Metamorfosis panggilan

Ini tentang saya, aku, gue, abdi, awak dan apapun itu panggilan untuk diri ini. Tentang panggilan saya yang mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya jenjang pendidikan. Seperti ini prosesnya

 Di akte Kelahiran nama lengkap saya “Elfa Sifiana Amir”, jangan tanyakan artinya karena sampai sekarang saya juga tidak tahu arti nama ini. Yang jelas nama saya ini adalah pemberian dari “Etek” (sebutan untuk adik perempuan dari ibu di Minang) saya. Dan Amir dibelakang nama ini adalah diambil dari nama Papa saya “Amiruddin”. Tapi, terkadang saya selalu lupa menambahkannya belakang nama saya, dan sering menuliskan “Elfa Silfiana” saja. Akibatnya jika Papa tahu itu, dia akan dengan ngotot bertanya pada saya, kok Amir nya ga ditulis? Dengan bermacam alasan dan argumentasi (nanti ga sesuai akte lah, ntar ribet ngurus-ngurus lagi lah) akan dikeluarkan hingga saya menyerah dan menuliskan “Amir” dibelakang nama saya. Yah, begitulah Papa, belakangan ini saya mengetahui dia seperti itu hanya agar semua orang tahu kalau Elfa Silfiana adalah anaknya. Mungkin itulah kebanggan seorang Ayah, ada namanya tertulis di belakang nama anaknya. Padahal bagi anaknya, itu adalah beban tersendiri, karena dia belum bisa buat bangga nama yang terpatri dibelakang namanya itu.

Continue reading

Advertisements