ruku’ dan sujudku, untuk usiaku, untuk orang – orang luar biasa di sekelilingku, untuk udaraMu, untuk cahaya Mu, tanah Mu, hujan Mu, awan Mu, bintang Mu, siang Mu, malam Mu,  untuk malaikat yang sengaja Engkau ciptakan untuk mengiringiku, untuk perasaan selalu dijaga dan dilindungi, untuk rizqi, jodoh dan maut yang Engkau janjikan, untuk segenap nikmat dari awal Kau tiupkan ruh ke jasadku.

Dan berharap di angka yang akan bertambah selanjutnya, aku masih bisa merasakan nikmat – nikmat Mu yang seluas langit dan bumi. Sebelum masuk angka 23 ku ingin introspeksi diri, atas kesalahan – kesalahan yang pernah di perbuat.

Jika berkenan, mohon tuliskan disini keburukan – keburukan si aku yang pernah teman – teman temui (jika tidak mau menuliskan nama juga tdk apa – apa, dan harap dijawab jujur).Semoga bisa diperbaiki di angka selanjutnya. Terimakasih

werden selbst

Menjadi mereka seolah menyenangkan
Menjadi dia seakan membanggakan
tapi menjadi aku adalah kepastian
 
Aku tidak ingin senang jika harus jadi mereka
Aku tidak mau dibanggakan jika haru jadi dia
 
Biarlah aku sempurna menjadi diriku
Sempurna dengan semua usahaku
Sempurna dengan semua perjuanganku
Karena Aku ditakdirkan Tuhan untuk menjadi Aku
bukanlah mereka ataupun dia.