[Episode Hati] Ternyata Luas Hati itu Tidak Terbatas,Teman…

Pernah berada pada situasi, dimana dirimu sangat ingin kalau sehari itu lebih dari 24 jam?

Pernah berangan – angan, ingin punya waktu luang seperti yang lain?

Atau mungkin pernah merasakan, berada dalam kesempitan?

Jika anda pernah mengalami hal tersebut, berarti kita merasakan hal yang sama teman. Saya pernah berfikir, berangan-angan dan berada pada situasi seperti itu.

Sempit memang rasanya, ketika semuanya mendesak dan menuntut untuk diprioritaskan. Apalagi apa yang dilakukan sudah menjadi rutinitas yang tak berujung. Dan parahnya, akan semakin sempit ketika semuanya dijalani tanpa hati, tanpa rasa dan tanpa semangat.

Hingga terkadang, kesempitan itu malah dipersempit dengan fikiran yang selalu menganggap semuanya susah. Di persempit dengan tidak membuka hati melihat semuanya secara lebih luas.

Yaps, pernah merasakan kesempitan, dan sadar ternyata semakin terasa sempit ketika fikiran dan hati yang tidak dibentang secara luas. Memilih untuk berdiam diri 2 hari dikosan dengan tidak beraktifitas seperti biasanya adalah salah satu cara yang pernah saya coba. Cara yang saya fikir adalah cara terbaik untuk menyelesaikan semua tugas – tugas yang menumpuk.

Memang benar, tugas tersebut bisa saya kerjakan. Tapi, entah kenapa saya tetap merasa tidak maksimal. Dengan waktu luang 2 hari itu, saya malah merasa tidak lebih produktif. Tidak terlalu menghasilkan banyak hal dibandingkan ketika bekerja pada sela – sela waktu sempit yang saya punya.

Ketika saya coba untuk merenung dan mencari jawabannya, akhirnya saya mendapati sebuah kesimp

ulan bahwa

Sempit dan lapang, ternyata tergantung pada seberapa luaskah kita membuka hati

Sempit dan lapang, ternyata berbanding lurus dengan seberapa banyak kita mau berbagi

Sempit dan lapang, ternyata ada pada diri kita, bukan pada waktu, tenaga, keadaan ataupun rezeki.

ketika kita memberi batasan pada hati untuk berbagi pada orang lain, hati itu akan terasa sesempit kotak kecil yang tidak muat apa – apa. Bahkan untuk sebuah kelereng yang kecil.

Dan sebaliknya, ketika yang empunya hati tersebut bisa membuka dan memberi kesempatan pada dirinya untuk mau berbagi bahkan disaat – saat sulit yang ia rasakan. Ternyata hati itu bisa menjadi sangat luas bahkan seluas lapangan bola.

Saya sadari, ternyata itulah keajaiban berbagi dan disanalah indahnya memberi.

Meluangkan waktu untuk berbagi senyuman dengan adik – adik di Karisma, ternyata sangat bisa meluaskan hati. Memberi, sedikit tenaga yang kita punya untuk bermanfaat bagi orang lain, ternyata sangat – sangat melapangkan hati.

Dan bahkan menyisakan sedikit rezeki yang kita punya untuk saudara – saudara kita yang membutuhkan, akan memberikan kebahagian yang luar bisa pada hati.

Ketika hati sudah lapang, seberapa sempit waktu, tenaga dan rezeki yang kita punya tidak akan menjadi halangan untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab. Dan ternyata, sekarang saya menyadari dan ingin berbagi pada semua bahwa :

“TERNYATA LUAS HATI ITU TAK TERBATAS TEMAN”

20 thoughts on “[Episode Hati] Ternyata Luas Hati itu Tidak Terbatas,Teman…

  1. Hidup bisa sedemikian bahagia dalam keterbatasan jika dimaknai dengan keikhlasan berkorban untuk sesama
    Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya
    (dari film “Laskar Pelangi”)

  2. mantap k

    tapi kalo dipelajaran ce, hati bisa membesar loh,dan itu pertanda adanya penyakit, haha ga nyambung

    qalbu…
    bermohon sj kepada Pembolak-balik Hati utk mjgnya selalu lapang dan berhuznudhon

  3. Sempit dan lapang, ternyata tergantung pada seberapa luaskah kita membuka hati

    Sempit dan lapang, ternyata berbanding lurus dengan seberapa banyak kita mau berbagi

    Sempit dan lapang, ternyata ada pada diri kita, bukan pada waktu, tenaga, keadaan ataupun rezeki.

    like this lah… salam blogwalking😀

  4. Assalamu’alaikum mbk Isil

    suka suka suka banget tulisanx.
    Kalo hati itu juga salah 1 kunci menjalani segala hal, semacam penggerak mau bgmana kita ngadpin apa2 dalam hdup. Kalau udah luas, segala terasa lebih mudah dihadapi

  5. apa kabar Sil sayang?
    duh, rasanya dah seabad bunda gak kesini, maaf ya nak……..🙂

    ketika hati kita lapang, maka semuanya pun terasa lapang dan indah, ketika itulah kita makin bersyukur padaNYA.
    (peluk rindu dan sayang)
    salam

  6. komentar perdana nih…

    wah… ternyata ada sebuah blog yg keren banget nih… ank karisma lagi…

    kenalin saya Muhni, STKS, pembina karisma juga…
    Salam kenal

    salam semangat selalu

  7. Pingback: [Episode Hati] : Komunikasi, Membuka Hati, Memahami, Peduli « Try To Be Better

  8. Pingback: Bahagia Tidak Sempurna Tanpa Mau ‘BERBAGI’ « Try To Be Better

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s