[Project Peradaban 1] Start from now

PicsArt_1437350610488Bulan syawal saatnya memulai hal baik. Setelah lama blog ini dibiarkan tinggal berdebu dan tak bertuan. Sekarang saatnya mulai memanfaatkan media bagus ini untuk mendokumentasikan yang sekarang saya sebut “Project Peradaban”.

Yaps, ini sebenarnya impian saya dulu ketika masih aktif ngeblog, jika punya anak nanti ingin menorehkan catatan tumbuh kembangnya di blog ini. Sehingga ketika memori saya tentang masa kecil nya terhapus oleh kerasnya zaman (eaaaa) blog ini bisa bercerita langsung buat dia, jujur apa adanya tanpa ada yang ditambah dan dikurangi.

Nah sekarang, saya sebenarnya hampir lost lebih kurang 2 tahun, karena putra saya sebentar lagi berusia 2 tahun. Tapi tidak ada kata terlambat, usia menjelang 2 tahun ini akan saya tulis sekecil apapun proses pendidikan yang kami lakukan buat dia “Anugrah Zahran Elfata”.

Saya beri nama “Project Peradaban” karena ini adalah Project Besar untuk masa depan. Sebagaimana kita tahu bahwa anak adalah investasi nyata orang tua.  Mau seperti apa anak kita 10 – 20 tahun mendatang, tergantung seperti apa kita mendidik nya dari sekarang.

Baik nantikan postingan “Project Peradaban”  selanjutnya ya. Doakan saya istiqomah menulis dan mendokumentasikannya. Semoga nantinya tulisan – tulisan ini bisa jadi tambahan masukan buat ibu – ibu yang membacanya juga.

Impian untuk Zahran

Kau tahu impian terbesar umi dan abi, nak? menghantarkanmu jadi penghafal Quran. Jauh sebelum kau hadir di rahim umi, umi dan abi sudah menancapkan cita – cita besar itu untukmu nak. Kenapa mesti penghafal Quran? Bukan menjadi dokter dan lainnya? mungkin engkau akan bertanya itu sayang. Umi dan abi tidak akan melarang dan mengekangmu nanti sayang, silahkan kau bercita-cita besar setinggi langit..mau jadi dokter, profesor, ataupun programmer itu terserahmu nak..tapi satu pinta umi dan abi, jadilah dokter..dokter yang hafal quran, jadilah profesor, profesor yang hafal quran, jadilah programmer, programmer yang hafal quran dan jadilah sesuatu..tapi sesuatu yang hafal quran.

Kau tahu nak, sekarang begitu banyak dokter berserakan dimana – mana, tapi sedikit sekali dokter yang hafal Quran, sedikit sekali dokter yang menjaga nilai – nilai Quran dalam menjalankan profesinya. Sehingga dalam mengobati pasien standarnya hanya duniawi semata. Kau tahu nak, sekarang juga banyak tersebar profesor dimana – mana. Bahkan, banyak sekali yang di usia muda sudah menyandang gelar profesor. Tapi sedikit sekali profesor yang hafal quran.  Yang bekerja atas dasar Quran. Kau tahu nak, programmer pun sudah sangat banyak bertebaran dimana-mana. Tapi sedikit sekali programmer yang hafal quran, sehingga program – program yang dibuatnya pun hanya orientasi dunia saja. Continue reading

Fika’s Wedding & Reunian SMA

IMG-20130630-WA0008Selamat  pagi bloggers semua.. Pagi ini semangat ngeblog ku lagi meluap-luap tak menentu, ingin segera menuangkan apa yang ada dipikiran ini sesegera mungkin sebelum rasa itu hilang.  Lagi – lagi ini tentang sebuah momen, momen yang bagiku cukup berharga yang sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa dituliskan disini.

Momen acara pernikahan salah seorang temanku di SMA, Yaitu Fika & Zakky’s Wedding yang diselenggarakan tadi malam (30 Juni 2013). Kalau aku boleh bilang, acara ini merupakan acara pemersatu. Kenapa pemersatu? Karena di acara ini aku bisa ketemu banyak teman – teman SMA yang sudah lama nggak ketemu (Kontak – kontakan sih masih sering). Berasa reuniaan lagi..hehe. Ada banyak perubahan yang terlihat ketika kembali bertemu dengan mereka. Apa aja perubahan – perubahan yang terlihat olehku diacara tersebut? Mari ikuti :

Continue reading

Setahun sudah “Mitsaqan Ghaliza” itu

Saat pertama kali tangan kita bertemu

Saat pertama kali tangan kita bertemu

Alhamdulillah tanpa terasa, satu tahun telah kita lewati perjalanan itu.
Perjalalanan suci yang diawali dengan ikrar yang kokoh di hadapan Nya. 
Perjalanan yang dilandasi dengan niat tulus karenaNya. 
Perjalanan dimana kau menjadi imamnya dan aku makmunya. 
Perjalanan yang telah menghapus semua batas diantara kita. 
Perjalanan yang mampu merubah dosa menjadi pahala. 
Sebelum tanggal berganti, ku ingin mengucapkan “Happy Anniversary Suamiku”
Terimakasih untuk setiap detik, menit, jam, hari, minggu yang selalu ada untukku dan calon mujahid/mujahidah kita..
Terimakasih untuk cinta tulusmu untukku dan calon mujahid/mujahidah kita..
Terimakasih untuk kesabarannya menghadapiku yang apa adanya ini…
Terimakasih untuk perjuangan tanpa henti memberikan yang terbaik untuk aku dan calon mujahid/mujahidah kita…
Semoga keberkahan selalu menyertai keluarga kecil kita ini..hingga kelak maut memisahkan kita dan dipertemukan lagi di Surga Nya..Amin..
Amin ya Rabb…
 

“Cara Nya Selalu Lebih Indah dari Sangkaan Kita”

“CaraNya selalu lebih indah dari sangkaan kita”

Aku percaya dengan kalimat itu. Selalu yakin bahwa cara Nya selalu lebih Indah dari apa yang kita fikir kan. Setiap kejadian – kejadian yang Ia takdir kan dalam hidupku, Ia berikan dengan cara yang tidak biasa. Walaupun di awal menurut pikiran kita sebagai manusia adalah sebuah masalah, tidak menyenangkan, tidak sesuai dengan harapan kita, tapi yakin lah di akhir Ia telah menyiapkan sesuatu yang Indah yang jauh dari sangkaan kita. Seperti beberapa peristiwa yang terjadi dalam hidupku beberapa bulan yang lalu.

Mungkin beberapa teman blogger ada yang tahu, 4 April 2012 aku menikah. Alhamdulillah Allah pertemukan aku dengan  imamku jauh lebih cepat dari waktu yang ku targetkan dan jauh dari yang kubayangkan. Tentang cerita ini aku sudah menuliskannya di tulisanku sebelumnya. Untuk nikmat inipun sampai sekarang syukurku belum habis. Continue reading

Untuk Kau yang Punya Tulang Rusuk itu…

Setelah hampir beberapa bulan laptop saya mati suri, alhamdulillah sekarang sembuh kembali dan bisa digunakan seperti sedia kala. Ketika baca – baca kembali draft tulisan yang pernah ditulis dan disimpan di laptop, saya menemukan tulisan dibawah ini yang sempat ditulis saat belum menikah dan belum dipertemukan dengan si pemilik tulang rusuk itu. Mari kita simak tulisan itu.

——————

 
Aku tidak pernah tahu, kapan, dimana seperti apa kita akan dipertemukan..
Aku  tidak pernah tahu, siapakah dirimu, seperti apa wujudmu, dan dimana kau tinggal…
Aku  tidak mau berangan – angan, menebak – nebak  tentang kamu untuk saat ini..
Karena ku takut salah menempatkan hatiku bukan pada hatimu..
 
Sekarang, ku hanya bisa menanti dan berdoa untuk mu pada Nya
Meminta penjagaan atas mu, atasku, dan atas hati kita.
Berharap ketika waktunya tiba, pertemuan itu terasa indah tanpa noda
Di limpahi barokah dari lautan doa – doa
 
Dan jika nanti kita sudah bersama, aku siap patuhi mu
Kau imam dan aku makmumnya.
Merancang dan merajut rumah tangga itu bersama
Ajariku jika ku salah
Ingatkanku ketika ku alfa

Jumat, 25 November 2011 Continue reading

Ini Proses Ku

Satu hal yang paling ku impikan ketika membangun sebuah keluarga adalah keberkahan dari Allah SWT. Keberkahan dari awal sampai akhirnya. Itu pula mungkin alasan, kenapa ku memilih taaruf sebagai jalan menemukan jodoh ku, bukan dengan pacaran ataupun TTM-an dengan lawan jenis seperti proses mencari jodoh yang banyak dilakukan orang pada saat ini.

Berbeda dan tidak biasa pastinya, proses yang kutempuh itu bagi sebagian orang. Makanya tidak jarang, bermacam pertanyaan datang diawal, yang seolah – olah menanyakan kembali padaku “Apakah kamu yakin dengan pilihanmu, Sil? Bukankah kamu baru bertemu 1 kali dengannya? ”. Atau bentuk pertanyaan lain yang pada dasarnya menanyakan hal yang sama. Hmm entahlah, jika pertanyaan itu muncul yang jelas aku hanya bisa menjawab “ Allah yang meyakinkanku atas pilihan itu” Karena aku mengambil keputusan bukan atas kehendak ku sendiri, keputusan itu aku ambil setelah meminta pertimbangan pada Nya dalam istikharah ku. Yang jelas, setelah ku bertanya pada Allah, semuanya seolah mengalir begitu saja. Proses itu terasa berjalan lancar, dan ada kekuatan yang datang meyakinkanku untuk menjawab “Ya, prosesnya bisa lanjut”. Ada kemantapan hati. Continue reading