Ketika Ibadah Tidak Seimbang dengan Amanah yang Diemban…

Amanah, sebuah tema yang diangkat dalam perbincangan malam (kamis, 16/12/09) dari radio MQ FM. Dan kebetulan pas banget dengan pengalaman dan masalah ku akhir – akhir ini. Seperti tulisan ku sebelumnya “Sekilas PLASA KEMAKOM 2009” yang seolah – olah mengeluh dengan amanah yang sedang ku emban. Tapi memang itulah masalah yang ku alami akhir – akhir ini, banyak nya amanah dan kegiatan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat, sempat membuatku merasa jenuh dan lelah dengan semuanya. Astaghfirullah, itu yang paling aku takutkan, takut kalau diri ini tidak ikhlas menjalankan amanah yang diberikan.

Dan ternyata, baik buruknya amanah yang kita emban berbanding lurus dengan keimanan kita. Itu juga yang kurasakan, ketika iman ini melemah, apapun yang  dilakukan akan sering di iringi dengan keluhan. Dan sebaliknya, ketika keimanan sedang meningkat, seberat apapun amanah yang sedang diemban, akan dilakukan dengan senang hati dan ikhlas.

Kuncinya adalah ibadah. Ketika ibadah bisa seimbang dan terjaga, keimanan akan terjaga, begitu juga dengan segala amanah yang di emban. Dan kuakui, akhir – akhir ini ibadah yang kujalani pun belum sempurna dan seimbang dengan banyak amanah yang kuemban. Kusadari, itulah penyebab keletihan dan kejenuhan ku dalam menjalani aktifitas yang padat. Astaghfirullah, padahal konsep itu sudah kupahami sebelumnya, dan ada dalam tulisan ku “Jangan tinggalkan karena itu adalah bahan bakar kita”. ternyata, menuliskan lebih mudah daripada melaksanakannya. Ampuni aku ya Allah,  berkata tapi belum bisa melaksanakannya. Introspeksi diri, itu yang mesti kulakukan secepatnya, sebelum terlalu banyak keluhan dan penyesalan yang terucap dari mulut ini.

Dan dari diskusi malam itu ada beberapa point yang bisa digarisbawahi, agar kita bisa menjadi orang yang amanah :

1. Luruskan niat hanya karena Allah. Karena ketika kita menjalankan amanah, hanya karena seseorang atau atasan, maka akan menimbulkan kekecewaan. Dari pengalamanku, niat ini memang harus sering diperbaharui karena akan banyak godaan yang membuat niat melenceng, baik itu emosi, nafsu dan materi. Niat yang lurus diawal, tidak menjamin akan tetap lurus sampai diakhir. Oleh karena itu, harus sering di update.

2. Terima amanah yang sesuai dengan kapasitas diri, begitu juga ketika kita memberikan amanah kepada seseorang, sesuaikan dengan kapasitas orang itu. Jangan sampai kita mendzholimi orang yang telah memberi amanah kepada kita, karena tidak bisa menjalankannya dengan baik.

3.  Harus seimbang, antara amanah dan ibadah yang kita lakukan. Semakin banyak amanah, maka ibadah pun harus meningkat. Ini penentu salah satu kunci, agar tercipta niat yang ikhlas.

4. Ingat, waktu dan umur juga adalah amanah dari Allah. Oleh karena itu, manajemen waktu yang baik adalah kunci agar  bisa menjalankan amanah dengan baik. Ketika, ada satu tugas yang tertunda karena kelalaian kita, maka akan berefek pada semua kegiatan kita yang lain.

Itu kesimpulan yang bisa ku ambil dari refleksi malam dari MQ FM itu. Cukup tuk menyadarkan dan mengingatkan ku. Dan satu kunci yang ku dapat dan harus selalu di ingat adalah

Fokus menjalankan kewajiban untuk memenuhi Hak Nya, maka hak kita akan datang dengan sendirinya”.

Harus yakin dengan itu, ketika  kewajiban kita telah dilaksanakan dengan baik, insyallah segala urusan kita akan diberi kemudahan oleh Nya. Amin..

Mudah- mudahan  bisa terus introspeksi, dan melurusakan niat , dalam setiap langkahku. Sehingga semuanya akan terasa lebih ringan.

7 thoughts on “Ketika Ibadah Tidak Seimbang dengan Amanah yang Diemban…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s