Nulis ah…

Sungguh, sudah terlalu lama saya tidak berbagi disini, sudah terlalu lama tidak bercerita tentang pengalaman – pengalaman dan hikmah – hikmah hari  – hari yang di jalani. Sudah terlalu lama tidak mengambil ilmu dari blog teman – teman semua.

Entahlah saya juga tidak tahu persis penyebabnya, apakah penyakit akut blogger itu mulai menyerang ?, atau diri ini yang sudah tidak bisa menangkap hikmah disetiap kejadian yang saya alami? Atau mungkin karena hidup saya yang mulai monoton? Baru baca beberapa tulisan – tulisan sahabat blogger, siang ini jadi ingin menulis lagi. Menulis apapun itu, menulis untuk mendapatkan nikmatnya berbagi. Menulis, untuk menghilangkan ke kakuan bahasa yang sudah semakin parah.

Semoga secepatnya aminn.....

Baiklah kali ini, ingin share tentang satu impian yang dalam waktu dekat sangat ingin saya wujudkan. Yups, bisa ditebak, seperti terlihat pada gambar disamping, itulah satu impian yang sedang diri ini perjuangkan. Wisuda…wahhh…semoga secepatnya.

Entahlah, padahal wisuda hanyalah sebuah momen pergantian status mahasiswa menjadi pengangguran (bagi yang belum punya kerja), tapi wisuda tetap menjadi momen yang sangat ditunggu – tunggu semua mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa itu sendiri, orang tua mereka pun mulai rajin nelpon dan tak bosan – bosannya bertanya tentang perkembangan skripsi dan waktu kepastian mereka wisuda. Sebuah kewajaran, karena saat anak mereka wisuda itu adalah sebuah moment kebanggaan bagi orang tua. Sebagai bukti bahwa mereka telah berhasil menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi.

Bagi saya sebenarnya bukan wisudanya yang gimana – gimana, lebih pada proses mendapatkannya. Proses untuk melegalkan gelar S.Pd di belakang nama  itu, yang sangat butuh perjuangan. Dan bagaimana mempertanggung jawabkan ilmu yang sudah dipelajari selama lebih kurang 4 tahun di kampus itu, yang perlu di fikirkan. Karena, percuma saja  lulus cepat jika hanya akan jadi beban negara, tapi bukan berarti, mengulur – ngulur waktu kelulusan dengan alasan karir juga bisa di benarkan. Tetap, harapannya semua bisa berjalan beriringan.

Rintangan dan halangan yang ditemui, tidak jarang membuat semangat ini naik turun tak menentu. Fokus yang sering teralih  karena kerjaan, sering menghancurkan benteng kesabaran. Dan masalah yang belum menemukan jalan keluar, sempat membuat sensitif diri jika ditanya tentang skripsi. Yah, saya yakin itulah dinamikanya, yang nanti akan jadi sebuah kenangan yang indah untuk dikenang.

Sekarang hal yang sangat saya butuhkan adalah semangat, fokus, disiplin, sabar dan yang pasti doa dari semua. Mohon doanya, karena saya sangat yakin dengan kekuatan doa. Semoga saya bisa sabar menjalani perjuangan ini, semoga Allah senantiasa menjauhkan saya dari kemalasan dan kelalaian, yang bisa mengalihkan fokus saya. Amin…

14 thoughts on “Nulis ah…

  1. hihihi… wisuda sebelum waktunya sil! ahahaha…

    Jadikan skripsi sebagai teman sil, atau kalo bisa jadikan skripsi jadi blog. Biar sering blogwalking terus ngeposting deh hehehe..😆

    S.E.M.A.N.G.A.T!!!😀

  2. Semoga tak ada kendala yang berarti dalam mewujudkannya🙂

    Nanti kalau beneran sudah pakai toga, jangan lupa diposting selayang pandang plus futu2nya yaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s