Dia jadi Alarm untuk Ku

Alhamdulillah tidak terasa usia kandunganku sudah berada di bulan ke-6. Pergerakan janinku dalam kandungan mulai semakin aktif, semakin kuat dan semakin sering. Rasanya semua mual, sakit yang sering dirasakan diawal kehamilan hilang seketika saat merasakan gerakan – gerakan kecilnya. Alhamdulillah ya Allah, terimakasih atas nikmat ini.

Dengan semakin aktifnya si Dedek, aku jadi mulai memperhatikan ritme pergerakannya dari waktu ke waktu. Berikut ini beberapa waktu si dedek aktif bergerak :

1. Ketika jam makan/ Aku mulai lapar 

Saat – saat jam makan sudah datang, anakku langsung beraksi dengan menendang – nendang perutku. Jika ini terjadi, tidak bisa di toleransi, aku harus segera mencari sesuatu yang bisa mengisi perut ini. Biasanya, kalau masih ku tunda – tunda akan berefek mual dan di ikuti muntah. Suamiku sudah hafal sekali ini, dan selalu mengingatkan untuk segera makan. 

2. Ketika jam perkuliah 

Biasanya pergerakan janinku juga sering aku rasakan ketika aku di jam perkuliahan. Kadang tidak jarang, aku senyum – senyum sendiri sambil memegang perut di jam perkuliahan, karena asik merasakan gerakan – gerakannya. Gerakannya semakin aktif dan lama ketika aku mulai berfikir keras seperti ketika praktikum pemrograman atau presentasi di depan kelas. Hehe, sepertinya dia juga merasakan yang kurasakan. Pernah satu kali, ketika dia aktif bergerak, aku letakkan tangan salah seorang teman di perutku dan si dedek langsung menonjok nya. Hehe temanku jadi takjub sekali, karena itu  adalah pertama kali dia merasakan gerakan janin.

3. Di setiap waktu shalat

Ini mulai kusadari beberapa minggu ini. Ketika pagi hari, disaat shubuh mulai menjelang, dan aku masih tidur – tiduran di kasur, anakku langsung bergerak-gerak. Dulu awalnya aku masih nggak ngeh, tapi setelah beberapa kali di setiap waktu shalat selalu seperti itu, baik dzuhur, ashar, magrib ataupun isya aku baru sadar bahwa sepertinya ini adalah alarm. Pernah juga suatu kali, aku lagi ada asistensi di kuliah, nah waktu itu sudah masuk magrib tapi asistensinya belum selesai dan aku masih melanjutkan asistensinya, janinku mulai menendang – nendang semakin lama semakin kencang dan ketika aku selesai shalat baru berhenti. Subhanallah memang tidak ada yang tidak mungkin, itu kuasanya. Apalagi janin yang masih suci belum berdosa, tidak mustahil hal itu terjadi. Aku juga pernah melihat  sebuah video janin sebelum dan sesudah dibacakan alquran dalam kandungan. Sebelum dibacakan alquran, dia aktif bergerak menendang – nendang dan resah, kemudian setelah di dengarkan ayat suci Alquran, posisinya langsung berubah jadi sujud dan tidak resah lagi. Subhanallah maha suci Allah.

4.  Saat aku berbaring di tempat tidur

Si dedek juga suka sekali menendang – menendang atau berputar – putar disaat aku akan tidur. Seolah ia mau mengajak main umminya sebelum tidur. Dan biasanya saat – saat ini aku dan suami akan main – main dulu dengannya. Meletakkan tanganku sambil meraba – raba perut, dan ia langsung membalas dengan tendangan – tendangannya. Yah, ini adalah saat – saat menyenangkan, melihat perutku gerak – gerak sendiri dan bahkan tidak jarang membuat aku kaget sendiri dengan tendangannya yang kuat sekali.

5. Ketika aku/suami lagi menonton TV dengan suara yang  keras

Dia juga sering berontak ketika aku/suami nonton TV dan suaranya agak keras. Mungkin dia tidak nyaman dengan bunyi tv yang terlalu keras. Kalau seperti itu aku biasanya langsung mengecilkan atau mematikan TV. Sekarang mulai mengurangi jam nonton TV. Aku sering menggantinya dengan menghidupkan nasyid/alquran di laptop atau mendengarkan radio MQ FM. Karena memang TV juga lebih membawa dampak negatif.

Itu beberapa waktu yang sering aku perhatikan dimana janin dalam kandunganku mulai bergerak aktif. Sekarang rasanya, dia jadi alarm tersendiri bagiku, alarm untuk shalat tepat waktu, alarm untuk menjauhkan diri dari kegiatan yang sia – sia, alarm untuk bisa menjaga setiap perkataan yang keluar dari mulut ini, karena setelah kubaca – baca janin usia 6 bulan sudah bisa mendengarkan apa yang ibunya ucapkan, bisa mendengar apa suara – suara yang dekat dengannya dan  sudah bisa merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya. “Sehat selalu ya Nak, semoga kelak kau jadi anak yang sholeh/sholehah, anak yang berbakti pada orang tua, anak penuh semangat dan selalu berjiwa positif “. Amin..

4 thoughts on “Dia jadi Alarm untuk Ku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s