Kenapa aku tidak pulang????

Ini jawaban dari lontaran pertanyaan teman – teman yang selalu bertanya kenapa aku tidak pulang kampung. Padahal teman – teman satu kosan ku yang sama – sama dari Padang semuanya balik. Oke aku akan memaparkan beberapa alasan yang membuat ku lebih memilih tetap bertahan di tanah Pasundan ini ketimbang pulang ke tanah Minang yang sangat ku rindukan itu.

Tidak pulang kampung bukan berarti aku tidak rindu dengan tanah kelahiran ku itu, tidak pulang kampung bukan berarti aku lebih senang tinggal di Bandung dari pada di Pariaman. Dan tidak pulang kampung bukan berarti aku tidak rindu dengan keluarga besar dan teman – teman ku yang disana. Tapi aku punya beberapa alasan yang menurutku lebih bermanfaat dari pada sekedar liburan di tanah kelahiran ku.

1. Karena janji dan tekad ku pada kedua orang tua hanya akan pulang sekali setahun. Alasannya yaitu sering pulang malah akan membuat ku tidak siap untuk hidup jauh dari mereka. Karena setiap selesai liburan dan kembali ke Bandung aku harus mempersiapkan perasaan untuk berpisah dengan mereka, dan saat itulah yang paling menyakitkan. Aku harus menata perasaan ini dari nol lagi, aku harus menguatkan hati untuk menerima keadaan itu dan mulai membiasakan dengan keadaan yang jauh dari mereka. Uh…itu sangat sulit, dan selama seminggu setelah sampai diBandung aku pasti akan selalu teringat dengan keadaan suasana di rumah dan tidak jarang air mata ini mengalir dengan sendirinya ke pipi. Karena itu aku tidak ingin terlalu sering pulang, jika rindu aku akan mengobatinya dengan mendengarkan suara mereka lewat telepon seluler saja. Yah setidaknya bisa mengobati kerinduan ini…

2. Aku bisa menggunakan waktu libur ku untuk mengunjungi tempat – tempat yang sebelumnya belum pernah aku kunjungi. Dan menurutku liburan semester ganjil inilah saatnya untuk menjelajahi semua itu. Karena jika pada liburan semester genap aku akan disibukkan dengan semester pendek sedangkan liburan lebaran, itu waktu ku berkumpul dengan keluarga. Selain itu aku juga bisa mengunjungi keluarga – keluarga yang ada di Bandung dan Jakarta.

3. Aku juga bisa menggunakan waktu libur ini untuk mengikuti kegiatan – kegiatan yang bermanfaat seperti mengikuti seminar – seminar dan pelatihan yang sering diadakan. Seperti liburan kali ini aku mengikuti seminar nasional yang pematerinya dari Microsoft, lumayan dapat ilmu yang tidak pernah didapat di bangku perkuliahan. Selain itu aku juga mengikuti pelatihan ‘The Power of Trust’ yang diadakan oleh DPU DT dan pematerinya dari MASTER ( Mata Air Surga Training Center), dan subhanallah pelatihan yang sangat memotivasi ku untuk bisa menjadi lebih baik dalam menghadapi hidup. Dan menurutku semua itu sangat berharga dan bisa meningkatkan potensi diri. Karena aku ingin ketika aku pulang nanti, ada banyak perubahan positif dari diri ku sehingga bisa membuat keluargaku bangga punya anak seperti ku ini. Amin ya Allah…

4. Selain itu, aku lebih bisa mempersiapkan diri buat menghadapi perkuliahan di semester depan, bisa mengurus semua urusan – urusan kampus yang harus di urus. Walaupun sebenarnya bisa diwakilkan dengan teman tapi dengan mengurus sendiri aku bisa membuat keputusan sendiri terhadap pilihan ku, tidak hanya ikut apa kata orang. Dengan mengurus sendiri aku akan dapat ilmu dan pengalaman dalam berurusan dengan administrasi kampus. Dan menurutku itu adalah sebuah pembelajaran untuk masa depan dalam mengurus segala hal. Dan banyak alasan – alasan lain yang membuatku tetap bertahan untuk tidak pulang..

Itu beberapa alasan ku tetap bertahan, tapi dari keseluruhan alasan tersebut yang terpenting adalah aku ingin selalu bergerak menuju kebaikan dengan meningkatkan kapasitas diriku. Sehingga aku tidak menjadi anak yang hanya bisa meminta uang tiap awal bulan, aku tidak hanya menjadi anak yang hanya menuntut haknya pada kedua orang tua tanpa memberikan sesuatu yang berarti pada mereka.

Satu azzam ku, aku ingin membahagiakan kedua orang tua dan semua orang yang menyayangiku, dengan melihat ku suatu saat pulang membawa sebuah keberhasilan dan perubahan diri kearah yang lebih positif. Biarlah sekarang aku memendam semua rindu itu demi suatu kemenangan di masa depan. Amin ya Allah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s