Batas Mungkin dan Mustahil

Menjadi berbeda dengan lingkungan itu, unik. Unik karena kita tidak bisa berpatok dengan apa yang mereka, mayoritas lingkungan kita, lakukan. Kita tidak bisa berpedoman sepenuhnya pada mayoritas yang ada. Unik karena kita harus cari jalan lain dimana nanti berharap tetap bertemu pada 1 titik akhir yang sama bahkan lebih. Disini tantangannya menurut saya.

Menjadi berbeda dengan lingkungan dan berharap mendapatkan hasil yang sama itu yang terkadang mustahil tapi mungkin. Mungkin jika usaha yang kita lakukan lebih dari mayoritas yang lain. Mungkin jika disiplin dikedepankan. Mungkin jika kita selalu berada pada api semangat yang berkobar-kobar. Mungkin jika doa dan sujud kita pun lebih dari mayoritas yang lain. Tapi menjaga disiplin dan semangat agar bisa berbuat lebih itu lebih sulit dari kemustahilan itu.

Disaat mayoritas mahasiswa pascasarjana adalah dari kalangan fresh graduate yang belum punya beban apa-apa,  menjadi mahasiswa pascasarjana dengan status karyawan di salah satu perguruan tinggi yang  mempunyai suami dan 1 anak itu pastilah sangat berbeda.

Disaat mayoritas ibu muda yang baru punya anak memilih menjadi ibu rumah tangga agar bisa merawat anaknya dirumah, menjadi ibu rumah tangga dengan status mahasiswi sambil kerja part time itu pun pastilah sangat berbeda.

Disaat mayoritas para pemilik onlineshop itu adalah ibu rumah tangga yang ingin berbisnis sambil menjaga buah hatinya, menjadi pemilik onlineshop dengan status working mom itupun pasti berbeda.

Impian mayoritas mahasiswa pascasarjana adalah lulus tepat waktu dengan nilai yang sangat memuaskan, sepertinya terkesan mustahil seorang mahasiswa pascasarjana yang seorang “working mom” juga mengimpikan hal yang sama dengan mayoritas yang lain, tapi mungkin.

Impian mayoritas ibu muda yang baru punya anak adalah bisa mendidik dan menjaga anaknya agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sholeh, pintar aktif dan sehat sesuai perkembangannya. Sepertinya terkesan mustahil seorang ibu muda yang baru punya anak dengan aktifitas kuliah dan bekerja juga mengimpikan hal yang sama dengan mayoritas yang lain, tapi mungkin.

Impian mayoritas pemilik online shop itu adalah bisnisnya lancar dan terus berkembang dari waktu ke waktu, mungkin terkesan mustahil seorang pemilik online shop yang sambil bekerja dan kuliah juga mengimpikan hal yang sama dengan mayoritas yang lain, tapi mungkin.

Jika mayoritas mahasiswa pascasarjana setelah mengikuti kuliah nongkrong di lab untuk mengerjakan tugas ataupun sekedar berdiskusi, mahasiswa pascasarjana dengan status working mom harus pinter – pinter mencari waktu dan kesempatan untuk mengerjakan tugas disela – sela waktu luang di kantor ataupun malam hari disaat anaknya sudah tertidur.

Jika mayoritas ibu rumah tangga itu bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah tiap hari full time, working mom itu harus pinter mencari – cari waktu sebelum berangkat kerja untuk mempersiapkan bekal anaknya, dan setelah pulang kerja atau weekend untuk mencuci, menyetrikan dan berbenah rumah.

Jika mayoritas pemilik online shop bisa punya waktu luang untuk membalas pesan orderan dan pertanyaan dari customer atau mengantar paket ke ekpedisi, pemilik online shop yang berstatus “working mom” harus pinter-pinter mencari waktu luang membalas pesan orderan dan pertanyaan serta mengantar paket ke ekpedisi disela-sela waktu istirahat bekerja atau pun diperjalanan menuju ke kampus tempat kuliah.

Yups, menjadi berbeda itu unik. Seunik tiap pagi berkejaran dengan waktu antara berangkat kerja tepat waktu dan menyelesaikan semua pekerjaan rumah.

Menjadi berbeda itu nikmat. Senikmat berkejaran dengan bus di terminal siang bolong dari kampus setelah kuliah ke tempat kerja.

Menjadi berbeda itu romantis. Se-romantis mengatur jadwal dengan suami agar bisa sama- sama bertemu ditempat yang sama pada pukul yang sama agar bisa bersama menjemput sikecil di daycare nya.

Menjadi berbeda itu unik. Seunik berburu mencari daycare yang tepat agar semua kebutuhan sikecil tetap terjaga dengan baik.

Menjadi berbeda itu  nikmat. Senikmat berburu ekpedisi yang buka pagi – pagi agar semua orderan bisa diantar saat berangkat kerja.

Menjadi berbeda itu romantis. Seromantis bekerja sama membagi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah saat weekend datang.

Yang jelas di posisi apapun kita hari ini, sebagai mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, “online shoper” atau merangkap semuanya, tetaplah berada pada tombol ON agar semua impian yang mustahil itu bisa jadi mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita tetap dalam usaha, doa dan tawakal.

#Selfreminder

2 thoughts on “Batas Mungkin dan Mustahil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s