Saya “Gentle Baby” lhoo..

Beberapa bulan terakhir ini saya akrab sekali dengan istilah Gentle Birth. Mulai mencari – mencari ilmu agar nanti anak saya ini bisa lahir dengan Gentle.

” Gentle Birth adalah proses persalinan  dimana kita di tuntut untuk kembali merunduk ke alam, mempercayai kekuatan tubuh yang memang didesain untuk melakukan “tugasnya” yaitu melahirkan keturunan.  Intinya, bagaimana seorang ibu mampu memberdayakan dirinya selama hamil agar bisa merasakan proses melahirkan yang lembut, minim trauma dan relaks. Gentle Birth sebenarnya bukanlah hal yang baru, namun ketika tehnologi, politik dan bisnis mulai ada dan lekat dengan proses persalinan dan kelahiran, maka cara yang sangat alami menjadi terlupa dan kemudian akan terasa baru jika hal ini di munculkan kembali.”

Yaps untuk tahu lebih lengkap tentang istilah itu, silahkan kunjungi link yang sudah saya sisipkan diatas. Nah bicara – bicara soal gentle birth, saya jadi ingat tentang proses lahirnya saya ke dunia ini hampir 25 tahun yang lalu. Ternyata saya seorang Gentle Baby lho..(bangga gitu). Kenapa? Karena Ibu melahirkan saya benar – benar mudah dan lancar. Mau tahu ceritanya? Yuk ikuti teruss ya…

Hal yang selalu dan paling di ingat oleh tetangga-tetangga lama tempat saya tinggal dulu, ketika mereka bertemu saya kembali adalah bagaimana proses lahirnya saya ke dunia. Bagi mereka, kejadian itu adalah sebuah kejadian unik, lucu dan tak terlupakan sepertinya. Setiap bertemu saya, mereka langsung tertawa dan akhirnya kembali saling bercerita mengingat proses yang sangat alami itu. Ada yang bisa menebak saya lahir dimana? Baiklah saya akan kasih tahu, tapi dengan satu syarat jangan tertawa ya.. Ibu bilang dulu saya lahir di “Kamar Mandi”. Perlu di garis bawahi bahwa “Kamar Mandi” disini berbeda dengan WC ya. Karena kebetulan rumah tempat tinggal saya waktu itu antar kamar mandi dan WC nya terpisah. Okey, bagaimana prosesnya? Kenapa bisa lahir dikamar mandi? Lahirnya saya dikamar mandi bukan karena ibu sengaja merancang agar proses lahiran saya bisa secara Water Birth, melainkan karena sebuah kebetulan.

Pagi itu tanggal 6 Oktober 1988 (2 minggu lebih awal dari hari perkiraan lahir), seperti biasa ibu saya yang sangat sehat dan aktif selalu membiasakan diri jalan pagi keliling kampung baru (daerah tempat saya tinggal) agar nanti pas saatnya tiba, saya bisa lahir dengan lancar dan normal tanpa masalah. Setelah jalan pagi, tiba – tiba ibu mules seperti ingin buang air besar. Ketika hendak ke WC ternyata WC lagi dipake. Karena sudah tidak tahan dan tidak bisa menunggu, akhirnya ibu berinisiatif pergi ke kamar mandi saja. Dikamar mandi, ibu langsung mengejan seperti ingin buang air besar karena sudah tidak tahan. Ternyata oh ternyata, keluarlah saya dengan ketuban masih masih utuh kemudian pecah ketika saya mendarat di lantai kamar mandi. Setelah itu baru lah terdengar suara tangisan bayi kecil mungil itu. Setelah itu, Ibu langsung berdiri , menggendong, dan membawa saya ke kamar dengan kondisi plasenta belum terputus.

Ibu langsung minta tolong tante Emi (tetangga yang juga sama ngontrak disana ) untuk segera menghubungi bidan untuk proses selanjutnya. Tante Emi yang mungkin saat itu panik, tidak bisa menahan untuk tidak memberitahukan berita kelahiran saya pada setiap orang yang ia temui, bahkan sampai pada teman – teman kantor ibu. Jadilah tetangga-tetangga, teman kantor ibu datang kerumah beramai-ramai sebelum bidan datang. Ketika bidan datang, barulah semua proses yang seharusnya dilakukan, di eksekusi oleh bu Bidan. Ibu bilang, saya lahir lebih kecil dari kakak. Tapi kecil – kecil cabe rawit, saya lebih kuat , lincah, pemberani, dan tidak penangis di banding kakak waktu kecilnya. Tapi karena saking lincah dan aktifnya, sejak kecil saya paling sering luka. Luka karena kena knalpot motor lah, ke injak paku, jatuh di rel kereta api sampai kepala bocor, kejepit pintu kamar mandi bahkan pernah di gigit anjing. Hohoho pokoknya lengkap deh pengalaman saya masa kecil dengan hal – hal berbau luka. Tapi semua itu menjadikan masa kecil saya sangat – sangat penuh kenangan. Hehe

Saya (10 bulan) dan Kakak (2 Tahun)

Saya (10 bulan) dan Kakak (2 Tahun)

Alhamdulillah, saya bersyukur punya ibu yang luar biasa. Ibu kuat yang selalu memberdayakan dirinya selama hamil. Ibu yang sangat rajin selalu bergerak dan tidak malas. Sehingga saya bisa lahir dalam keadaan yang minim trauma. Sekarang, setelah hampir 25 tahun dari waktu itu, saya pun akan segera menjalani proses yang dulu di jalani oleh ibu. Berharap, anak saya pun nanti bisa lahir dengan gentle. Bisa lahir normal, lancar, mudah dan minim trauma. Semua itu bisa saya capai tidak lain tidak bukan jika saya pun menjadi ibu yang bisa memberdayakan dirinya. Mohon doa nya ya teman – teman semoga semuanya lancar. Aamiin.

10 thoughts on “Saya “Gentle Baby” lhoo..

  1. foto akak ketek masih mirip samo yang kini..hehehe…
    icun ndak ado mirip2nyo doh cun😀

    semoga persalinannya lancar cun, aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s