Piala Bergilir Pernikahan

Sebenarnya tulisan ini cukup basi jika saya publish sekarang, tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Bagaimanapun juga, tujuan saya membuat blog adalah sebagai catatan sejarah kehidupan saya. Tulisan yang akan dipublish ini adalah salah satu sejarah penting yang tidak mau saya lupakan begitu saja. Makanya, akhirnya tulisan ini sekarang ada dihadapan anda.

Seperti judul yang saya tulis diatas, saya yakin teman – teman sudah bisa menebak isi tulisan saya kali ini. Betul sekali, saya mau mendokumentasikan beberapa piala bergilir yang diberikan oleh teman – teman dari beberapa komunitas yang saya jadi bagian dari mereka. Seperti dari teman – teman SD, teman – teman Sekelas di SMA (Asteroida Helix), teman – teman sekelas ketika kuliah (KomA) dan bahkan dari teman – teman sesama mendirikan usaha ketika di Bandung (Prima Riau Holiday).

Awalnya saya nggak menyangka akan dapat begitu banyak piala seperti ini, yang saya tahu cuma beberapa piala bergilir yang memang dari dulu sempat jadi wacana, impian dan bahkan intens dibahas tiap tahun oleh teman – teman. Dan ternyata, sampai dapat 4 piala bergilir dan 1 piagam (seketika saya jadi merasa seperti sang juara olimpiade yang menyabet banyak piala =berhayal:mode on). Hehe lupakan ke GR an saya itu, sekarang kita lanjutkan ceritanya.

Semakin kesini, piala bergilir pernikahan ini semakin trend dikalangan teman – teman seangkatan saya. Mhh..soalnya zaman ibu, papa, tante, dan nenek saya, belum ada istilah piala bergilir ini, mereka sampai terheran – heran melihat saya ketika dapat banyak dan beraneka ragam piala bergilir. Aturanya, Piala ini dibuat satu buah untuk satu komunitas dan akan diberikan secara bergiliran sesuai urutan nikahnya, yang menikah pertama akan mendapatkan giliran pertama dan piala itu berhak berada di rumahnya sampai ada yang menikah kedua dan begitu seterusnya. Secara umum aturannya seperti itu, walaupun ada juga piala yang diserahkan secara simbolik oleh komunitas yang bersangkutan saat resepsi pernikahan. Kemudian di ambil foto saat penyerahannya setelah itu dibawa kembali dan disimpan di rumah penanggung jawab sampai ada yang  menikah selanjutnya. Yah, itu hanyalah aturan yang dibuat dan disepakati oleh masing – masing komunitas.

Baiklah, sekarang saya akan jelaskan satu persatu tentang piala bergilir yang saya dapat itu :

1. Wedding Thropy dari Teman SD

Ini piala pertama yang saya terima ketika walimahan di Pariaman. Piala ini cukup bersejarah, karena di setiap acara buka bersama dengan teman SD, agenda utamanya adalah membahas piala ini. Dan alhamdulillah akhirnya tahun ini, di acara pernikahan saya piala itu nyata juga dan ternyata saya jadi penerima pertama piala itu. Hehe… Piala ini dirancang khusus dengan penuh perjuangan oleh teman kami Dion yang juga arsitek. Salut juga melihat perjuangan teman – teman di hari – hari menuju pernikahan saya, di grup SD semuanya sibuk dari urusan transfer uang, soal pengiriman dan bahkan kirim foto.

Penyerahan Wedding Thropy pertama oleh Roby, salah seorang teman SD di Pariaman

Foto bersama dengan teman – teman SD

2. Piala Bergilir dari Teman sekelas Kuliah (KomA)

Ini piala kedua yang saya terima. Piala unik dengan thema tradisional ini diserahkan oleh teman – teman KomA ketika walimahan yang di Tangerang. Hoho saya dapat giliran ke-2 menerima piala ini. Karena sebelumnya ada teman yang sudah menikah.

Ini wujud piala bergilir dari KomA.. Unik kan? Disana tersedia pulpen dan space kosong untuk menuliskan nama pasangan dan urutan nikah nya.

 

Foto bareng dengan teman – teman KomA yang hadir saat walimahan di Tangerang

3. Piala Bergilir dari Teman sekelas di SMA (Asteroida Helix)

Ini piala ketiga dari teman – teman SMA, kami memberi nama Asteroida Helix. Piala ini diserahkan oleh teman – teman asteroida ketika Walimahan yang di Tangerang. Di piala ini juga saya dapat giliran ke-2 karena di september 2011 sudah ada teman yang duluan memegang piala ini. Hehe

Kalau ini Piala Bergilir Asteroida Helix dari teman sekelas SMA. Dibagian bawah ada nama-nama kami sesuai urutan duduk ketika SMA dulu.

Saat Penyerahan Piala Bergilir Asteroida Helix

4. Piala Bergilir dari Prima Riau Holiday Gerlong

Ini piala terakhir yang tidak pernah terduga sedikitpun sebelumnya. Piala ini pun tidak diserahkan ketika walimahan di Pariaman atau di Tangerang. Piala ini diserahkan ketika saya main ke Bandung dengan suami. Hohoho

Ini piala bergilir dari Prima Riau Holiday Gerlong..
Seperti terlihat diatas, piala ini ada lampu warna merahnya.

Ini saat penyerahan di Kantor Prima Riau Holiday Gerlong

Dan taaraaaa ini dia kita berdua foto dengan piala ini…

Itu 4 piala bergilir (Wedding Thropy) yang saya terima, selain itu ada 1 buah piagam yang bukan bergilir jadi milik saya sepenuhnya dari teman -teman SD. Piagam ini diberikan secara terpisah dengan Wedding Thropy nya, ini diserahkan langsung oleh Dion (Sang desainer) ketika walimahan saya di Tangerang. Berikut foto nya :

Ini piagamnya dari Teman – teman SD yang diantarkan langsung oleh Dion saat walimahan di Tangerang. Sang Desainer adalah yang menggunakan Jas Hitam disebelah kanan foto ini.

Itulah cerita tentang 4 piala bergilir dan 1 piagam yang saya terima saat walimahan. Memang ini hanyalah sebuah benda yang jika dinilai dengan uang bukanlah apa-apa. Tapi piala-piala itu merupakan bukti bahwa saya adalah bagian dari komunitas – komunitas itu.
Bahwa saya pernah ada dan akan tetap ada bersama mereka teman – teman yang solid dan kompak itu dalam sebuah ikatan ukhuwah yang pastinya tidak akan terputus begitu saja. Bagi saya  ini adalah salah satu bentuk pengikat ukhuwah di antara kita yang sudah berpencar jauh dengan cita-cita dan cinta nya masing – masing. Berharap Allah terus menjaga kita dimanapun kita berada.

19 thoughts on “Piala Bergilir Pernikahan

  1. Kami punya piala bergilir waktu saya kuliah dulu …

    Piala tersebut beredar dari satu teman ke teman lainnya. Yang menikah pertama memberikan kepada yang menikah kedua … dan seterusnya.

    Namun karena saya relatif belakangan menikah …
    … piala itu menghilang entah ada dimana …

    stuck …
    dan sepertinya tidak berlanjut …
    Ketika saya menikah … piala tersebut tidak pernah mampir ke rumah saya … hahahaha … sedih …

    ikut urunan uang tapi nggak pernah megang … hahahaha

    Sayang sekali sebetulnya …
    Tapi ya bagaimana lagi …

    Salam saya Sil …

    • waahh kasian juga om NH…
      jadi ga sampai rumah pialanya…mungkin itu juga kelemahan piala bergilir ini, saya juga tidak tahu sampai orang ke berapa piala-piala ini bisa bertahan…kebetulan saya kebanyakan jadi orang pertama dan kedua makanya masih bisa merasakannya…

      tapi ngomong-ngomong ternyata zaman angkatan om NH sudah ada piala bergilir juga ya… canggih juga ternyata.. hehe

      salam om🙂

      • kalau hilang sih saya yakin tidak …
        cuma masalahnya mungkin …
        pernikahan sebelumnya ada di Banda Aceh …
        lalu pernikahan selanjutnya ada di Gorontalo …
        naaahhh itu … itu … masalahnya … hehehehe

        Apalagi alamatnya kan biasanya sudah berubah-ubah …

        salam saya Sil …
        salam saya “ajo” Ramli

  2. Eh.. ternyata piala bergilir itu beneran ada ya? Kirain cuma istilah aja yang marak digunakan. Pialanya juga unik dan keren2. Benar2 kreatif.
    Selamat Idul Fitri ya, Sil.
    Mohon maaf lahir batin🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s