Sang Murabbi

Ya Allah terimakasih Kau telah mempertemukan aku dengan orang – orang yang begitu luar biasa yang hatinya senantiasa dihiasi dengan ketulusan dan keikhlasan yang diwajahnya selalu tersungging senyum yang menenangkan ku.

Mereka lah Murabiyah –murabiyah ku yang tak pernah kenal lelah dan letih dalam menyampaikan ajaran Allah. Mereka tak pernah minta imbalan atas semua yang telah mereka berikan kepada ku. Bahkan tak jarang mereka mengorbankan kepentingan mereka demi membina ku dan teman – teman. Mereka hanya mengharapkan kasih sayang dari Mu ya Allah. Tujuan yang begitu mulia..

Sekarang baru kusadari, aku punya banyak salah pada mereka, tidak jarang aku malas-malasan pergi mentoring hanya karena alasan sepele. Padahal mereka begitu semangat datang untuk memberikan ilmunya pada ku. Begitu sering aku tidak menyetor hafalan ketika jadwal setor hafalan tiba, dan dengan wajah tanpa dosa aku mengatakan kalau aku lupa menghafal. Mereka hanya tersenyum dan memberikan nasehat dengan cara yang begitu lembut. Maafkan adik mu ini uni, kakak, dan teteh.

Semoga mereka selalu dalam lindungan Mu ya Allah..

Amin….

Aku merindukan Mereka yang dengan sabar mendengarkan khodoyah ku dan teman – teman, Disaat aku lupa dan salah jalan mereka lah yang selalu mengingatkan ku dan memberikan solusi yang terbaik bwt ku. Karena mereka aku bisa merasakan nikmatnya iman, indahnya ukhuwah dan bisa mengenal Allah dan rasul lebih dekat..

Rasa rindu itu semakin membuncah dihati ini ketika aku menonton trailer sang murabbi, aku merasakan semangat Ustad Rahmat ada pada mereka. Dan membuat hati ini pun bersemangat menempuh jalan dakwah yang penuh dengan onak dan duri . Sebelumnya aku tidak pernah berfikir jadi seorang murabi yang akan membina adik-adik seperti yang dilakukan mereka pada ku. Aku hanya ingin dibina bukan membina, begitu pikir ku beberapa tahun yang lalu ketika salah satu murabbi ku mengatakan kalau aku harus siap menjadi murabbi ketika duduk dibangku kuliah nanti. Karena harus ada generasi penerus untuk melanjutkan dakwah ini, jika kita tidak ingin negeri ini hancur karena tidak ada orang yang menyeru ke jalan Allah. Sekarang aku mulai paham dengan semua itu. Kalau memang amanah itu datang aku akan berusaha menunaikannya dengan sebaik-baiknya. Ya Allah berikan aku kekuatan untuk menjalankan semua amanah ini.

Kak Mery, Kak Nila, Uni Anis tolong doakan adikmu ini agar tetap istiqomah dijalan dakwah ini. Agar tetap sabar dan ikhlas seperti yang pernah kalian contohkan pada ku. Aku akan selalu mengingat nasehat – nasehat yang pernah kalian lontarkan padaku.

Terimakasih Uni, kakak dan teteh atas ilmu, keikhlasan, ketulusan, kesabaran, dan nasehat kalian kepada ku yang begitu berarti bagiku.

Ya Allah kuatkan lah ikatan ini agar terus terpaut dalam ukhuwah ini. Walaupun jarak memisahkan kami, jadikan kami selalu dekat dalam cintaMu.

Ya Allah lindungilah mereka dan kuatkan hati kami dalam mengarungi jalan yang Kau pilihkan buat kami. Dan pertemukan kami di syurgaMu kelak ya Allah.

Amin…..Amin ya Rabbal’alamin………..(Selasa, 19 agustus 2008)

2 thoughts on “Sang Murabbi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s