Untuk urusan Festival Pers Kayu yang akan diadakan Karisma Salman ITB, saya dan Vera, seorang teman, hari ini ke kantor walikota Bandung untuk memenuhi persyaratan pengajuan proposal. Nah, ketika urusan kami selesai, kami tidak pulang begitu saja. Kami sempatkan hunting foto sambil menikmati pemandangan indah yang ada di taman sekitar. Dan, saya menemukan pemandangan yang memprihatinkan, suasana yang mungkin bagi sebagian orang hal yang biasa. Tapi bagi saya itu adalah bukti kemorosotan moral pelajar di kota Bandung. Kami melihat di tiap pojok taman, tidak pernah kosong dengan pasangan muda – mudi yang lagi berduaan. Mulai dari yang berpakaian bebas, berseragam smp, sma dan bahkan ada siswi sma yang menggunakan jilbab sekalipun. Naudzubillah..semuanya seolah biasa dengan kebiasaan seperti itu
Jika hal itu terjadi di mall, atau ditempat rekreasi mungkin saya tidak akan sekaget itu. Masalahnya, hal itu terjadi dalam lingkungan kantor walikota Bandung, yang notabene adalah pusat pemerintahan kota Bandung. Selain itu, disekeliling taman itu banyak satpol PP dan Satpam yang katanya sedang berjaga. Tapi, mereka diam saja dan seolah – olah mewajarkan hal itu. Saking kagetnya, vera sempat mengabadikan foto beberapa pasangan yang lagi asyik bercengkrama. Read the rest of this entry →

