Pelajaran Berharga dari sebuah Amanah….



Yah, satu perjuangan lagi akhirnya selesai. Perjuangan menjadi panitia seminar IT/Kuliah perdana itu selesai juga. Setelah lebih kurang 2 bulan semua panitia mempersiapkan acara ini, senin 31/8/09 kemaren acaranya terselenggara juga.

Kuliah Perdana adalah sebuah Event tahunan yang wajib terlaksana di BEM Keluarga Mahasiswa Komputer UPI. Tapi ada yang beda di tahun ini, Kuliah perdana yang biasanya diperuntukkan buat mahasiswa baru program studi ilmu komputer dan pendidikan Ilmu computer itu, sekarang dirancang juga seperti sebuah Seminar IT yang membuka peluang mahasiswa dari angkatan, jurusan dan universitas yang berbeda untuk ikut dan berpartisipasi dalam acara ini.

Dan dari situlah timbul permasalahannya, karena memang sudah hukum alamnya ketika ada suatu perubahan dilakukan dari kebiasaan awalnya akan muncul berbagai macam reaksi dari berbagai pihak, baik itu yang pro maupun kontra. Panitia yang bisa dikatakan awam dengan kegiatan seperti itu sempat kaget dan berkecil hati, tapi alhamdulillah berkat kesolidan dan semangat bersama akhirnya memutuskan untuk terus melanjutkan perjuangan itu.
Alhamdulillah secara keseluruhan acara berlangsung lancar, walaupun Bapak Romi Satria Wahono yang mengisi acara diawal sempat datang terlambat tapi Alhamdulillah sampai terakhir acara tidak terlalu molor.

Kali ini saya tidak akan terlalu banyak membahas mengenai keberlangsungan acara, tapi lebih ke kegiatan dibalik layar yang dilakukan panitia. Karena bagi saya, acara itu tidak akan berlangsung dengan sukses tanpa ada orang – orang yang berada diposisi balik layar.

Kebetulan dalam event ini saya diamanahi sebagai koordinator PDD dan Humas, amanah yang sebelumnya belum pernah saya pegang. Yah, saya memang dari nol untuk memulai semuanya. Harus meraba dan merangkak, dan tidak sedikit kerikil –kerikil yang menghalangi perjuangan itu.

PDD dan Humas adalah pekerjaan yang lebih membutuhkan pengetahuan teknis, karena langsung terjun ke lapangan dalam pengerjaannya. Mulai dari menyediakan spanduk, poster, leaflet, seminar kit, sertifikat, plakat, meminta tanda tangan camat, lurah dan sampai dokumentasi kegiatan. Jauh bertolak belakang dengan amanah yang biasa saya pegang, seperti di acara dan sekretaris yang lebih focus ke konsep. Dan ini adalah sebuah tantangan bagi saya, ditambah lagi jabatan sebagai koordinator, tantangannya semakin berat. Karena saya tidak hanya mengatur diri saya sendiri tapi harus mengkoordinir 9 anggota PDD dan Humas lainnya.

Pelajaran berharga yang saya dapatkan dalam perjuangan sebagai koordinator adalah sabar. Saya langsung ingat, ketika ibu saya bilang kalau sebagai pemimpin itu yang sangat dibutuhkan adalah kesabaran dan kerendahan hati. Yah, ilmu itu baru saya sadari ketika mengemban amanah ini. Karena begitu banyak pemikiran, dan perasaan orang yang harus kita pertimbangkan.

Dan pada akhirnya saya ingin mengucap syukur yang sebesar-besarnya pada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala kekuatan, semangat dan kesehatan yang selalu ia limpahkan pada saya hambaNya yang masih jarang bersyukur. Tanpa semua itu, mustahil saya bisa mengemban amanah yang sangat baru ini bagi saya.

Selanjutnya pada kedua orang tua dan kakak saya, yang selalu mendukung setiap kegiatan yang saya lakukan. Bahkan mengurangi waktu berkomunikasi dengan mereka.
Kemudian ucapan terimakasih dan bangga pada Sembilan anggota PDD yang setia membantu saya dalam menjalani perjuangan ini. Buat Suci yang selalu siap dengan desaign –desaign nya yang unik, dan selalu menyelesaikan setiap tugas yang diberikan padanya, Azmi yang paling mengerti dan paham dengan saya, dia yang selalu minta maaf setiap selesai mengerjakan tugas. Riza, willi, Yogo tiga orang cowok dalam PDD yang selalu standby ketika dibutuhkan. Dan maaf banget sering saya suruh – suruh buat masang spanduk, pesan poster, sampai menyebarkan beberapa poster ke berbagai Universitas di Bandung. Kemudian Wanda yang benar –benar bertanggung jawab dengan nametag nya, beberapa hari saya ajak bolak balik TweakIT untuk ngurusin nametag di siang hari yang panas. Terimakasih banyak teman, dan selanjutnya dua sejoli ayu dan wafda terimakasih banyak telah bantuin beli seminar kit di pasar balubur, nemenin saya ke MQ FM buat publikasiin acara ini, dan bantuin angkat printer sampai tinta nya mengotori baju ayu yang baru. Terimakasih dan maaf kalau ada sikap saya yang membuat kalian tidak enak hati…Dan terakhir terimakasih buat santi, walaupun diawal persiapan jarang hadir, tapi pada hari H santi bisa bertanggung jawab dengan tugasnya. Terimakasih ya…Untuk semua anggota PDD saya menyadari masih banyak kekurangan yang saya lakukan sebagai seorang koordinator, saya belum bisa mengkoordinir kalian dengan bagus.
Dan terakhir thanks to semua panitia kuliah perdana dan Seminar IT, yang telah membantu proses pengerjaan tugas PDD, buat Elvira my best friend yang nemenin cari tanda tangan pak camat dan pak lurah, buat anggota Logistik ceria Rindi, Gina, Wulan, Enu dan Dian yang bantu ngurusin sertifikat sampai selesai, selanjutnya Ria wapres kita, terimakasih dah bantu dapetin tanda tangan pak dekan, dan maaf sekali dalam mengemban amanah PDD kurang koordiinasi dengan kestari, dan khususnya saya minta maaf pada ria mungkin sering jutek, dan cuek pada dirimu..Tika, Rindi, Imon, Sofi, Rendi, Kurniawan yang bantuin dalam menyebarkan poster. Septiyadi yang bantuin ngurus2 spanduk sampai selesai.

Dan buat semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu, terimakasih banyak atas bantuannya dan mohon maaf jika dalam pengerjaan tugas PDD umumnya dan saya khusunya tidak maksimal dan ada sikap yang tidak berkenan dihati teman-teman..Karena saya hamba Allah yang lemah yang tidak pernah luput dari kesalahan..Terakhir, saya senang dan bangga bisa bekerja sama dengan kalian semua.

7 thoughts on “Pelajaran Berharga dari sebuah Amanah….

  1. Seneng banget ya bs berproses sampai acaranya kelar n sukses.. (^.^)b

    Sebagai presiden akang seneng bisa mempunyai rekan kerja kayak isil dan yang lainnyah!

    jd malu.. q dtg2 pas hr H doank!haha

    proud to u all..
    tetap dlm perdjoeangan!

  2. @kang adam : Yah, bener banyak ilmu yang didapat kang, setidaknya dengan amanah ini pengalaman sil semakin bertambah…

    Iya tuh..kita serasa anak ayam kehilangan induknya..tapi seperti kata kang adam kemaren, ternyata kang adam sukses jadi induk elang dan menjadikan kita anak-anak yang mandiri…

  3. ha.ha….smangat sil….ka bru pertamo kali lo d acara lu sil…ternyata susah jg….tp alhamdulillah proker wak lah slalai 1 lai sil….next : biuntor n bimail….and P2M…hu.hu….jadi takuik ka sil, jd pj ny….doa'n dh sil…..

  4. @t'cit : iya makasih banyak teh….

    @tika : yo wak harus selalu semangat ka…
    apolagi kalau jadi PJ hehehe…

    I Belive U can Do It…
    Tetap dalam perjuangan ka…

  5. Semangat Cin…!!!

    banyak pelajaran berharga di balik smua yang wak lakukan dan wak usahakan…

    pada titik akhir pasti akan membuahkan hasil yang baik…..

    berusahalah untuk selalu lebih baik kawan…,
    sehingga tercapai yang juga pasti lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s