Prioritas dari Sudut Pandang yang lain…

hmm…baru sadar…tampaknya benar juga bilang ada yang bilang dia dah cinta banget dengan kegiatan2 itu, ya…yang baru ia kenal ditempat ini…klo ucy pake istilah…” kegiatan baru mu mengalihkan duniamu kawan…”, dan ternyata bukan hanya aku yang merindukan mu di dunia lama…ada orang lain yang diam2 juga merindukan mu…(semoga kau pun bisa meluangkan sedikit waktu dan perhatian mu untuk nya…ia yang ada di dunia lama mu…)

Entahlah, satu pesan yang  nempel di wall saya ini sempat membuat saya uring – uringan juga. Uring- uringan ga jelas,

karena saya masih bertanya – tanya tentang siapa tuh orang. Penasaran, sekaligus merasa bersalah pada orang – orang yang merasakan hal itu. Bertanya, apakah selama ini langkah saya salah? Apakah saya terlalu cuek? Entahlah yang jelas itu yang mereka rasakan.

Dan akhirnya rasa penasaran itu, saya kalahkan dengan langsung bertanya pada orang yang mengirimkan wall itu. Langsung menembak, dan menebak orang  yang ia maksud. Tapi, dia ga memberikan jawaban konkrit seperti yang saya harapkan. Ucy teman yang mengirim wall itu, memberikan jawaban general yang intinya mah si sayah coba untuk seimbang, dengan dunia – dunia baru dan dunia lama. 

Hooh, ya..ya ternyata intinya itu. Walaupun akhirnya saya bisa menebak orang itu, tapi benar intinya mah yang itu. Lagi – lagi tentang keseimbangan si sayah. Diawal saya sempat berpendapat seperti ini “Ternyata tulisan saya beberapa bulan yang lalu Maafkan aku sobat.., tidak cukup membuat teman – teman mengerti tentang saya. Tentang pilihan dan aktifitas saya yang sekarang, dan tentang passion yang saya dapat untuk beraktifitas di dunia saya yang baru”.

Sempat menjadi sebuah ketakutan di diri saya. Takut, untuk terlalu berkontribusi banyak dimanapun, karena ketika waktu nya tiba, ketika saya harus pergi dari lingkungan dan aktifitas itu, banyak yang merasakan hal seperti itu. Akan ada orang yang merasakan saya hilang lagi. Mungkin lebih baik, ketika saya memilih jadi orang yang tidak pernah dirasakan kehadirannya, sehingga saya tidak mengecewakan mereka, pada saat itu tiba. Pikiran kerdil itu sempat terlintas di benak saya, selama proses merenungi maksud dari wall itu.

Tapi akhirnya saya paham, harusnya saya bersyukur punya mereka. Harusnya saya lebih introspeksi diri lagi, harusnya saya bercermin lagi, tentang waktu – waktu yang saya miliki. Benarkah saya sudah seimbang, benarkah itu yang dikatakan prioritas? Mungkin saya yang seperti itu, akibat saya yang salah memahami makna prioritas. Sehingga, terkadang setiap kegiatan atau agenda yang tidak terlalu butuh saya hadir disana, sering saya urutkan di bagian bawah. Hingga akhirnya, lama kelamaan terbiasa dan akhirnya mulailah mereka merasakan bahwa saya bak hilang ditelan bumi.

Tapi ternyata, tidak bisa terus menerus seperti itu, tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang itu saja. Ternyata, kebermaknaan kehadiran saya ada disudut pandang yang lain. Di sudut pandang ukhuwah, disudut pandang silaturrahim, dan di sudut pandang persaudaraan.

Mungkin hal yang sama juga dirasakan oleh teman – teman SMA saya yang ada di Bandung. Hingga akhirnya sambil becanda di Facebook, sering terlontar kata – kata dari mereka, kalau saya sombong. Wah, akhirnya semua kasus – kasus ini terkait jadi satu, dan saya bisa menarik akar permasalahannya yaitu kesalahpahaman makna prioritas yang saya yakini.

Ternyata makna prioritas itu luas. Tidak hanya bisa dilihat dari satu sudut pandang. Tapi ternyata ada sudut pandang kebermaknaan lainnya yang juga mesti diperhatikan.

Lagi, lagi dan mungkin untuk keberapa kalinya. Saya minta maaf pada semua teman yang pernah merasakan kehilangan saya. Yang merasakan saya berbeda dengan saya yang dulu. Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk semakin bijak dalam menentukan prioritas. Dan yang terpenting, jauh dilubuk hati saya yang paling dalam teman – teman semua tidak pernah hilang bagi saya. Kenangan dan pengalaman yang pernah di ukir bersama teman – teman tetap ada, walau akan ada banyak dunia – dunia baru yang saya jalani kedepannya. Karena saya yakin hidup adalah sebuah proses yang dinamis bukan statis, akan pasti ada banyak perubahan dengan dunia yang baru. Saya tidak bisa tetap berada di dunia yang lama, tapi bukan berarti saya akan hilang dan menghapus dunia lama saya, karena itu adalah sejarah hidup saya  yang tetap akan saya bawa kemanapun saya pergi.

4 thoughts on “Prioritas dari Sudut Pandang yang lain…

  1. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Hidup akan selalu berputar, dan kecepatan dan arah berputar itu pastinya akan berbeda pada setiap orang. Suatu saat akan seirama dan searah namun di saat lain bisa tidak.

  2. ya…memahami makna prioritas..ucy bukan orang sudah pandai memahami makna itu..tapi setidaknya kita berada disekitar orang2 yang mau mengingatkan, mau menguatkan, mau mendengarkan, dan mau mengoreksi…itulah makna “ukhuwah” yang pahami..

    PERUBAHAN. itu salah satu yang pasti dalam hidup ini. semuanya berproses dan semuanya akan berubah. semua yang terjadi pada icun dan kita sekarang jadikan khasanah makna yang tak akan ternilai.

    jgn pernah untuk berpikir menjadi orang yang ada atau tidaknya ia tak ada beda. bersyukurlah ternyata ada begitu banyak orang merasakan keberadaan, manfaat dan menyayangi icun…

    klo menurut ucy apa yang terjadi sekarang itu wajar2 saja..karena inilah hidup..
    dan tak ada yang sempurna..termasuk kita.

    catatan penting yang dapat ttg apa yang kita alami sekarang adalah…
    “terkadang kita terlalu naif memvonis diri menjadi orang paling menderita dan paling berat bebannya , yang paling tertekan, tapi setelah kita mencoba memahami orang lain…ternyata masih begitu banyak orang lebih dari kita…dan mereka mampu melewati nya dengan sukses,,,walaupun berat…”

    tetap Semangat…! karena kamu salah satu inspirasiku, kawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s