Uncategorized

All posts in the Uncategorized category

KomA goes to Jogja…Akankah itu terjadi???

Published June 11, 2009 by isil

Itulah pertanyaan besar yang menjadi pikiran dari seluruh anggota KomA beberapa hari ini. Setelah dipusingkan dengan Presentasi tugas – tugas besar dan persiapan UAS yang semakin dekat, ada satu masalah yang nggak kalah besar dari Tugas – tugas besar. Yaitu gonjang ganjing seputar Kelas A goes to Jogja. Wacana yang hampir satu semester ini booming dikalangan anggota KomA itu terancam gagal. (wah…gagal???jangan kaget dulu..tapi itu baru kemungkinan jangan mengambil kesimpulan dulu ya..lebih baik baca kelanjutannya)


Sebelumnya, saya akan flashback kembali tentang cita-cita KomA itu. Rencana KomA goes to Jogja datang lebih kurang satu semester yang lalu, tepatnya ketika KomA berencana mengadakan jalan- jalan di akhir semester 3. Dan salah satu pilihannya adalah ke Jogja. Setelah beberapa kali rapat akhirnya Jogja lah yang menjadi tujuan kita. Masalahnya nggak selesai sampai disitu saja, karena waktu yang mendesak dan biaya yang cukup besar, akhirnya kita putuskan buat menunda acara itu sampai liburan semester 4, sehingga kita punya waktu yang cukup buat mempersiapkan segala sesuatunya termasuk biaya. Dan liburan saat itu diganti dengan jalan – jalan ke Maribaya.

Sekarang saat yang ditunggu itu semakin dekat, Jogja sudah di depan mata, dan rapat juga sudah sering di adakan. Disinilah masalahnya, setelah diadakan survey, didapatkan hasil bahwa 3 orang dari 31 anggota kelas A tidak bisa ikut acara KomA goes to Jogja. 3 orang bukan angka yang kecil, itu sebuah masalah besar bagi KomA. Karena KomA beranggotakan 31 orang, bukan 28 orang. Jadi jika ada satu satu saja yang tidak bisa ikut, semuanya akan berontak.

Berontak, ya.. Itulah yang terjadi selasa sore (9/6/07) ketika kita selesai kuliah Evaluasi Pembelajaran Ilmu Komputer di Gedung Ilmu Komputer. Kebetulan, KomA tidak ada perkuliahan RPL, sehingga sore itu adalah waktu yang tepat untuk memperjelas semua masalah yang ada. Saat menegangkan yang seolah – olah seperti Pengadilan itupun datang yang dipelopori oleh beberapa cowok – cowok KomA, yaitu Edo, Fajar dan Lovi. Sidang itu di awali dengan Pengumuman oleh Edo seputar jadwal Kuliah. Dan dilanjutkan dengan dipersilahkannya Sidik duduk di Bangku terdakwa yang sudah disediakan. Karena yang bersangkutan tidak berkenan akhirnya dipersilahkan duduk dimanapun dengan syarat semua mata harus tertuju pada nya(halah…). Akhirnya, Sidik dilempari beberapa pertanyaan yang bermaksud minta penjelasan dan alasannya tidak bisa ikut ke Jogja. Kemudian disusul dengan penjelasan dari Yowan dan Irfan wanata.

Setelah mendengar penjelasan dari 3 orang anggota KomA yang tidak bisa ikut itu, akhirnya Lovi yang pada saat itu berperan sebagai Hakim yang didampingi Fajar mulai angkat bicara. Lovi dengan raut muka yang sedikit serius mulai berbicara panjang lebar ala seorang Hakim di sebuah Pengadilan. Ia mulai menyampaikan pendapat – pendapatnya yang sangat logis sambil di dengar dengan serius oleh teman – teman yang lain. Dilanjutkan dengan beberapa harapan dari seorang ketua Kelas yang langsung disampaikan Edo. Setelah itu Fajar dengan gaya provokasinya mulai angkat bicara begitu juga Gina dari perwakilan kaum Ibu. Intinya, semua berharap ketiga orang teman itu tetap ikut dalam acara KomA goes to Jogja. Dan seluruh anggota kelas A dikasih waktu untuk berfikir selama 3 hari, bagi yang tidak bisa ikut untuk berfikir kembali tentang ketidak ikutannya (mudah – mudahan saja bisa berubah fikiran) dan untuk yang bisa ikut tetap berfikir apakah KomA goes to Jogja akan tetap diadakan atau tidak tanpa kehadiran 3 orang teman itu.

Dari perbincangan sore itu saya merasakan begitu kentalnya kekeluargaan yang ada di KomA. Disidang nya teman – teman yang tidak bisa ikut adalah wujud kepedulian dari teman – teman yang lain, bukan berarti kami ingin membuat malu atau mencari – cari kesalahan, tidak sama sekali. Sekarang, saya sebagai salah satu anggota komA melalui tulisan ini menyampaikan pada ketiga orang teman yang tidak bisa ikut yaitu Weni, Irfan, dan Sidik bahwa kami semua sangat berharap teman – teman bisa ikut dalam acara itu (karena ga ada loe ga rame) . Kami tahu teman – teman punya alasan masing – masing, dan jika ditanya sama teman yang lain saya yakin semuanya juga punya alasan dan masalah masing- masing, bisa atau tidaknya ikut itu tergantung dari niat kita. Sekali lagi mohon pikirkan keputusan teman – teman, karena kita tidak tahu apakah kesempatan itu akan datang untuk yang kedua kalinya? Dan apakah kita masih bisa bersama untuk semester selanjutnya?

Saya tidak bisa bicara banyak disini, karena saya yakin teman – teman juga sudah tahu semua apa yang ada di fikiran saya. Sekarang kami tinggal menunggu jawaban dari teman – teman pada hari Jumat. Saya mohon maaf apabila tulisan saya ada yang menyinggung atau salah.Terakhir satu yang pasti kami masih sangat mengharapkan keikutsertaan teman – teman dalam acara KomA goes to Jogja ini.

Berani untuk Hidup Berani bangkit dan terus berjuang

Published May 22, 2009 by isil


Sebuah tema yang datang ketika mendengar radio MQ disuatu malam. Tema yang bisa membangkitkan semangat ku untuk bangkit dan terus berjuang. Yah,salah satunya bangkit untuk kembali menulis di blog yang semakin berdebu ini. Karena beberapa alasan sehingga membuatku selalu merasa tidak punya cukup waktu untuk mengurusinya (halah…ngeles). Sebenarnya itu semua terjadi juga karena ketidak cerdasanku dalam mengatur waktu dan pikiran. Semoga kali ini aku bisa menulis sesuatu yang memberikan manfaat bagi diriku dan yang lainnya. Amin..

BISMILLAH..

Kehidupan adalah amanah yang diberikan Allah kepada setiap manusia, tidak selamanya senang, dan tidak selamanya sedih, keberanian untuk hidup berarti berani untuk menanggung setiap masalah – masalah yang hadir dalam hidup kita. Berani untuk hidup berarti bertanggung jawab penuh atas hidup yang telah dikaruniakan Allah pada kita.

Tapi kita sering khawatir dengan kelemahan – kelemahan yang kita miliki, kita gelisah dengan kekurangan diri sehingga tanpa di sadari sering keluar kata – kata menyerah, kata – kata negative, dan kata – kata tidak bersemangat yang pada akhirnya itulah yang semakin menjatuhkan . Yah tepat sekali, itu juga yang sering si aku alami.

Gimana sih, caranya agar kita senantiasa punya semangat untuk berani hidup berani bangkit dan terus berjuang. Dari perbincangan malam di Radio MQ . Ada beberapa point yang aku garis bawahi agar bisa mencapai nya :

  1. Awali segala urusan – urusan kita dengan bismillah..

Mari kita biasakan mengawali setiap kegiatan apapun yang kita lakukan sehari – hari dengan mengucapkan bismillah. Sebuah kata yang sangat sederhana tapi sering terlupakan dan berat untuk diucapkan. Dengan mengucapkan lafaz bismillah berarti kita telah mengikutsertakan Allah pada setiap langkah dalam hidup kita. Dan ketika kita dihadapkan dengan sebuah masalah, InsyaAllah kita akan tenang menghadapinya karena kita yakin akan keikutsertaaan Allah didalamnya.

  1. Mengganti segala kebiasan buruk dengan amal dan kegiatan yang bermanfaat.

Jika selama ini kita masih lalai dengan waktu – waktu yang dikaruaniakannya sekarang mari kita ganti kesia-siaan itu denga hal – hal yang bernilai ibadah. Misalnya, jika kita masih asyik nonton FILM sampai berjam – jam maka akan lebih baik kita ganti dengan mengulang pelajaran, membaca atau menghafal quran.

Mari sejenak kita berfikir, baik buruk atau orang ekonomi biasanya menyebut untung rugi yang akan kita dapati dari setiap kegiatan yang kita lakukan. Satu contoh tadi dari nonton FILM,kira – kira apa yang akan kita dapati? Kita mendapati, waktu kita yang habis dengan percuma, mata kita akan terbiasa dengan tontonan- tontonan yang banyak memperlihatkan kemaksiatan yang akan berefek pada pola pikir kita, ketagihan untuk menonton dan menonton terus yang berefek menurunnya budaya baca. Otak kita akan malas untuk berfikir dan menganalisa yang akan berdampak menurunnya prestasi belajar kita. Dan ini akan menjadi salah satu penyebab timbulnya keputus asaan dan malas untuk bangkit dan berjuang.

Makanya kita harus mengganti kebiasan bermalas- malasan itu dengan yang lebih bermanfaat. Ini cara yang bisa kita lakukan agar setiap langkah hidup kita bisa bernilai ibadah. Dengan begitu akan lahir lah semangat untuk bangkit dan terus berjuang.

  1. Yakinlah bahwa kita dilahirkan bukan untuk jadi orang yang berputus asa.

Kita tidak dilahirkan menjadi orang yang berputus asa melainkan menjadi orang seorang pemenang. Jika kita sudah yakin dengan hal tersebut, pikiran bawah sadar kita akan membawa kita untuk berani hidup dan bangkit dan terus berjuang menghadapi segala masalah hidup kita. Kita akan selalu berusaha mencari celah dan jalan untuk keluar dari kesempitan dan himpitan masalah itu. Semangat !!!!!

  1. Sabar dalam setiap ujian dan cobaan yang datang menghadang

Yah, sabar akan memberikan spirit baru dalam hidup kita ketika ujian itu datang. Sabar adalah cara paling bijak yang bisa kita lakukan ketika mulai lelah dengan beban hidup, karena dengan kesabaran Allah akan mengirimkan, Allah akan menunjukkan cara – cara yang tepat dan indah kepada kita untuk menyelesaikan semua masala itu. Yakinlah Allah tidak akan pernah menguji hambaNya melebihi dari kemampuan hambaNya. Allah telah mengukur segalanya, tidak ada yang kebetulan, tidak ada yang tertukar, Allah akan memberikan masalah itu tepat pada saat yang kita butuhkan. Karena ujian adalah cara Allah mengajarkan kita suatu ilmu dan ketika kita bisa sabar, kita akan merasakan begitu indahNya cinta Allah itu. Mudah – mudahan kita bisa menjadi orang- orang yang sabar ketika ditimpa ujian hidup. Amin…

  1. Dan akhiri lah segala nya dengan rasa syukur (Hamdallah)

Ketika telah berusaha maksimal dalam setiap langkah hidup jangan lupa bersyukur pada Allah SWT. Syukur merupakan wujud terimakasih kita pada yang maha pemilik segalaNya, karena telah mengiringi setiap langkah kita, menjaga kita dari kesia- siaan, mengkaruniakan kesabaran dalam kesulitan dan memberikan jawaban yang indah atas segalanya. Kepada manusia ketika kita diberi pertolongan kita akan berterimakasih, apalagi kepada Allah SWT, Tuhan yang telah memelihara dan melindungi kita.

Dan dengan syukur yang terucap dari mulut ini, maka kenikmatan dan kemudahan itu akan ditambah Allah kepada kita. Jadi tidak ada ruginya kita bersyukur kan???
Mari mulai sekarang kita biasakan mengucap hamdallah ketika mendapatkan kebaikan. Mudah – mudahan Allah akan selalu memberikan kemudahan dan jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi. Amin…ya rabbal alamin..

Itulah 5 point yang saya bisa saya simpulkan dari perbincangan malam di Radio MQ, mudah – mudahan kita bisa menjadi pribadi – pribadi yang senantiasa berani hidup, berani bangkit dan berjuang untuk menghadapi hidup ini. Karena hidup adalah sebuah nikmat yang tak ternilai harganya yang dikaruniakan Allah pada kita. Selagi nyawa masih dibadan jangan biarkan fikiran – fikiran negative merajai diri kita, lakukan yang terbaik untuk hidup yang cuma sebentar ini.

Oleh karena itu mari kita bangkit dan terus berjuang….

Allahu akbar….!!!!!!!

Tips dan Saran untuk Mengisi Masa Tenang Bagi Para Caleg

Published April 6, 2009 by isil


Sebentar lagi, pesta demokrasi akan di gelar di negeri ini. Di sana sini sudah banyak terpampang selebaran – selebaran, pamphlet, bendera dan atribut – atribut partai politik lainnya. Berbagai upaya pun sudah dilakukan oleh para caleg, mulai dari kampanye door to door sampai kampanye yang memakan biaya yang tidak sedikit.

Tinggal 4 hari lagi, hari bersejarah itu akan tiba, kampanye terbuka pun sudah selesai masanya. Tidak ada satu partai pun yang boleh mengadakan kampanye dalam bentuk apapun seperti pertemuan terbatas, tatap muka, dan iklan parpol atau caleg di media.

Nah, untuk mengisi masa tenang itu, saya punya beberapa tips yang bisa dilakukan para caleg :

1. Luruskan niat.

Kembali evaluasi niat, tetapkan niat anda semata – mata hanya karena Allah. Jangan sampai niatnya untuk kepentingan dunia, seperti mencari kedudukan, harta, penghormatan dan penghargaan. Karena nabi pernah bersabda :

“Sesungguhnya segala amal tergantung pada niat”[Muttafaq Alaihi]

Jika di awal niat kita sudah lurus, hanya semata – mata karena ingin mendapatkan ridhoNya, maka apapun hasilnya nanti menang atau pun kalah setiap langkah dan usaha yang telah dilakukan tidak akan sia – sia. Karena semuanya akan bernilai ibadah di sisi Nya.

2. Pegang erat aspek – aspek pembawa kemenangan

Di sirah di riwayatkan bahwa musuh manapun tidak sanggup bertahan lama menghadapi sahabat – sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Hingga Hireklius sekalipun. Ketika ia berada di Anthakiyah dan pasukan Romawi datang dalam keadaan kalah, ia berkata kepada mereka,”Celaka kalian. Jelaskan kepadaku tentang orang – orang yang berperang melawan kalian! Bukankan mereka manusia seperti kalian juga?” Pasukan Romawi menjawab,”Betul.” Hireklius berkata,”Siapa yang lebih banyak pasukannya ; kalian atau mereka?” Pasukan Romawi menjawab,”kami lebih banyak pasukannya beberapa kali lipat disemua tempat.”Hireklius berkata,”Kalau begitu, kenapa kalian kalah?” Salah seorang tokoh Romawi berkata, “Karena mereka melakukan qiyamul lail,berpuasa di siang hari, menepati janji, memerintahkan hal – hal baik, melarang hal – hal mungkar, dan adil sesame mereka.

Sedang kita minum – minuman keras, berzina, menaiki kendaraan haram,ingkar janji, merampok,menzalimi orang, memerintahkan hal- hal haram melarang hal – hal yang diridhai Allah, dan membuat kerusakan di bumi.” Hireklius berkata kepada tokoh itu,”Anda berkata benar kepada ku.” (Diriwayatkan Ahmad bin Marwan Al-Maliki dan Ibnu Asakir).

Dari percakapan Hieraklius dan pasukan romawi disebutkan ada beberapa aspek- aspek pembawa kemengangan itu :

a. Qiyamul lail (shalat malam)

Qiyamul lail adalah ibadah sunnah yang paling di cintai Allah. Karena pada saat di sepertiga malam itu adalah kondisi dimana Allah paling dekat dengan hambaNya. Shalat dan bermunajatlah pada Allah, karena pada saat itu Allah berjanji akan mengabulkan setiap doa hamba – hamba Nya yang berdoa. Seperti sabda Rasulullah SAW :

“Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam ketika seperdua malam telah berlalu. Dia berfirman,’Adakah orang yang berdoa kepada-Ku sehingga Aku mengabulkannya? Adakah orang yang memohon kepada-Ku sehingga Aku memberinya? Adakah orang yang memohon ampunan kepada-Ku sehingga Aku mengampuninya?’ ”

Berdoa dan raihlah cintaNya dengan mengerjakan qiyamul lail

b. Puasa di siang hari

Dianjurkan berpuasa agar bisa merasakan bagaimana lapar dan hausnya rakyat kecil yang tidak punya apa – apa. Sehingga para calon pemimpin kita nanti akan berfikir dua kali untuk menyelewengkan uang rakyat.

Dengan berpuasa akan terhindar dari perbuatan maksiat, karena maksiat hanya akan dilakukan oleh orang – orang yang perutnya kenyang.

c. Menepati janji

Ini merupakan akhlak yang wajib dimiliki oleh setiap calon pemimpin negeri ini. Jangan hanya bisa mengumbar janji – janji palsu pada rakyat, tapi harus bisa menepati semua janji – janji nya.

d. memerintahkan hal – hal baik, melarang hal – hal mungkar, dan adil sesame mereka.

Dan jika para caleg sudah terpilih maka harus bisa memerintahkan hal – hal baik, melarang hal – hal mungkar dan adil pada sesame. Jangan sampai ada rakyat yang merasa terzalimi karena pemimpin yang tidak adil.

Itu lah beberapa tips dan pesan untuk para caleg yang akan berkompetisi di PEMILU 09 ini, mudah – mudahan bisa di renungkan dan diamalkan, tidak hanya ketika akan dipilih tapi juga ketika telah terpilih. Mudah – mudahan PEMILU kali ini bisa menghasilkan para pemimpin yang benar – benar cinta pada Allah, para pemimpin yang keningnya sering sujud pada Allah, dan para pemimpin yang hanya takut pada Allah. Amin…..

Kenapa aku tidak pulang????

Published February 7, 2009 by isil

Ini jawaban dari lontaran pertanyaan teman – teman yang selalu bertanya kenapa aku tidak pulang kampung. Padahal teman – teman satu kosan ku yang sama – sama dari Padang semuanya balik. Oke aku akan memaparkan beberapa alasan yang membuat ku lebih memilih tetap bertahan di tanah Pasundan ini ketimbang pulang ke tanah Minang yang sangat ku rindukan itu.

Tidak pulang kampung bukan berarti aku tidak rindu dengan tanah kelahiran ku itu, tidak pulang kampung bukan berarti aku lebih senang tinggal di Bandung dari pada di Pariaman. Dan tidak pulang kampung bukan berarti aku tidak rindu dengan keluarga besar dan teman – teman ku yang disana. Tapi aku punya beberapa alasan yang menurutku lebih bermanfaat dari pada sekedar liburan di tanah kelahiran ku.

1. Karena janji dan tekad ku pada kedua orang tua hanya akan pulang sekali setahun. Alasannya yaitu sering pulang malah akan membuat ku tidak siap untuk hidup jauh dari mereka. Karena setiap selesai liburan dan kembali ke Bandung aku harus mempersiapkan perasaan untuk berpisah dengan mereka, dan saat itulah yang paling menyakitkan. Aku harus menata perasaan ini dari nol lagi, aku harus menguatkan hati untuk menerima keadaan itu dan mulai membiasakan dengan keadaan yang jauh dari mereka. Uh…itu sangat sulit, dan selama seminggu setelah sampai diBandung aku pasti akan selalu teringat dengan keadaan suasana di rumah dan tidak jarang air mata ini mengalir dengan sendirinya ke pipi. Karena itu aku tidak ingin terlalu sering pulang, jika rindu aku akan mengobatinya dengan mendengarkan suara mereka lewat telepon seluler saja. Yah setidaknya bisa mengobati kerinduan ini…

2. Aku bisa menggunakan waktu libur ku untuk mengunjungi tempat – tempat yang sebelumnya belum pernah aku kunjungi. Dan menurutku liburan semester ganjil inilah saatnya untuk menjelajahi semua itu. Karena jika pada liburan semester genap aku akan disibukkan dengan semester pendek sedangkan liburan lebaran, itu waktu ku berkumpul dengan keluarga. Selain itu aku juga bisa mengunjungi keluarga – keluarga yang ada di Bandung dan Jakarta.

3. Aku juga bisa menggunakan waktu libur ini untuk mengikuti kegiatan – kegiatan yang bermanfaat seperti mengikuti seminar – seminar dan pelatihan yang sering diadakan. Seperti liburan kali ini aku mengikuti seminar nasional yang pematerinya dari Microsoft, lumayan dapat ilmu yang tidak pernah didapat di bangku perkuliahan. Selain itu aku juga mengikuti pelatihan ‘The Power of Trust’ yang diadakan oleh DPU DT dan pematerinya dari MASTER ( Mata Air Surga Training Center), dan subhanallah pelatihan yang sangat memotivasi ku untuk bisa menjadi lebih baik dalam menghadapi hidup. Dan menurutku semua itu sangat berharga dan bisa meningkatkan potensi diri. Karena aku ingin ketika aku pulang nanti, ada banyak perubahan positif dari diri ku sehingga bisa membuat keluargaku bangga punya anak seperti ku ini. Amin ya Allah…

4. Selain itu, aku lebih bisa mempersiapkan diri buat menghadapi perkuliahan di semester depan, bisa mengurus semua urusan – urusan kampus yang harus di urus. Walaupun sebenarnya bisa diwakilkan dengan teman tapi dengan mengurus sendiri aku bisa membuat keputusan sendiri terhadap pilihan ku, tidak hanya ikut apa kata orang. Dengan mengurus sendiri aku akan dapat ilmu dan pengalaman dalam berurusan dengan administrasi kampus. Dan menurutku itu adalah sebuah pembelajaran untuk masa depan dalam mengurus segala hal. Dan banyak alasan – alasan lain yang membuatku tetap bertahan untuk tidak pulang..

Itu beberapa alasan ku tetap bertahan, tapi dari keseluruhan alasan tersebut yang terpenting adalah aku ingin selalu bergerak menuju kebaikan dengan meningkatkan kapasitas diriku. Sehingga aku tidak menjadi anak yang hanya bisa meminta uang tiap awal bulan, aku tidak hanya menjadi anak yang hanya menuntut haknya pada kedua orang tua tanpa memberikan sesuatu yang berarti pada mereka.

Satu azzam ku, aku ingin membahagiakan kedua orang tua dan semua orang yang menyayangiku, dengan melihat ku suatu saat pulang membawa sebuah keberhasilan dan perubahan diri kearah yang lebih positif. Biarlah sekarang aku memendam semua rindu itu demi suatu kemenangan di masa depan. Amin ya Allah….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 65 other followers