Ramadhan

All posts in the Ramadhan category

Begitu Cepatnya Pergantian Generasi

Published September 6, 2010 by isil

http://shw.mint84.fotopages.com/15437696/orang-tua-orang-muda.html

Karena akan lebaran, saya akhirnya pulang juga ke Pariaman (Sumatera Barat). Horeeee… Setelah hampir satu tahun tidak pulang, sekarang bisa merasakan lagi nikmat berkumpul dengan keluarga. Alhamdulillah terimakasih ya Allah atas nikmat ini.

29 Agustus 2010, saya menginjakkan kaki pertama kalinya di tahun 2010 di tanah Minang. Itulah momen yang paling dinantikan.

Ketika sampai dirumah dan berinteraksi dengan orang – orang sekitar, saya baru sadar kalau ternyata generasi itu sudah berganti. Anak – anak kecil yang dulu masih imut – imut, sekarang sudah tinggi dan mulai beranjak remaja. Pembicaraan merekapun sudah berganti dari mainan dan boneka ke cowok dan dandanan. Read the rest of this entry →

Kecemasan diatas Kebahagiaan

Published September 12, 2009 by isil

Satu tahun lamanya, aku menanti saat – saat seperti ini. Satu tahun lamanya aku menunggu untuk bisa menginjakkan kaki kembali di tanah kelahiranku itu. Ternyata satu tahun telah berlalu, dan penantian ku berakhir dalam sebuah angka yang indah 09-09-09. Rasanya seperti mimpi, ketika dari kejauhan mulai terlihat gonjong (atap khas minang)Bandara Internasional Minangkabau (BIM) lebih kurang pukul 12.25.

Alhamdulillah ketika pertama menginjakkan kaki di BIM, disambut oleh kedua orang tua tercinta, yang sudah siap menanti kedatangan anaknya. Ditambah lagi, diajak mengunjungi kakak dikampus. Lengkap sudah kebahagiaanku ketika melihat kakak keluar dari kafe yang baru dirintisnya. Yah, alangkah nikmat nya saat –saat itu, moment yang yang hanya bisa kurasakan setahun sekali. Demi sebuah cita – cita dan harapanku dimasa depan, semuanya harus ku jalani dan sudah menjadi sebuah episode dalam perjalanan hidupku.

Syukur, itu yang pantas ku panjatkan karena aku masih diberi kesempatan untuk berkumpul dengan mereka, orang – orang yang paling ku cintai di dunia ini. Tapi, dibalik kebahagiaan itu ada beberapa kecemasan yang selalu menghantui pikiranku beberapa hari sebelum pulang. Aku takut ketika dirumah, aku tidak maksimal menjalankan ramadhan yang tinggal beberapa hari. Aku takut, ketika banyak nikmat yang kurasakan, aku malah lalai dari mengingatNya. Karena keadaan dirumah sangat jauh berbeda dengan keadaan di Bandung.

Ketika di Bandung, lingkungan yang dekat dengan Daarut Tauhid dan kondusif tidak pungkiri, berdampak juga pada kondisi ruhiyah ku. Ditambah lagi, dengan adanya radio MQ FM dan teman – teman yang bisa mengingatkan ku ketika kemalasan dan kelalaian menghampiri. Belum lagi dengan banyaknya agenda – agenda yang harus ku jalani selama berada dikampus, akan menjaga ku dari kesia –sian dalam memanfaatkan waktu.

Sedangkan dirumah, dengan lingkungan yang biasa – biasa dan tidak adanya agenda rutin yang harus dilakukan, membuat ku harus ekstra kerja keras agar tetap istiqomah menjalankan target ramadhan. Belum lagi, dengan adanya hiburan Televisi yang selama di Bandung tidak pernah ku lirik, membuat ku harus terengah – engah bertahan untuk tidak terlalu mempedulikannya. Apalagi sedikitnya sarana yang bisa mengingatkan ku ketika lalai, seperti tidak adanya radio MQ dan buku bacaan, akan menambah berat perjuangan untuk melawan hawa nafsu .

Aku tidak mau, ketika berada di Rumah, keimanan ku semakin menurun. Aku tidak mau, ghirah yang selama ini bisa ku jaga, malah jebol ketika bersama orang – orang yang kucintai. Alangkah meruginya aku, jika semua itu terjadi. Makanya di awal keberadaanku di kampung halaman ini, aku tekadkan untuk tidak akan menyia –nyiakan nikmat waktu luang ini. Insyallah….

Dan melalui tulisan ini, aku mohon pada teman – teman untuk berkenan mendoakan ku di setiap sujud-sujudnya. Doa kan ku agar bisa istiqomah menjalankan Ramadhan ku ketika berada dimanapun. Dan jika kita bertemu jangan pernah segan atau malu untuk selalu mengingatkan, ketika aku lalai dan menyia – nyia kan waktu ku. Yah, karena itu lah yang paling ku butuhkan saat ini.



Sebuah Harapan di Penghujung Sya’ban

Published August 21, 2009 by isil


Yah, malam ini ramadhan sudah tiba,umat muslim akan menjalani ibadah shalat tarawih pertama
Sementara aku masih sibuk degan segala aktifitas kampusku..
Astaghfirullah…mudah-mudahan segala kesibukan yang kujalani itu, tidak membuatku lalai dari ibadah, apalagi ibadah dibulan yang sangat istimewa ini.

Itu hal yang sangat aku takuti, ketika sadar semakin hari ramadhan semakin dekat..
Aku takut tidak bisa maksimal menjalani ramadhan karena kesibukan ku itu, aku takut tidak bisa menjalani target- target ibadahku hanya karena mengurusi duniawi..
Tidak…
Mudah-mudahan tidak, aku tidak boleh menjadikan semua kesibukan dan amanah yang ku emban sebagai alasan untuk tidak bisa maksimal di Ramadhan kali ini
Dipenghujung Sya’ban ini aku bertekad dan berjanji padamu Ya Allah akan menjalani Ramadhan ini dengan sungguh -sungguh dan harus lebih baik dari tahun kemaren.
Aku harus lebih disiplin lagi dengan setiap detik waktu yang akan ku jalani..Tidak boleh lagi ada waktu yang habis untuk hal yang sia – sia. Jangan biarkan mulut ini lepas dari al-quran. Dan yang pasti target ku harus lebih tinggi dari tahun kemaren.

Dan terakhir aku ingin minta maaf pada semua atas kesalahan baik yang ku sengaja dan tidak. Mudah-mudahan Ramadhan kali ini bisa kita jalani dengan lebih baik dan mendapatkan kemenangan di di Idul Fitri..amin

Ahlan wa Sahlan ya Ramadhan. . .

Published August 25, 2008 by isil

Ahlan wa sahlan ya Ramadhan…

Sebentar lagi bulan yang sangat kita tunggu – tunggu itu akan menghampiri kita.

Bulan dimana kasih sayang Allah begitu besar kepada kita, peluang yang begitu besar untuk berlomba -lomba dalam meraih pahala dan cinta dari-Nya. Mudah – mudahan kita diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang penuh dengan ampunan itu. Amin

Tinggal hitungan hari kita akan merasakan berlapar – lapar dan berhaus – haus disiang hari, kita akan merasakan nikmatnya sahur bersama…Ya bersama walaupun bagiku bukan bersama dengan keluarga tercinta seperti yang lain, tetapi bersama dengan teman – teman satu kosan…walau hanya dengan teman satu kosan tapi Aku tetap bersyukur karena masih bisa merasakan nikmatnya kebersamaan itu. Karena jauh diluar sana masih banyak orang yang hidup dalam kesendirian.

Huh..tak terasa sudah hampir setahun aku merasakan tinggal dan bergaul di tanah Pasundan ini. Sudah begitu banyak pengalaman & kejadian yang aku lalui. Ups belum bisa dikatakan begitu banyak mungkin cukup banyak karena aku baru satu tahun disini. Ya kira – kira seperti itulah…

Ramadhan tahun lalu aku jalani dengan keadaan yang serba baru dan dengan budaya yang sangat jauh berbeda dengan di Pariaman. Aku mengenal istilah baru ketika ramadhan disini yaitu “ta’jil”. Ta’jil adalah makanan kecil untuk berbuka seperti kolak. Aku tidak tahu itu berasal dari bahasa arab ataupun bahasa sunda itu sendiri, yang jelas orang – orang menyebutnya ta’jil. Di Pariaman aku tidak pernah tahu dengan istilah asing itu, yang aku tahu hanya istilah “pabukoan”. Ya Pabukoan dalam bahasa minang yang artinya hampir sama lah dengan yang disebut orang di Bandung dengan ta’jil.

Tidak hanya istilah – istilah baru yang aku dapati disini, aku mendapatkan pengalaman yang menurut ku sangat berharga yang jarang aku dapatkan ketika di Pariaman. Yaitu merasakan shalat tarawih di Daarut Tauhid yang begitu tenang dan khusyuk. Suasana Daarut Tauhid yang begitu nyaman dan tentram membuat setiap jamaah yang datang merasakan kenikmatan beribadah. Di tambah lagi dengan petugas – petugas nya yang santun dan sopan membuat kita merasakan kedamaian yang luar biasa. Tidak hanya itu penceramah – penceramah yang memberikan tausiah nya pun juga sangat luar biasa , mereka memang benar – benar punya ruhiyah yang bersih sehingga apa yang mereka sampaikan bisa masuk ke hati kita karena mereka berbicara tidak hanya dengan mulut, tapi dengan hati. Karena memang, hati hanya bisa disentuh dengan hati. Tidak jarang perkataan mereka membuat jamaah menitikkan air mata.

Itu salah satu hal yang membuatku selalu semangat dan menguatkan hati untuk selalu datang shalat tarawih ke DT. Walaupun sebenarnya jarak DT dari kosan ku lumayan jauh dan harus melewati gang – gang tikus. Aku tidak peduli jika harus pergi sendiri karena teman – teman kosan ku lebih memilih mesjid yang dekat dari kosan kami dari pada jalan capek – capek kesana. Aku tidak takut harus melewati gang – gang tikus itu sendirian di malam hari demi bisa shalat disana.

karena aku yakin setiap langkah yang kita tapaki kesana akan dihitung dan dibalas Allah dengan imbalan yang jauh lebih indah dari pada rasa penat yang dirasakan. Dan tidak sedikit orang – orang dari luar kota datang kesana hanya untuk beribadah dan I’tikaf bahkan usia mereka jauh lebih tua dariku tidak jarang bapak – bapak dan ibu –ibu yang sudah berusia lanjut berbondong – bonding kesana, jadi kenapa aku harus kalah dengan mereka dimana aku masih diberi nikmat kekuatan dan kesehatan…Akankah aku kalah dengan hawa nafsuku sendiri disaat orang – orang berlomba – lomba dalam kebaikan?

Aku merindukan saat itu..dimana lantunan ayat suci lebih sering menghiasi mulut daripada sekedar omongan yang tidak bermanfaat, dimana air mata lebih sering mengalir dipipi dan malam – malam lebih hidup dengan qiyamulail..

Ya itulah ramadhan yang sangat kita rindukan kedatangannya, sekolah yang hanya sekali setahun di buka Allah khusus untuk orang –orang yang mengaku beriman. Bulan yang begitu istimewa dimana ada satu malam yang nilainya sama dengan 1000 bulan. Subhanallah, sudah sejauh manakah persipan kita untuk menyambut bulan yang mulia itu?

mudah- mudahan kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa bertemu dan merasakan nikmatnya bulan ramadhan tahun ini dan mendapatkan malam lailatul qadar yang begitu di idam-idamkan oleh seluruh umat islam di seluruh dunia.Amin

Bandung, 24 Agustus 2008

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 65 other followers