Mimpi Buruk di Rabu Pagi

Beberapa jam setelah Ledakan Gas

Semuanya seolah seperti mimpi, mimpi buruk yang tiba – tiba merubah hidupku. Ledakan gas dari kompor ibu yang punya kosan shubuh dini hari pada 10–2-2010 itu , membuat ku dan beberapa teman kosan kehilangan tempat berteduh untuk saat ini. Disaat seisi kosan terlelap dengan pulasnya, bunyi  begitu keras yang di iringi dengan getaran kencang itu, membuat setiap mata yang tengah terlelap terbuka seketika. Dan tiba – tiba terdengar suara jeritan ibu kos yang tersambar gas yang meledak.

Selang beberapa menit setelah ledakan pertama, ketika aku dan beberapa teman hendak melihat kondisi kamar Ega (salah satu penghuni kosan) yang retak, tiba – tiba kamar itu dan 2 kamar lainnya  rontok, ambruk dan hancur bagai dilanda gempa berkekuatan 8 SR. Kejadiannya begitu cepat, seketika semuanya berubah jadi puing – puing yang sudah tidak berbentuk. Bersyukur, aku dan semua teman – teman bisa secepatnya lari dan menyelamatkan diri. Tapi Ela, salah satu teman kosan ku, kepalanya bocor tertimpa reruntuhan bangunan. Bersama ibu kos, Ela langsung di larikan kerumah sakit.

Ini beberapa gambar kosanku yang sempat diambil dari kamera hp :


Warga bergotong royong membersihkan reruntuhan

Dilihat dari lantai 2

Polisi dan wartawan mulai banyak yang berdatangan

Bersyukur kamar yang ku tempati tidak ikut ambruk seperti gambar diatas. Dari 5 kamar yang berada dilantai 2, alhamdulillah masih ada 2 kamar yang tidak runtuh salah satunya kamarku. Tapi walaupun begitu, aku dan semua teman yang ngekos disana, tetap harus pindah secepatnya, karena kondisi kamar yang tidak ambruk pun sudah tidak pantas untuk ditempati, karena khawatir akan ambruk.

Akhirnya, malam pertama setelah kejadian itu aku dan teman – teman satu kosan, numpang menginap di tetangga, sambil mencari kosan yang bisa kita tempati bersama. Diawal kami bertekad ingin mencari kosan yang bisa memuat kami semua, biar kami bisa saling mengobati kesedihan. Tapi ternyata, sangat susah untuk mencari kos – kosan kosong yang bisa menampung 10 orang.

Dan sampai sekarang, setelah mimpi buruk itu berlalu 2 hari, nasib kami belum jelas. Satu persatu ada teman yang akhirnya memutuskan buat cari kos sendiri, tapi masih banyak juga yang ingin bertahan di kosan lama yang terletak di Jalan geger arum no 77 Bandung itu, karena saking putus asa nya mencari kos – kosan yang seperti kosan sebelumnya. Dan begitu juga dengan aku, sampai sekarang belum dapat kosan yang sesuai dengan hati, dan masih bolak – balik kosan lama dan kosan teman.

Sekarang, kami berharap secepatnya bisa menemukan tempat berteduh yang layak dan aman. Karena, keadaan seperti ini membuat hidup kami belum normal seperti sedia kala. Yah, apappun itu, kami harus kuat dan sabar menghadapi ujian ini, moga setelah ini Allah perlihatkan pelanginya yang indah pada kami. Aku sangat yakin, pasti banyak hikmah dan ilmu yang bisa ku petik dari kejadian ini. Amin..

45 thoughts on “Mimpi Buruk di Rabu Pagi

    • mhm..lumayan mengerikan, dan menyisakan trauma bagi buat kami mbak…

      ibu kos, dirawat dirumah mertua nya, dan teman sil juga udah kembali ke kosan, tinggal menunggu proses penyembuhan

  1. innalillahi wainna ilaihi rajiun…

    saya bisa bayangkan bagaimana keadaan isil dkk saat ini, semoga cepat menemukan tempat kost yang jauh lebih baik dari sebelumnya, amin…

    salam hangat

  2. Oia ,
    Di Bondowoso juga kerasa gempanya , tepat malem jumat . Tapi alhamdulillah gag ada korban jiwa maupun harta . Katanya pusatnya di selatan Pulau Bali . tetap semangat nyari tempat kosa , mb

  3. Mbak Isil,
    Maksud hati ingin membaca share yang happy… ternyata aku mendapatkan kisah duka mbak Isil di “Mimpi buruk di Rabu pagi” yang sangat mengenaskan…

    Yang sabar mbak Isil… mudah mudahan musibah ini cepat berlalu…

    Salam kenal dari Adelay

  4. hallo adelay
    makasih telah berkunjung
    senang bisa kenalan..
    makasih banyak ya..mohon doa nya moga bisa selalu sabar menghadapinya..

    salam kenal juga..🙂

  5. karena, hanya orang – orang yang beriman lah yang akan diberikan hadiah, berupa ujian. dan sesungguhnya ujian yang kita dapat, hanya lah “sentilan” dari -Nya …

    semakin besar ujian, itu artinya makin besar Cinta-Nya, makin naik pula ‘Level’ keimanan kita …

    tetep sabar, jangan ragu kalo butuh bantuan …😀

  6. Pingback: Kangen Masakan Padang « 121n4

  7. Pingback: Moment bersejarah di 10 Februari « Try To Be Better

  8. Pingback: Moment Bersejarah di 10 Februari | Tsamaratul Janniah's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s