Batas Mungkin dan Mustahil

Menjadi berbeda dengan lingkungan itu, unik. Unik karena kita tidak bisa berpatok dengan apa yang mereka, mayoritas lingkungan kita, lakukan. Kita tidak bisa berpedoman sepenuhnya pada mayoritas yang ada. Unik karena kita harus cari jalan lain dimana nanti berharap tetap bertemu pada 1 titik akhir yang sama bahkan lebih. Disini tantangannya menurut saya.

Menjadi berbeda dengan lingkungan dan berharap mendapatkan hasil yang sama itu yang terkadang mustahil tapi mungkin. Mungkin jika usaha yang kita lakukan lebih dari mayoritas yang lain. Mungkin jika disiplin dikedepankan. Mungkin jika kita selalu berada pada api semangat yang berkobar-kobar. Mungkin jika doa dan sujud kita pun lebih dari mayoritas yang lain. Tapi menjaga disiplin dan semangat agar bisa berbuat lebih itu lebih sulit dari kemustahilan itu.

Continue reading

Advertisements

Kuliah, Kerja, Hamil = Mungkin

Kuliah, Hamil dan Kerja awalnya aku pikir hal itu mustahil bisa kujalani bersamaan. Yap, tapi kondisinya seperti itu yang harus dijalani. Seperti dalam postinganku sebelumnya, alhamdulillah di awal tahun Allah berikan 2 kabar bahagia sekaligus yaitu lulus seleksi S2 dan kehadiran calon baby ku dirahim. Disatu sisi syukur yang tak tergambarkan atas 2 nikmat yang kutunggu – tunggu itu, tapi setelah itu aku jadi berfikir bagaimana akan menjalankan 2 kondisi itu secara bersamaan ditambah lagi dengan kerja. Bagi yang akan menjalani kondisi itu, atau sedang menjalani aku akan berbagi disini sedikit pengalamanku.

Satu semester perjuangan, yups bagiku itu sebuah perjuangan yang cukup menguras energi, emosi, dan air mata. Tepat sebulan setelah berita bahagia diterimanya aku untuk lanjut studi di Magister Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Allah berikan berita bahagia dengan munculnya 2 garis merah di testpack. Waahh..sujud syukurku atas nikmat itu Ya Allah. Dan berarti juga aku harus menyingsingkan lengan baju untuk bisa menjalani satu semester itu. Selain kuliah dan hamil, aku juga masih tetap kerja part time di tempat kerja ku sebelumnya sebagai dosen honorer di STKIP Surya. (Lumayanlah buat tambah – tambah biaya..hehe). Karena jadwal kuliah di UI yang cukup padat dari senin – jumat dimana untuk satu mata kuliah masing – masing diadakan 2 kali pertemuan dalam seminggu, belum termasuk kalau ada praktikum dan asistensi yang kesimpulannya, senin – jumatku habis di gedung bundar itu. Dan akhirnya aku cuma punya waktu hari sabtu untuk mengajar di STKIP Surya, bersyukur jadwalnya bisa diatur jadi hari sabtu. Continue reading

Begitu Cepatnya Pergantian Generasi

Karena akan lebaran, saya akhirnya pulang juga ke Pariaman (Sumatera Barat). Horeeee… Setelah hampir satu tahun tidak pulang, sekarang bisa merasakan lagi nikmat berkumpul dengan keluarga. Alhamdulillah terimakasih ya Allah atas nikmat ini.

29 Agustus 2010, saya menginjakkan kaki pertama kalinya di tahun 2010 di tanah Minang. Itulah momen yang paling dinantikan.

Ketika sampai dirumah dan berinteraksi dengan orang – orang sekitar, saya baru sadar kalau ternyata generasi itu sudah berganti. Anak – anak kecil yang dulu masih imut – imut, sekarang sudah tinggi dan mulai beranjak remaja. Pembicaraan merekapun sudah berganti dari mainan dan boneka ke cowok dan dandanan. Continue reading