“Cara Nya Selalu Lebih Indah dari Sangkaan Kita”

“CaraNya selalu lebih indah dari sangkaan kita”

Aku percaya dengan kalimat itu. Selalu yakin bahwa cara Nya selalu lebih Indah dari apa yang kita fikir kan. Setiap kejadian – kejadian yang Ia takdir kan dalam hidupku, Ia berikan dengan cara yang tidak biasa. Walaupun di awal menurut pikiran kita sebagai manusia adalah sebuah masalah, tidak menyenangkan, tidak sesuai dengan harapan kita, tapi yakin lah di akhir Ia telah menyiapkan sesuatu yang Indah yang jauh dari sangkaan kita. Seperti beberapa peristiwa yang terjadi dalam hidupku beberapa bulan yang lalu.

Mungkin beberapa teman blogger ada yang tahu, 4 April 2012 aku menikah. Alhamdulillah Allah pertemukan aku dengan  imamku jauh lebih cepat dari waktu yang ku targetkan dan jauh dari yang kubayangkan. Tentang cerita ini aku sudah menuliskannya di tulisanku sebelumnya. Untuk nikmat inipun sampai sekarang syukurku belum habis. Continue reading

Advertisements

Ini Tentang “Syukur”

Ini tentang “Syukur”, tentang bentuk terimakasih kita atas kemurahan Nya memberi berjuta nikmat di hari – hari kita.

Untuk setiap udara (Oksigen) yang Ia sediakan secara gratis sehingga kita masih bisa bernafas.

Untuk setiap kesehatan tubuh ini yang Ia pelihara walau terkadang sering kita abaikan.

Untuk nikmat Iman yang masih Ia anugerahkan walau sering kita balas dengan kelalaian.

Untuk nikmat Islam, untuk nikmat Kekeluargaan, nikmat persaudaraan, nikmat kecukupan rezki, nikmat ilmu yang bermanfaat, nikmat cinta, dan beribu nikmat lainnya yang jika setiap pohon yang ada di dunia ini dijadikan pena nya, dan air laut sebagai tinta nya tidak akan sanggup untuk menuliskan semua nikmat yang telah begitu banyak Ia anugerahkan pada kita.

Sekali lagi ini tentang “Syukur”. Tentang amalan hati yang ketika dikerjakan akan menambah nikmat yang sudah ada.

Tentang kata ” Alhamdulillah” yang sederhana, tapi berefek luar biasa.

Tentang kata ” Terimakasih” yang singkat, tapi membawa efek yang sangat mantap.

Tentang kata “Thanks God” yang mampu mengalirkan energi positif ke seluruh tubuh secara tiba – tiba.

Yah, benar, ini tentang “Syukur”.

Tentang kebahagiaan tak terhingga yang di dapatkan ketika syukur itu ada.

Tentang ukuran hati yang tiba – tiba menjadi sangat luas ketika kata itu terucap.

Betul, lagi – lagi ini tentang syukur.

Tentang Orang tua yang masih diberi kesehatan dan kekuatan.

Tentang Kakak yang lancar dalam ujian compre nya.

Tentang list – list pekerjaan ku yang bisa terselesaikan dengan baik.

Tentang tanggal 29 februari yang bisa kembali kurasakan, setelah 4 tahun yang lalu.

Tentang anugerah usia, iman dan islam ini. Yah, ternyata ini tentang “Syukur”.

Syukur dan Sabar

Kupikir, mensyukuri setiap apapun yang kita terima dan kita jalani adalah cara yang paling bijak untuk menikmati hidup ini.

Yang kutahu, dengan bersyukur nikmat itu akan semakin bertambah.

Yang kutahu dengan bersyukur kesulitan yang dihadapi pun akan dibukakan jalan oleh Nya.

Jadi  masih ada alasankah untuk kita tidak bersyukur? Atau untuk yang sedang mengalami kesulitan hidup, syukur bisa berubah jadi sosok ‘ Sabar’. Dua kata kunci itu, mungkin perlu kita pelajari untuk bisa jadi orang yang bahagia dalam hidup.

Karena menurut saya mengumpat dan mengeluh tidak akan mendatangkan suatu kebaikan apapun.

Karena menyesali apa yang telah terjadi pun tidak akan merubah keadaan

Tapi permasalahannya, melaksanakan 2 kata itu tidak semudah menuliskannya.

Saya pun menyadari itu. Tapi yang pasti, 2 kata itu sangat indah. Yakin bisa membuat hidup ini indah dan menyenangkan.

Allah Masih Sayang Kita, Teman

Aku fikir ini sesuatu yang patut untuk kita renungi.  Bukan sekedar untuk menyelesaikannya, dan membiarkannya berlalu begitu saja. Tidak . . Tidak ku yakin bukan itu tujuan Nya memberikan ini pada kita.

Ku yakin, ada banyak pelajaran yang bisa ambil dari keteledoran ini.

Bukan untuk yang pertama atau yang kedua, tapi ini sudah yang ketiga kalinya teman..

Dan ku yakin, ada pelajaran berharga yang hendak Ia berikan pada kita..

Pelajaran tentang ketelitian, tentang kehati – hatian, dan sebuah keyakinan. Keyakinan akan segala sesuatu yang ia tetapkan. Keyakinan tentang rezki yang sepenuhnya datang dari Nya, dan keyakinan akan keberserahan pada Nya.

Mungkin semangat kita untuk berserah pada Nya yang mulai mengendor, mungkin Dhuha kita yang sudah mulai berkurang atau mungkin sedekah kita yang tidak ada peningkatan. Entahlah dan apapun itu, semuanya patut kita jadikan pelajaran teman..

Beruntung Dia masih sangat sayang pada kita, selalu saja ada kejadian yang ia kirimkan untuk menyelematkan situasi yang genting itu. Dengan cara – caranya yang indah tentunya. Nah, nikmatnya mana lagi yang kita dustakan?

Dan kejadian pagi ini, semakin meyakinkanku bahwa ternyata Dia begitu sayang pada kita. Yang Ia inginkan hanya kita ingat, dan mengambil pelajaran dari itu semua.