Batas Mungkin dan Mustahil

Menjadi berbeda dengan lingkungan itu, unik. Unik karena kita tidak bisa berpatok dengan apa yang mereka, mayoritas lingkungan kita, lakukan. Kita tidak bisa berpedoman sepenuhnya pada mayoritas yang ada. Unik karena kita harus cari jalan lain dimana nanti berharap tetap bertemu pada 1 titik akhir yang sama bahkan lebih. Disini tantangannya menurut saya.

Menjadi berbeda dengan lingkungan dan berharap mendapatkan hasil yang sama itu yang terkadang mustahil tapi mungkin. Mungkin jika usaha yang kita lakukan lebih dari mayoritas yang lain. Mungkin jika disiplin dikedepankan. Mungkin jika kita selalu berada pada api semangat yang berkobar-kobar. Mungkin jika doa dan sujud kita pun lebih dari mayoritas yang lain. Tapi menjaga disiplin dan semangat agar bisa berbuat lebih itu lebih sulit dari kemustahilan itu.

Continue reading

Advertisements

Ya, Itu Futur

Futur itu ketika malas menjadi dominan dalam diri
Futur itu ketika tidak fokus pada apa yang sedang di kerjakan
Futur itu ketika tidak ada karya yang dihasilkan dalam sehari
Futur itu ketika perasaan negatif lebih bertahta daripada perasaan positif
Futur itu ketika merasa semua orang salah
Futur itu ketika shalat ingin cepat – cepat selesai
Futur itu ketika shalat tidak khusyuk
Futur itu ketika tidak ada air mata saat berbuat salah
Futur itu ketika selalu merasa ngantuk saat bekerja

(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian )

Menikmati Sore

Mereka bermain di lapangan sebelah kampus

Suasana seperti ini yang selalu saya tunggu di sore hari. Pulang kerja sambil menyaksikan anak – anak dari papua dan kupang ini bebas berlari – lari dilapangan sebelah kampus maupun asrama mereka. Pemandangan ini, mengingatkan saya pada kebiasaan anak – anak di daerah saya yang tiap sore selalu menghabiskan waktu untuk bermain bola.

Kebiasaan yang kontras dengan lingkungan tempat mereka tinggal. Dimana di depan dan samping mereka berdiri gedung tinggi perguruan tinggi, mobil – mobil mewah yang lewat silih berganti  semakin memperlihatkan kecongkak-kan daerah ini. Tapi mereka  tidak peduli dengan kondisi itu, yang penting bagi mereka ada lapangan kosong, dan disanalah mereka bisa bermain dan berlari sepuasnya. Continue reading

Metamorfosis panggilan

Ini tentang saya, aku, gue, abdi, awak dan apapun itu panggilan untuk diri ini. Tentang panggilan saya yang mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya jenjang pendidikan. Seperti ini prosesnya

 Di akte Kelahiran nama lengkap saya “Elfa Sifiana Amir”, jangan tanyakan artinya karena sampai sekarang saya juga tidak tahu arti nama ini. Yang jelas nama saya ini adalah pemberian dari “Etek” (sebutan untuk adik perempuan dari ibu di Minang) saya. Dan Amir dibelakang nama ini adalah diambil dari nama Papa saya “Amiruddin”. Tapi, terkadang saya selalu lupa menambahkannya belakang nama saya, dan sering menuliskan “Elfa Silfiana” saja. Akibatnya jika Papa tahu itu, dia akan dengan ngotot bertanya pada saya, kok Amir nya ga ditulis? Dengan bermacam alasan dan argumentasi (nanti ga sesuai akte lah, ntar ribet ngurus-ngurus lagi lah) akan dikeluarkan hingga saya menyerah dan menuliskan “Amir” dibelakang nama saya. Yah, begitulah Papa, belakangan ini saya mengetahui dia seperti itu hanya agar semua orang tahu kalau Elfa Silfiana adalah anaknya. Mungkin itulah kebanggan seorang Ayah, ada namanya tertulis di belakang nama anaknya. Padahal bagi anaknya, itu adalah beban tersendiri, karena dia belum bisa buat bangga nama yang terpatri dibelakang namanya itu.

Continue reading

Andaikan Semua Dosen Seperti Ini…

Hoho, sebuah puisi yang sangat puitis dari pak Romi Satrio Wahono yang berjudul jangan todongkan sejata di kepalaku. Puisi yang mengungkapkan isi hati seorang dosen kepada mahasiswa nya, puisi ini sanggup membuat kami para mahasiswa pencari dosen ketawa ketiwi.  Silahkan di nikmati…

Wahai mahasiswaku …
Wahai pedjoeangku dan pengikut madzab penelitianku …

Aku tahu kelelahanmu dalam mengejar deadline tesismu
Aku pahami bagaimana penatnya dirimu …
Menatap masalah penelitianmu
Aku juga mengerti gelisahnya hatimu …
Melihat landasan teori dan data penelitianmu

Aku sadari bahwa tak banyak yang bisa aku lakukan untukmu

Tapi yakinlah, aku selalu berusaha mendukungmu
Mengarahkan topik penelitianmu dan memfokuskan pemikiran liarmu
Aku juga sediakan referensi dan literatur ilmiah terbaik untukmu
Termasuk langgankan digital library ACM dan IEEE untukmu

Tak ada yang harus kau balas dari semua dukunganku untukmu Continue reading

[Foto]Pedagang Nasi Kuning pun ‘KREATIF’

 

Perhatikan Gambar diatas, Terlihat gerobak nasi kuning ini beda dengan gerobak lainnya

 

Bahkan ada plat nya juga

Inilah contoh kreatifitas. Bahkan gerobak nasi kuning sekalipun bisa dirubah sekeren ini. Foto ini saya ambil ketika berjalan dipasar Sagaranten SUKABUMI, ketika liburan beberapa hari yang lalu. Takjub dan salut, di Bandung yang katanya kota kreatifitas sekalipun, saya belum pernah menemukan gerobak nasi kuning yang sekreatif ini.

Ada yang terinspirasi untuk membuat hal yang sama?

Aku Ingin Seperti Mereka…

Aku ingin menulis. Menulis lepas tanpa beban. Menulis apapun yang ingin kutuliskan tanpa ada yang mengikat. Aku ingin menjadi Salim a.fillah yang dari jari – jarinya begitu banyak buku – buku inspiratif dihasilkan. Aku ingin menjad Habiburrahman El Shirazi yang dengan imaginasinya begitu banyak novel – novel mendidik yang di ciptakan. Aku ingin menjadi Romi Satria Wahono, yang dengan ilmunya begitu banyak mahasiswa – mahasiwa yang di sadarkan. Aku ingin menjadi mereka, penulis – penulis hebat yang menghasilkan karya positif yang membangun.

Tapi aku sadar, aku tidak bisa menjadi mereka, aku tetap lah aku. Seorang Elfa Silfiana, bukanlah Salim A. Fillah, Habiburrahman ataupun Romi Satria Wahono. Tapi, aku bisa menjadi seperti mereka, aku juga pasti bisa menghasilkan karya positif yang membangun seperti mereka, yang tentunya dengan cara dan style ku sendiri.

Aku tahu, mereka bisa seperti itu bukanlah tiba – tiba. Mereka bisa menghasilkan karya – karya hebat itu, bukanlah mukjizat yang langsung turun dari langit. Semuanya pasti butuh proses. Semuanya tentu butuh waktu. Dan yakin semuanya butuh usaha dan semangat yang luar biasa. Continue reading