[Episode Hati] : Proses Seorang Manusia Menjadi Dewasa

Andaikan kita terus berkomunikasi

Andaikan kita sanggup membuka hati

Andaikan kita mampu  saling memahami

Andaikan kita bisa saling peduli

Tidak ada masalah yang akan benar  – benar menjadi masalah. Semua masalah pasti bisa diselesaikan.

Sengaja saya awali postingan kali ini dengan sebait tulisan yang bukan puisi seperti diatas. Karena saya ingin sharing mengenai hal yang berkaitan dengan ukhuwah, team work dan silaturrahim.

Peran manusia sebagai makhluk social, membuat ia butuh sebuah lingkungan atau kelompok untuk meningkatkan aktualisasi diri. Baik itu,  berupa sebuah tim kerja, kelas di kuliah, organisasi, atau bahkan keluarga kita sendiri. Semua itu adalah sebuah kelompok yang menuntut kita untuk bisa berinteraksi dengan setiap orang – orang yang ada di dalamnya.

Bukan hidup jika tanpa masalah

Perbedaan karaketeristik dan sifat masing – masing dalam kelompok , kerap menimbulkan masalah satu dengan yang lainnya. Dan masalah akan menjadi benar – benar masalah ketika tidak ada “Komunikasi”. Jika komunikasi sudah dibangun, hal lain yang harus dimiilki adalah saling “membuka hati” untuk menerima pendapat dan kritikan dari yang lain.

Disaat 2 kunci itu sudah tercapapai akan timbul saling “memahami” yang kemudian berefek pada “rasa kepedulian” antar sesama anggota dalam kelompok tersebut.

Itu 4 kunci utama agar terciptanya sebuah team work yang bagus, kuatnya sebuah ukhuwah dan eratnya silaturrahim, yang hari ini saya pahami dan pelajari dari pengalaman berkumpul dengan sahabat – sahabat saya yang luar biasa.

Sangat indah ternyata, jika kita bisa saling memahami keadaan satu dan lainnya. Ada banyak ilmu yang bisa kita ambil dari karakter dan sifat masing – masing. Mungkin ada hal lain yang  tidak ketahui selama ini, yang ternyata  teman – teman kita sedang rasakan. Sehingga sering menyebabkan prasangka buruk yang berefek pada sebuah masalah.

Mhmm, seperti postingan saya sebelumnya “Ternyata luas hati itu tidak terbatas,teman”. Saya masih memliki sebuah kesimpulan yang sama, bahwa hati kita masih sangat berperan disini.

Bagaimana keadaan hati kita, menentukan, bagaimana hubungan kita dengan teman – teman yang lain.

Bagaimana keadaan hati kita, sangat menentukan  selesai atau tidak nya masalah tersebut.

Bagaimana keadaan hati kita, akan berefek pada kondisi kelompok/teamwork/ataupun organisasi itu.

Ketika hati ini bisa kita hamparkan seluas samudra, kritikan dan saran dari seorang teman akan dengan senang hati kita terima.

Dan sebailknya ketika kita memberi batasan pada hati, semua masukan dan kritikan tersebut akan terasa seperti batu besar yang menimpuk kepala kita. Akan terasa sangat sakit sekali, dan masalah tetap tidak terselesaikan.

Ketika kita berhasil menerapkan hal tersebut, dan masalah bisa diselesaikan. Hal inilah yang  saya yakini sebagai sebuah proses. Proses seorang manusia untuk mulai berfikir dewasa.

14 thoughts on “[Episode Hati] : Proses Seorang Manusia Menjadi Dewasa

  1. Bukan hanya pada level personal, “komunikasi” juga kerap menjadi masalah pada organisasi atau kelembagaan. Barangkali sebagian besar masalah berawal dari minimnya komunikasi..
    Btw, lama gak mampir ke sini Sil.

  2. Memang tidak mudah menerima kritik, terasa seperti makanan yang mengganjal dan sulit untuk ditelan. Lebih mudah menerima kripik:mrgreen:
    Semoga kita selalu diberikan kelapangan hati, sehingga dimudahkan dalam menyelesaikan masalah🙂

  3. yang jelas menyamakan perbedaan ternyata tidak secepat yang saya kira butuh waktu dan proses dan harus melalui tahapan cobaan dan godaan

    asli keren pisanlah tulisannya

  4. apa kabar sil ,anakku sayang?
    dah kangen banget sama tulisan2mu Sil…..

    semua masalah pasti ada solusinya, yakin deh Sil.
    memang komunikasi sangat perlu utk menjembatani pikiran dan perkataan antara sesama .
    selalu sehat ya Sil.
    (peluk rindu)
    salam

  5. Bener, teh…
    Persahabatan dimulai dari kenyamanan komunikasi.

    akan terasa kasih sayang sesama sahabat, kl hati nya sdh saling terpaut (alah bahasanya)

    Pokonya, coba deh miliki sahabat yg bener2 deket (bwt yg blm punya sohib)…Bakal merasakan bagaimana rasanya saling mendahulukan, bagaimana rasanya meringankan beban, dll

    Nuhun elmu nya, teh Isil🙂

  6. “orang mukmin (beriman) itu bersaudara”
    org2 yang hatinya bisa didekatkan adalah orang yang benar keimanannya
    ketika bermasalah ada masalah ukhwh dgn saudara, mungkin ada masalah dgn keimanan kita padaNya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s