Bicara soal “Cinta”

Ini postingan perdana  saya mengenai “cinta”. Bukan karena tema yang tidak menarik atau banyak yang tidak suka, justru tema yang satu itu yang paling rame dibicarakan. Hanya karena, saya merasa belum siap tuk bicara masalah itu, karena belum berpengalaman..Heheh

Nah, sekarang kok berani??Udah ada pengalaman ya?Tunggu dulu, jangan ambil kesimpulan dulu. Mending baca sampai selesai tulisan ini. Kenapa saya mencoba menulis mengenai cinta, salah satunya karena terinspirasi dari materi ifthor (buka bersama) di Karisma Salman ITB (25/2/2010), yaitu mengenai fikih nikah.

Baiklah, saya akan sedikit berbagi mengenai ilmu yang saya dapatkan dari acara itu. Acara yang berlangsung sangat singkat itu mendatangkan pemateri orang – orang yang baru melangsungkan pernikahan.  Yaitu teh Pratiwi Kusumowardhani atau yang akrab dipanggil Teh Dani dan Kang Cecep. Mereka berdua adalah 2 orang aktifis Salman ITB yang subhanallah, keren banget. Yang mampu membuat peserta terkagum – kagum mendengar kisah perjalanan cinta mereka mendapatkan suami dan istri masing – masing. Yang harus di ingat, mereka berdua bukan suami istri lho, tapi mereka punya suami dan istri masing – masing.

Ada beberapa yang saya garis bawahi dari materi tersebut, kalau ingin menikah kita harus punya 4 persiapan dulu :

  • Persiapan Fikriyah ( Matang visi keislaman, matang visi kepribadian, dan matang visi skill-pekerjaan
  • Persiapan Ma’nawiyah (Hal ini lebih kepada hubungan kita dengan Allah, memahami bahwa jodoh adalah rahasia Allah, peningkatan ibadah mahdhoh, memahami bahwa menikah adalah ibadah)
  • Persiapan Ma’aliyah (Nah, kalau ini maksudnya punya persiapan maisyah atau berpenghasilan cukup untuk memenuhi keluarga)
  • Persiapan Jasadiyah (Persiapan ini lebih kepersiapan fisik kita baik itu kesehatan dan kekuatan)

Ketika ingin memutuskan untuk menikah, harus dievaluasi keempat hal diatas terlebih dahulu. Apakah kita sudah memiliki semuanya atau mungkin hanya sebagian? Nah, kalau semuanya sudah siap, jangan tunda – tunda lagi, lakukanlah karena lebih cepat lebih baik. Nah, yang menarik bagi saya perkataan dari Teh Dani yang sering beliau ulang – ulang

Ketika kita ingin dapat pasangan yang terbaik, Kita harus menjadi baik dulu

Hampir sama dengan yang disampaikan kang cecep

Jangan pernah berfikir untuk mendapatkan pasangan yang terbaik, tapi berusahalah menjadi yang terbaik.

Subhanallah, maknanya kita jangan berfikir jauh, kira – kira pasangan saya nanti siapa ya? Sholeh ga ya? intinya persiapkan diri dulu. Insyallah jodoh ga akan kemana. Ketika ingin dapat suami/istri yang sholeh maka sholehkan dulu diri kita. Karena Allah juga bilang dalam alquran surat An-Nur ayat 26

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji,laki-laki yang keji untuk wanita yang keji pula.wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik,dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula..”

Kenapa mesti ragu, wong Allah juga mengatakan kok. Apa masih ada kata – kata yang pantas kita percaya selain kata – kata Allah?

Nah, yang menarik ada pertanyaan yang terlontar dari Kamil salah satu peserta ke teh Dani

Teteh tadi bilang, jangan menikah karena cinta pada si dia, tapi menikahlah karena Allah, terus bagaimana dengan perasaan cinta yang ada dan datang? Apakah harus dibunuh?

Dan Teh Dani, dengan tenangnya membalikkan pertanyaan itu pada kamil? dan kamil menjawab

Cinta itu adalah sebuah rasa dimana membuat kita terobsesi ingin memiliki orang yang kita cintai dan rela berkorban untuk mendapatkannya. Kira – kira seperti itu yang disampaikan kamil (maaf kalau ada kesalahan redaksi, intinya seperti itu).

Jawaban Teh Dhani seperti ini, cinta itu jangan dibunuh tapi bingkai lah dengan mahligai rumah tangga. Makanya diawal kita harus luruskan niat, buat apa menikah? Jangan sampai cinta pada suami/istri melebihi cinta kita pada Nya. Karena Allah sangatlah pencemburu.  Dan yang sering ia sampaikan, Cinta akan hadir ketika pernikahan sudah berlangsung, karena konteksnya adalah berusaha mencintai. Dan disanalah indahnya pacaran setelah pernikahan, ketika yang menyampaikan cinta pada kita pertama kali nya adalah suami/istri kita.

Mhm..pokoknya keren banget deh, karena mereka tidak hanya bicara, tapi sudah mengalami dan merasakannya sendiri. Sebenarnya masih banyak masalah yang dibahas dalam acara itu, bahkan konsep pernikahan beliau orientasi nya bukan hanya untuk diri sendiri/pribadi lagi, melainkan bagaimana pernikahan itu membawa kebaikan pada keluarga, saudara dan bahkan umat. Sehingga nantinya bisa menghasilkan generasi – generasi islam yang tangguh.

Wallahualam bishawab, itu sebagian kecil ilmu yang saya dapatkan dari acara buka bareng di Karisma ITB barusan, mudah – mudahan bisa menjadi jalan ilmu bagi teman – teman semua. Terakhir, jangan lupa mulai cari ilmu dan berdoa dari sekarang, untuk orang terbaik yang dikirimkan Allah nanti.

63 thoughts on “Bicara soal “Cinta”

  1. Cinta terkadang datangnya tak disangka-sangka, saat cinta itu datang raihlah dan sambutlah ia, jangan kau sia-siakan cinta, jikalau engkau tidak mau disia-siakan oleh cinta…

    kalo memang sdh menemukan org yg dicintai
    selamat yah………..
    salam

  2. Bicara soal cinta, dimulai dari suka lalu sayang lalu menjadi cinta. Bicara menjadikan cinta, yg terdahsyat adalah ketika memadukannya, karena bicara memadu cinta, berarti mengadunya juga, yaitu adu suka adu sayang adu cinta!

    Bicara cinta adalah bicara menghidupkan.
    Menghidupkan berarti menjadi berbagi.
    Berbagi itu lah ciri hidup yg utama.

    Salam Damai!

  3. makasih atas sharing infonya…beta jadi belajar lebih banyak lagi tentang “cinta”. Semoga cinta kita pada manusia dan dunia tidak melebihi cinta kita pada Alloh Swt..🙂

  4. cintaaa…. asyiiik, kalo bicarakan masalah cinta ga ade abisnye.

    Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia. (HR. Ad-Dailami)

    Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah kawin. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu hendaklah dia berpuasa karena (puasa itu) benteng (penjagaan) baginya. (HR. Bukhari)

  5. Sy belum pernah nge-post ttg cinta, gak punya referensi sih.
    Waktu nikah dulu sy tanpa sengaja nampaknya sudah melakukan ke 4 persiapan itu. Alhamdulillah mpe skrg meski dah beranak 2 hub dg isteri lancar2 saja. Ya modal utamanya cinta tadi kaleee…!

  6. Kritik utk jatuh cinta.

    Ada istilah jatuh cinta, ada naik pitam dan ada ketiban sial. Pertanyaanku pada istilah jatuh, naik dan ketiban. Tapi emang janggal dan lucu bila ada istilah naik cinta, jatuh pitam, nabrak sial, ya.

    Pada “jatuh” umumnya ada korban berantakan.
    Pada “naik” umumnya ada anugerah yg menjulang.
    Pada “ketiban”, umumnya dari atas, entah lah!

    Menurutku,
    Cinta itu tidak harus jatuh,
    Cinta itu sebagusnya bangun.
    Pd jatuh cinta sering korbannya berantakan,
    Pd membangun cinta mungkin korbannya keren.
    Heheh ,,. Itu menurutku.

    Salam Damai!

  7. bagaimana pernikahan itu membawa kebaikan pada keluarga, saudara dan bahkan umat

    Ini bener banget !!!
    Ini kalimat yang striking !!!

    Salam saya Sil

  8. WANITA

    WANITA
    Bagikan
    06 Agustus 2009 jam 10:02 | Sunting Catatan | Hapus
    # Sesungguhnya wanita (sanggup) menyembunyikan cinta selama empat puluh tahun, namun dia tidak (sanggup) menyembunyikan kebencian walaupun hanya sesaat.
    # Sesungguhnya Allah menciptakan wanita dari kelemahan dan aurat. Maka, obatilah kelemahan mereka dengan diam, dan tutupilah aurat itu dengan menempatkannya di rumah.
    # Sebaik-baik perangai wanita adalah seburuk-buruk perangai laki-­laki, yaitu: angkuh, penakut, kikir. Jika wanita angkuh, dia tidak akan memberi kuasa kepada nafsunya. Jika wanita itu kikir, dia akan menjaga hartanya dan harta suaminya. Dan jika wanita itu penakut, dia akan takut dari segala sesuatu yang menimpanya.
    # Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, karena mungkin saja kecantikannya akan membinasakannya. Dan jangan pula kalian menikahi wanita karena hartanya, karena mungkin saja hartanya akan menjadikannya bersikap sewenang-wenang. Akan tetapi, nikahilah wanita itu karena agamanya. Sungguh, seorang budak wanita hitam yang putus hidungnya, tetapi kuat agamanya, dia lebih utama.
    # Aib yang terdapat pada seorang wanita akan terus ada selamanya. Aib ini juga akan menimpa anak-anaknya setelah menimpa ayah mereka.
    # Kecemburuan seorang wanita adalah kekufuran, sedangkan kecem­buruan seorang laki-laki adalah keimanan.
    # Amma Ba’du. Wahai penduduk Irak, sesungguhnya kalian ini seper­ti perempuan yang mengandung. Dia lama mengandung bayinya, ketika telah sempurna kandungannya, dia melahirkan bayinya dalam keadaan mati, lalu meninggal pula suaminya dan dia pun lama menjanda. Kemudian yang mewarisi dirinya adalah orang yang jauh (kekerabatannya) dengannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s